Kiai Madura yang Menodai Santrinya Akhirnya Ditahap Polisi


Kasat Rekrim Polres Bangkalan AKP Agus Soebarnapraja

WARTAMADURA.COM – Tim Reskrim Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menangkap seorang oknum kiai pengasuh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bangkalan, tersangka pelaku tindak pidana asusila terhadap santrinya.

“Penahanan kami lakukan kemarin, setelah yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangkalan,” kata Kasat Rekrim Polres Bangkalan AKP Agus Soebarnapraja dalam keterangan persnya di Mapolres Bangkalan, Selasa (29/12/2020).

Penahanan tersangka pelaku rudapaksa ini pada pemanggilan kedua. Pada pemanggilan pertama yang bersangkutan tidak hadir, karena alasan sakit.

“Pada pemanggilan kedua kemarin, yang bersangkutan langsung kami tahan, karena dikhawatirkan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,” kata Agus.

Saat ditahan, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan dan mengikuti semua proses penyidikan dengan baik. “Beliau kooperatif,” ucap Agus.

Santri yang menjadi korban tindak pidana asusila oknum kiai itu asal Kecamatan Galis, Bangkalan dan kasus itu terjadi terjadi selama kurun waktu 2016 hingga 2019 di kamar pondok pesantren putri yang diasuh oleh oknum pelaku.

Kejadiannya saat pesantren sedang sepi, dan santri masuk sekolah.

Dua kali terjadi pada tahun 2016. Salah satunya dilakukan pada bulan Juni.

Kasus ini terungkap, setelah orang tuanya curiga dengan kondisi. Awalnya periang, lalu menjadi gadis yang murung dan selalu berdiam diri di dalam kamar.

Orang tuanya terus mendesak agar yang bersangkutan bersedia menceritakan apa yang telah terjadi, hingga akhir terungkap kasus yang telah merenggut kegadisannya oleh oknum sang kiai tersebut.

Akhirnya pada 7 Desember 2020, orang korban melaporkan kasus itu ke ke polisi dengan tanda bukti laporan nomor: TBL-B/14/XII/RES.1.4/2020/JATIM/Reskrim/Bangkalan/SPKT Polsek Blega.

Oleh Mapolsek Blega, kasus tersebut diserahkan ke Mapolres Bangkalan, hingga akhirnya terlapor ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Bangkalan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (WARTAMADURA.COM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.