Said Agil Terpilih Lagi Ketua NU

JOMBANG (WARTAMADURA.COM) – KH Said Aqil Siradj kembali terpilih sebagai Ketua Umum PB NU Periode 2015-2020 mengalahkan dua calon lainnya KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) dan KH Said Ali. “Pemilihan selesai sekitar pukul 1.51 WIB,” kata Muktamirin asal Pamekasan yang hadir langsung dalam forum Muktamar di alun-alun Kota Jombang itu, Mahrus Miyanto, Kamis dini hari.…

Pelaksanaan Muktamar NU di Jombang Amburadul

JOMBANG (WARTAMADURA.COM) – Pelaksanaan Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, berlangsung amburadul dan diduga banyak penyusup ke area muktamar. Buktinya, panitia Muktamar ke-33 Nahdatul Ulama mengaku menemukan banyak peserta “gelap”. Peserta itu belum terdaftar secara resmi, tetapi sudah memiliki kartu peserta muktamar atau menggunakan kartu muktamar palsu. Ketua Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU…

Muktamar NU Mulai Diwarnai Aksi Saling Ancam

JOMBANG (WARTWAMADURA.COM) – Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diwarnai aksi saling ancam dari sejumlah kubu pendukung calon pemimpin. Deny Ahmad, salah satu pendukung calon pimpinan NU, mengaku mendapatkan pesan singkat telepon seluler bernada ancaman dari nomor gelap. “Saya mencoba hubungi, tetapi tidak diangkat,” ujar dia, Minggu (2/8/2015). Isi pesan singkat bernada…

Aroma Pragmatis Mencuat di Muktamar NU Jombang

JOMBANG (WARTAMADURA.COM) – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid menilai, Nahdlatul Ulama (NU) mulai kehilangan roh perjuangannya karena saat ini sudah banyak dihuni oleh fungsionaris pragmatis yang mengabaikan kepentingan umat. Ia mengatakan, pragmatisme pengurus NU ini semakin terlihat dalam muktamar kali ini. “Ada banyak iming-iming, termasuk datang ke saya pribadi untuk mengarahkan proses…

Saling Pukul Warnai Muktamar NU di Jombang

JOMBANG (WARTAMADURA.COM) – Sidang pleno pertama yang membahas Rancangan Tata Tertib Muktamar ke-33 NU di Alun-alun Jombang pasca diskorsing hingga pukul 20.00 WIB, beberapa kali ricuh. Bukan cuma itu, tiga kali terjadi baku pukul antar pembicara dari peserta muktamar, karena berbeda pikiran soal mekanisme pemilihan Rais Aam Syuriah-Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Demikian seperti yang dilansir…