Fauzi Tak Ingin Jadi Yang Kedua di Pilkada Sumenep


Calon Bupati Ahmad Fauzi dan istrinya Nia Kurnia Fauzi seusai mencoblos pada pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Sumenep 9 Desember 2020.

WARTAMADURA.COM – Calon Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Fauzi tak ingin menjadi yang kedua dalam meraih dukungan masyarakat pada pelaksanaan pencoblosan Pilkada 2020 ini kali ini.

Komitmen dan keinginan kuat calon bupati yang berpasangan dengan Dewi Khalifah ini dibuktikan saat yang bersangkutan datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya pada pilkada itu, Rabu (9/12/2020).

Fauzi datang ke TPS sebagai pencoblos pertama, sesuai dengan nomor urutnya, yakni nomor urut 01.Ia datang ke TPS 03, di Dusun Gilir, Desa Torbang, Kecamatan Batuan bersama istrinya Nia Kurnia Fauzi lebih awal, yakni sekitar pukul 6.50 WIB, atau sebelum TPS dibuka.

“Saya sengaja datang lebih awal, dan karena ingin menjadi pencoblos yang pertama di TPS ini,” kata Fauzi.

Selain dalam rangka memberikan contoh kepada masyarakat akan pentingnya menggunakan hak suara untuk menentukan pemimpin di Kabupaten Sumenep lima tahun kedepan, juga karena ingin menunjukkan bahwa dirinya komitmen terhadap apa yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Saya kan ditetapkan sebagai pasangan Calon Bupati Sumenep dengan nomor urut 01, maka saat pencoblosan, saya berusaha untuk tetap sebagai nomor satu,” katanya.

Usai mencoblos, Fauzi selanjutnya berfoto bersama istri, sambil menunjukkan telunjuk jari yang telah ditetesi tinta pemilih oleh panitia penyelenggara pemungutan suara di TPS 03 itu dengan menunjukkan telunjuk 1 seperti nomor urutnya.

Sesuai dengan data daftar pemilih, Ahmad Fauzi menggunakan hak suaranya di TPS 03 Desa Torbang, Kecamatan Batuan, dan wakilnya Dewi Kholifah di TPS 07, Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep.

Sedangkan Calon Bupati Fattah Jasin masuk dalam daftar pemilih tetap di TPS 2 Kelurahan KepanjinKecamatan Kota Sumenep dan wakilnya KH Ali Fikri di TPS 06 Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Pilkada Sumenep 2020 kali ini berbeda dengan pilkada sebelumnya, yakni menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Semua petugas penyelenggara pemilu di masing-masing TPS menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti memakai baju hazmat, menggunakan masker dan panitia juga menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun.

Khusus pemilih yang bersuhu tubuh lebih dari 37 derat celcius, harus memilih di bilik yang telah disediakan oleh panitia.

Pilkada Kabupaten Sumenep yang pemungutan suaranya digelar Rabu (9/12) ini merupakan pilkada serentak dari 270 daerah di Indonesia tahun ini, meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Sedangkan di Jawa Timur ada 19 kabupaten/kota yang juga menggelar pilkada serentak, yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Gresik, Jember, Kabupaten Kediri, Kota Pasuruan, Kota Surabaya, Lamongan, Malang, dan Kabupaten Mojokerto, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban. (WARTAMADURA.COM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.