Briket Arang Tempurung Kelapa Madura Diekspor ke Eropa


Briket Arang Batok Kelapa asal Sumenep Madura yang siap diekspor ke Eropa Timur.

WARTAMADURA.COM – Sebanyak 18,6 ton briket arang tempurung kelapa asal Sumenep, Jawa Timur diekspor ke Moldovo, Eropa Timur saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berlangsung saat ini.

“Kami mengetahui data ini, karena kami telah melakukan pemeriksaan dokumen,” kata Kepala Karantina Pertanian Bangkalan Agus Mugiyanto dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan di Pulau Madura, Sabtu (8/8/2020).

Agus menjelaskan, Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian Bangkalan merupakan UPT Vertikal dibawah Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian yang diberi tugas menjalankan fungsi karantina dan perlindungan hayati dipintu pemasukan dan pengeluaran di wilayah Madura.

Karantina Pertanian dibentuk sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina atau organism pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia. [Baca Juga: Konselor Jerman dan Amerika Terpikat Batik Tulis Madura]

Setiap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan yang dimasukkan, dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam, dan atau dikeluarkan dari wilayah Negara Republik Indonesia dikenakan tindakan karantina berupa, pemeriksaan, pengamatan, pengasingan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan atau yang dikenal “8P”, termasuk ekspor briket.

“Karena itulah maka kami mengetahui ada ekspor briket dari Sumenep yang kini dikirim ke Eropa,” katanya.

Petugas Karantina Pertanian Bangkalan saat meninjau lokasi pengolahan briket arang batok kelapa yang akan diekspor ke Eropa.

Agus menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemerikasan sebanyak 18,6 ton arang tempurung kelapa atau briket arang dari Sumenep, Jawa Timur ke Moldova, Eropa Timur.

“Pemeriksaan dokumen dan fisik dilakukan untuk memastikan produk tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK),” katanya, menjelaskan. [Baca Juga: Lahan Tambak Garam di Madura Terus Menyusut]

Menurut Agus, hingga Agustus 2020, sebanyak 19 kontainer briket arang atau senilai Rp2,7 miliar telah disertifikasi Pejabat Karantina Pertanian Bangkalan.

“Karantina Pertanian Bangkalan siap mendampingi generasi milenial agar produk pertaniannya dapat diterima di negara tujuan,” katanya, menjelaskan.

Ia lebih lanjut menjelaskan, Indonesia memang merupakan salah satu negara produsen kelapa terbesar di dunia.

Seperti inilah bentuk briket arang batok kelapa asal Sumenep Madura yang siap diekspor ke Eropa.

Pohon kelapa menghasilkan buah berbentuk bulat dan terdapat semacam cairan dan daging buah di dalamnya yang membuat buah kelapa sering dikonsumsi oleh banyak orang.

“Tempurung kelapa yang seringkali dibuang, dan merupakan limbah, ternyata dapat dimanfaatkan menjadi komoditas yang bernilai tinggi oleh salah satu perusahaan di Kabupaten Sumenep,” kata Agus menjelaskan.

Menurutnya, perushaan yang mengekspor briket arang tempurung kelapa ke Eropa Timur itu adalah PT Panda Coco Charcoal.

Layanan karantina di Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Bangkalan itu meliputi, hewan ekspor, tumbuhan ekspor, hewan impor, tumbuhan impor, hewan domestik keluar, tumbuhan domestik keluar, hewan domestik masuk, dan tumbuhan domestik masuk. (WARTAMADURA.COM)

Baca Juga Berita Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.