Kejari Sampang Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa Sokobanah


Kajari Sampang Maskur menemui pengunjuk rasa yang menuntut pengusutan dugaan korupsi dana desa di Desa Sokobanah Daja, Kecamatan Sokobanah Sampang.

WARTAMADURA.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Madura, Jawa Timur menyelidikan dugaan korupsi pemanfaatan dana desa yang dilaporkan masyarakat ke institusi penegak hukum itu.

“Kami telah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait kasus ini, tinggal menunggu hasil singkronisasi dari tim ahli Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan inspektorat,” kata Kepala Kejari Sampang Maskur di Sampang, Rabu (5/8/2020).

Ia menjelaskan, hasil temuan dari tim ITS dan inspektorat penting, untuk menemukan temuan kerugian negara dari kasus dugaan korupsi pemanfaatan dana desa yang dilaporkan ke Kejari Sampang itu.

“Baru setelah itu, kami akan menentukan sikap, apakah laporan yang disampaikan kepada Kejari Sampang layak untuk dilanjutkan ke status penyidikan atau tidak,” kata Maskur. [Baca Juga: Polda Jatim Melakukan OTT di Sampang]

Kajari menjelaskan hal ini, saat menemui para pengunjuk rasa yang menuntut agar kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Sokobanah Daja, Kecamatan Sokobanah yang dilaporkan ke institusi itu segera dilanjutkan dan tersangkanya segera ditetapkan.

Pelapor kasus dugaan korupsi dana desa di Sokobanah Daja itu berunjuk rasa ke kantor Kejari Sampang, Rabu (5/8) karena menilai proses penanganan kasus lambat. Padahal kasus itu telah dilaporkan pada 15 Maret 2019 dan hingga kini belum jelas.

Para pengunjuk rasa ini datang ke kantor Kejari Sampang bersama pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Corruption Watch (JCW).

Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi nada protes atas kinerja Kejari Sampang yang terkesan lambat dalam menangani kasus dugaan korupsi di Desa Sokobanah Daja, Kecamatan Sokobanah, Sampang itu. [Baca Juga: Aktivis Sampang Segel Kantor Bupati Fannan]

Massa pengunjuk rasa juga menuntut agar tim penyidik Kejadi segera menetapkan Kepala Desa Sokobanah Daja, Jatem sebagai tersangka.

Menurut korlap aksi Farida, kasus dugaan korupsi pemanfaatan dana desa di Desa Sokobanah itu pada realisasi proyek irigasi di Dusun Lebak dengan nilai total anggaran sebesar Rp589.246.000.

Proyek itu rusak setelah tiga bulan dikerjakan, dan kuat dugaan karena pembangunannya tersebut tidak sesuai rencana anggaran belanja (RAB) serta bukan inisiatif usulan warga, akan tetapi diduga kuat demi keuntungan pribadi kepala desa.

Selain itu, masyarakat juga menemukan beberapa kejanggalan lain dalam kasus itu. Diantaranya tumpah tindih proyek dana desa tahun 2018 dengan program APBD tahun 2014. [Baca Juga: Kejaksaan di Madura Kembalikan Uang Rp9,9 Miliar ke Kas Negara]

Dugaan penyimpangan lainnya, karena pengerjaan proyek irigasi tersebut dikerjakan secara tender oleh CV Madura Perkasa tanpa melalui proses lelang ULP Kabupaten Sampang.

“Padahal semestinya proyek itu dikerjakan swakelola, anehnya lagi pemilik CV tak lain anak pak Jatem Kades Sokobanah Daya,” katanya saat berorasi di depan kantor Kejari Sampang.

Balum lagi, sambung dia, pihaknya juga menemukan adanya pemalsuan tanda tangan laporan pertanggung jawaban realisasi proyek yang bersumber dari dana desa itu.

“Oleh karena itu, segera tangkap Kades Jatem dan Direktur CV Madura Perkasa,” kata orator lainnya Sidik.

Para pengunjuk rasa ini juga menuding Kajari Maskur telah menerima suap, sehingga proses hukum dugaan korupsi dana desa itu lambat.

Namun Kajari membatah semua tudingan pengunjuk rasa dan menegaskan bahwa dalam mengusut kasus dugaan korupsi pihaknya memang sangat berhati-hati.

“Intinya harus cukup bukti. Kalau belum cukup bukti kami tidak bisa meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan, termasuk menetapkan tersangkanya,” kata Kajari Maskur, menjelaskan. (WP-2020)

Baca Juga Berita Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.