Santri Pondok Pesantren di Madura Dianiaya Ustatnya hingga Geger Otak


Santri salah satu pondok pesantren di Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang geger otak akibat penganiayaan yang dilakukan oleh ustatnya.

WARTAMADURA.COM – Santri salah satu pondok pesantren di Kecamatan Palengaan, asal Jalan Stadion Gang V Nomor 4 Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur dianiaya oleh ustatnya, hingga menyebabkan geger otak.

Wartawan Pojoksuramadu.com melaporkan, terduga pelaku tindak pidana penganiayaan itu seorang ustat di pondok pesantren itu, berinisial A, dan kejadiannya pada tanggal 2 Januari 2021. Saat ini korban menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Surabaya karena tidak bisa ditangani secara medis di RSUD dr Slamet Martodirdjo.

“Pagi tadi masuk ruang operasi sampai sekarang belum sadar,” terang kakak kandung korban, Fitri kepada wartawan di Pamekasan, Senin (4/1/2021).

Menurut Fitri, tindak penganiayaan itu bermula saat aktivitas shalat berjamaah pada Sabtu (2/1/2021) malam. Saat itu, sang ustad sedang mengontrol beberapa santri dan meminta agar saf kosong segera diisi. [Baca Juga: Kiai di Madura yang Menodai Santrinya Akhirnya Ditangkap Polisi]

Korban F maju ke depan, namun karena ustad tersebut terlanjur emosi kemudian melempar korban dengan bantalan Al Quran (rehal) yang terbuat dari kayu.

“Adik saya dilempar mengunakan rehal berbahan kayu dan tepat di bagian kepala, saat itu adik saya langsung pingsan,” ujar Fitri.

Akibat tindakan tersebut, bagian dahi korban bengkak dan mengalami luka dan diperban. Pembulu darah berkumpul di bagian kelopak mata. Sehingga menyebabkan kelopak mata membengkak dan kelihatan hitam. Fitri menyayangkan tindakan sang Ustat yang tidak sepantasnya dilakukan untuk mendidik murid.

“Saya juga alumni pesantren itu, tapi masak pantas tindakan memukul pakek rehal itu dilakukan sama murid, mungkin saya salah bicara bagi sebagian orang,” kata Fitri. [Baca Juga: Kiai di Jember Digeruduk Warga Karena Mencabuli Santrinya Sendiri]

Setelah kejadian itu, pihak pesantren sempat mengabarkan jika adiknya jatuh di pesantren. Namun, setelah ia meminta keterangan dari teman-teman adiknya, ternyata ia mendapat keterangan berbeda, yakni karena dianiaya ustadnya.

“Karena saya tidak yakin, masak jatuh sampai seperti itu, lalu saya tanya teman-teman adik saya di pesantren ternyata yang mukul itu si A, ustad yang saat itu ngontrol saf shalat,” ujar fitri sembari menangis.

Berdasarkan keterangan dari pihak RSUD Smart Pamekasan, F masuk ke UGD sekitar pukul 21.00 WIB Sabtu (2/1/2021). Dari hasil pemeriksaan F mengalami penurunan kesadaran, tulang tengkoraknya retak, mengalami geger otak, dan perlu pemeriksaan lanjutan berupa CT Scan kepala, dan harus dilakukan pemeriksaan lanjutan di Surabaya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan dari keluarga korban. Namun, pihaknya sudah melakukan penyelidikan awal dengan mendatangi RSUD Pamekasan untuk melakukan cek kondisi korban. Selain itu pihaknya sudah mendata keluarga untuk mencari bahan informasi.

“Sampai saat ini keluarga korban belum melapor, tapi kami sudah melakukan tindakan, yakni melakukan penyelidikan terkait kejadian itu,” katanya, singkat. (WARTAMADURA.COM)

Diterbitkan oleh Warta Madura

Pusat Informasi Madura

One thought on “Santri Pondok Pesantren di Madura Dianiaya Ustatnya hingga Geger Otak

  1. memang seorang ust wajib mndidik tapi tdak hrus sprti itu.

    Saran sy jika ingin memukul . Pukul lah dari paha ke bawah itu pun juga ada batass nya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: