Bupati Sumenep Madura dan Istri Positif COVID-19

Bupati Sumenep A Busro Karim dan istrinya Nurfitriana

WARTAMADURA.COM – Bupati Sumenep, Madura Busro Karim dan istrinya Nurfitriana positif terpapar COVID-19, setelah sebelumnya putri orang nomor 1 di Kabupaten Sumenep tersebut, yakni Virzannida positif terpapar virus corona jenis baru.

Melalui akun Instagram @fitri_busyro, Nurfitriana menyampaikan, bahwa dirinya dan suaminya dinyatakan positif corona sejak Senin, 14 Desember kemarin.

“Alhamdullilah , dengan ini kami sampaikan bahwa sejak Senin 14 des 2020. Ibu dan Buya @a.busyrokarim menjalani isolasi di RSHU krn terconfirmasi terkena covid 19. Dengan gejala ringan,” tulisnya.

Bu Fitri, panggilan Nurfitriana, menghimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan meminta doa untuk kesembuhannya.

“Untuk itu kami tetap menghimbau masyarakat untuk terus ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Mohon doanya, agar segera diberi kesehatan kembali,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mediamadura.com, anggota keluarga Bupati Sumenep yang dinyatakan positif Covid-19 saat sedang menjalani isolasi dan dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya. (WARTAMADURA.COM)

Perta Pernikahan Warga Madura Dibubarkan TNI-Polri karena Melanggar Protokol Kesehatan

Polisi dan TNI saat membubarkan pesta pernikahan warga Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (14/12/2020).

WARTAMADURA.COM – Tim gabungan dari unsur TNI dan Polri, Senin (14/12/2020), membubarkan pesta pernikahan warga yang mementaskan hiburan tradisional sinden di Desa Lapa Taman, Sumenep, Madura, Jawa Timur, karena melanggar protokol kesehatan.

“Langkah ini dilakukan, karena sampai saat ini, berbagai jenis kegiatan yang berkopetensi mendatangkan kerumunan massa dilarang,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti kepada wartawan di Sumenep, Senin (14/12/2020).

Pada acara perta pernikahan itu, tuan rumah mementaskan hiburan Sinden Madura dari kelompok karawitan Bunga Famili asal Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

Tuan rumah juga tidak menyediakan fasilitas protokol kesehatan, seperti tempat mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, dan para undangan kebanyakan tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak fisik.

“Hal itu yang menjadi dasar petugas, gabungan dari TNI dan Polri membubarkan sinden di pesta pernikahan warga di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Sumenep itu,” kata Widi, menjelaskan.

Sementara itu, Kabupaten Sumenep terdata sebagai satu-satunya kabupaten di Pulau Madura dengan jumlah kasus virus corona jenis baru paling banyak di Pulau Garam tersebut.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 pemkab setempat, jumlah warga yang positif terpapar COVID-19 sebanyak 840 orang, dengan perincian, 757 telah selesai diisolasi dan dinyatakan sembuh, 45 orang meningggal dunia, dan sebanyak 23 terdata suspect COVID-19. (WARTAMADURA.COM)

Mobil SIGAP Layanan Kesehatan Pamekasan Jatuh ke Jurang Berhasil Dievakuasi

Mobil SIGAP layanan kesehatan milik Pemkab Pamekasan yang jatuh kejurang dan berhasil dievakuasi masyarakat.

WARTAMADURA.COM – Mobil Sigap milik Pemerintah Desa Sumber Waru Kecamatan Waru, Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Teko’an Opet Desa Bajur, Jum’at (11/12/2020).

Mobil berplat merah pemberian pemerintah kabupaten (Pemkab) tersebut terjun bebas ke jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter. Akibatnya, mobil pada bagian depan dan belakang ringsek dan kaca mobil bagian belakang hancur.

Menurut keterangan warga di lokasi, sopir atas nama Wafa melihat ada rintangan kucing melintas di depannya, saat itu sekitar pukul 01.00 dini hari. Sehingga ia berusaha menghindar dengan membanting setir mobil, tapi nahas mobil justru masuk jurang.

Sementara Camat Waru, Endi Sutrisno menyampaikan, berdasarkan informasi yang ia terima, mobil tersebut perjalanan pulang setelah mengantarkan pasien ke Rumah Sakit Mohammad Noor Pamekasan.

“Katanya baru mengantarkan orang sakit dari rumah sakit Mohammad Noor, sampai disini ada rintangan, kucing atau apa gitu katanya,” terang dia.

Mobil Sigap tersebut saat ini sudah berhasil dievakuasi dengan kerusakan yang cukup parah. Mobil hadiah dari Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan kepada pemerintah desa tersebut harus mendapat perbaikan total. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (WARTAMADURA.COM)

Banjir di Sampang Madura Rendam 6 Kelurahan dan 5 Desa

Genangan banjir di Kota Sampang Madura akibat hujan deras selama tiga hari berturut-turut.

WARTAMADURA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang, Madura, Jawa Timur menyatakan, banjir akibat luapan Sungai Kalikamuning di kota itu yang terjadi mulai Rabu (9/12) dan hingga Jumat (11/12) ini masih berlangsung, menggenangi enam kelurahan dan lima desa.

“Keenam kelurahan yang terdampak banjir ini adalah Kelurahan Karang Dalam , Dalpenang, Polagan, Banyuanyar, Gunung Sekar, dan Kelurahan Rongtengah,” kata Kepala BPBD Sampang Anang Joenaidi kepada wartawan di Sampang, Jumat (11/12/2020).

Lima desa ainnya adalah Desa Pangelen, Banyumas, Paseyan dan 2 Desa di Kecamatan Jrengik.

“Jadi khusus di kota, ada enam kelurahan dan tiga desa, dan di Kecamatan Jrengik ada dua desa,” kata Anang.

BPBD Pemkab Sampang telah mendirikan posko bagi para korban banjir ini.

Sementara itu, pada Jumat pagi, banjir yang menggenangi Kota Bahari ini berangsur mulai surut.

Ketinggian genangan di sejumlah titik, seperti di pertigaan Jalan Panglima Sudirman, Jalan Syuhada dan Jalan Rajawali antara 10 hingga 20 Cm.

Akses jalur lalu lintas menuju Kabupaten Pamekasan pada Jumat sekitar pukul 08.30 WIB sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.

Sedangkan untuk akses menuju utara, yakni menuju Kecamatan Omben dan Karang Penang belum bisa dilalui karena genangan air di Jalan Imam Bonjol Sampang masih tinggi.

Selain di Kota Sampang, banjir akibat hujan deras dalam tiga hari ini juga terjadi di Blega, Bangkalan dan pada Jumat pagi, genangan air juga sudah mulai surut. (WARTAMADURA.COM).

Warga Madura Pelaku Pencurian Kotak Amal Masjid Ditangkap Polisi

Salah seorang pelaku pencurian kotak amal yang ditangkap Polsek Kota Pamekasan, Jawa Timur.

WARTAMADURA.COM – Warga Madura dari Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur yang menjadi pelaku pencurian kotak amal Masjid Nurul Falah, Kelurahan Bugih pada Rabu (9/12/2020) sekitar pukul 19.00 WIB akhirnya ditangkap polisi dan ditahan di Mapolsek Kota Pamekasan.

Kapolsek Kota Iptu Muhlis Sukardi di Pamekasan, Jumat (11/12/2020) menjelaskan, pelaku berhasil diketahui dan ditangkap, berdasarkan hasil rekanan kamera pengintai di masjid itu. “Ada dua orang yang kita amankan,” kata Muhlis.

Mereka itu masing-masing RA (17) warga Dusun Serabunan, Desa Teja Timur, Kecamatan Kota, dan SQ (22) warga Dusun Lombang, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Barang Bukti yang disita berupa, satu unit sepeda moto merk Honda Revo, satu unit telepon seluler, satu alat pembobol kotak amal berupa tang serta dan i buah kotak amal.

“Uang yang ada di kotak amal itu Rp400 ribu, tapi sudah habis dibelikan makanan oleh kedua pelaku ini,” kata Kapolsek Kota Pamekasan Muhlis, menjelaskan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat keduanya dengan Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. (WARTAMADURA.COM)

Kasus COVID-19 di Pamekasan bertambah 27 orang

WARTAMADURA.COM – Jumlah konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Kamis (10/12/2020) bertambah sebanyak 15 orang, sehingga total kasus per 9 Desember 2020 sebanyak 515 orang.

“Tambahan kasus baru COVID-19 hari ini paling banyak sepanjang pandemi COVID-19 ini melanda Pamekasan,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Pamekasan Sigit Priyono kepada wartawan setempat.

Tambahan pasien positif COVID-19 sebanyak 27 orang ini berasal dari enam kecamatan, yakni Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Pademawu, Galis dan Kecamatan Larangan.

Dari Kecamatan Tlanakan sebanyak 5 orang, Pamekasan 12 orang, Pademawu 4 orang, Galis 1 orang, Larangan 1 orang, Pegantenan 3 orang, dan Kecamatan Pasen sebanyak 1 orang.

“Usianya antara 6 hingga 54 tahun, dengan perincian 10 orang laki-laki dan 17 orang lainnya berjenis kelamin perempuan,” kata Sigit, menjelaskan.

Akibat tambahan 27 pasien baru COVID-19 tersebut, kini jumlah warga yang terkonfirmasi terpapar virus corona jenis baru yang menjalani isolasi juga bertambah menjadi 112 orang.

“Sebelunya, Rabu, jumlah warga yang diisolasi akibat COVID-19 sebanyak 85 orang, maka dengan adanya tambahan 27 orang menjadi 112 orang,” kata Sigit.

Sementara itu, total jumlah warga yang suspect COVID-19 berdasarkan data Satgas COVID-19 Pemkab Pamekasan hingga 10 Desember 2020 ini sebanyak 1.32 orang dengan perincian, 39 orang dalam pengawasan, 926 orang selesai pengawasan dan sebanyak 67 orang lainnya meninggal dunia. (WARTAMADURA.COM)

Coblosan Pilkada Sumenep Diulang di 2 TPS

Cabup Fauzi saat menggunakan hak suaranya di Pilkada 9 Desember 2020 di Kabupaten Sumenep.

WARTAMADURA.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluarkan rekomendasi kepada penyelenggara pemilu setempat untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah itu.

Menurut Komisiner Bawaslu Sumenep Imam Syafi’e di Sumenep, Kamis, kedua TPS yang direkomendasikan bawaslu melakukan pengumutan suara ulang itu adalah TPS 4 Desa Tambaagung, Kecamatan Ambunten dan TPS 2 Desa Tenonan, Kecamatan Manding. “Rekomendasi kami sampaikan hari ini,” kata Imam.

Ia menjelaskan, rekomendasi PSU oleh Bawaslu Sumenep itu, karena pihaknya menemukan pelanggaran fatal dalam proses pencoblosan Pilkada Sumenep pada 9 Desember 2020 di 2 TPS tersebut.

“Ada satu orang pemilih di 2 TPS tersebut yang mencoblos lebih dari satu kali,” kata Imam.

Temuan kasus ada seorang pemilih yang mencoblos lebih dari kali itu, menyebabkan proses pelaksanaan pemungutan suara kacau, sehingga terpaksa dihentikan.

Saat itu, nyaris terjadi terjadi kericuhan, akan tetapi berhasil diantisipasi petugas keamanan dengan tidak melanjutkan proses pemungutan suara.

“Atas dasar itu, maka Bawaslu Sumenep kemudian merekomendasikan agar di dua TPS tersebut digelar pencoblosan ulang,” katanya.

Secara terpisah Komisioner KPU Sumenep Rafiqi membenarkan adanya rekomendasi pemungutan suara ulang dari Bawaslu Sumenep tersebut.

KPU, sambung dia, telah mengagendakan hari pelaksanaannya, yakni Sabtu (12/12).

“Yang kami agendakan Sabtu ini adalah yang di TPS 4 Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten,” kata mantan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan ini.

Sedangkan, untuk pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 2 Desa Tenonan, Kecamatan Manding, masih menunggu keputusan lebih lanjut.

Pilkada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur 9 Desember 2020 itu diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan calon dengan nomor urut 01 Ahmad Fauzi-Dewi Khalifah dan pasangan calon nomor urut 02 Fattah Jasin-KH Ali Fikri.

Pasangan Calon Bupati Sumenep Ahmad Fauzi-Dwi Khalifah diusung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sedangkan Pasangan Calon Bupati Fattah Jasin dan Wakilnya KH Ali Fikri diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Nasdem. Partai Hanura, dan Golkar sebagai Partai pendukung.

Sebanyak 18.642 petugas penyelenggara pemilu yang terdiri dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 17.500 orang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) 1.002 orang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) 135 orang, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 5 orang dilibatkan pada pesta demokrasi lima tahunan ini, dengan personel keamanan sebanyak 1.200 orang.

Saat pencoblosan, Ahmad Fauzi menggunakan hak suaranya di TPS 03 Desa Torbang, Kecamatan Batuan, dan wakilnya Dewi Kholifah di TPS 07, Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep.

Sedangkan Calon Bupati Fattah Jasin masuk dalam daftar pemilih tetap di TPS 2 Kelurahan Kepanjin Kecamatan Kota Sumenep dan wakilnya KH Ali Fikri di TPS 06 Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Jumlah hak pilih pada pilkada kali ini sebanyak sebanyak 822.320 orang, terdiri dari 433.686 orang pemilih perempuan dan 388.634 pemilih laki-laki dan pemungutan suara digelar di 2.500 TPS yang tersebar di 330 desa 4 kelurahan di 27 kecamatan di wilayah itu. (WARTAMADURA.COM)