Suli Faris Kritik SE Bupati Pamekasan Baddrut Tamam


WARTAMADURA.COM – Mantan anggota DPRD Pamekasan dari Partai Bulan Bintang (PBB) Suli Faris mengkritik Surat Edaran (SE) Bupati Pamekasan Baddrut Tamam terkait imbauan agar masyarakat tidak menanam tembakau di lahan sawah dan lahan dekat pantai.

“Bagi saya lucu, lebih lucu dari stand up comedi di televisi,” kata Suli Faris seperti dalam rilis yang diterima wartamadura.com, Sabtu (4/7/2020).

Suli menilai, kritik atas SE Larangan Menanam Tembakau yang disampaikan Baddrut Tamam itu pada beberapa hal, seperti yang disampaikan dalam rilis itu.

Berikut ulasan kejanggalan surat edaran Bupati Baddrut Tamam yang menjadi sorotan mantan anggota DPRD Pamekasan Suli Faris:

1- Judul Surat Edaran dan isinya tidak nyambung. Judulnya pengendalian luas areal tanaman tapi isinya mengulas mutu dalam hal ini kadar chlorid.

2- Surat edaran dikeluarkan tanggal 16 Juni 2020, padahal petani menanam tembakau sudah mulai pertengahan bulan Mei, yang akhirnya menjadi tidak jelas apa motivasi dan urgensi serta apa sasarannya dari surat edaran tersebut.

3- Muatan materi surat edaran tersebut seakan pemerintah daerah menjadi corong pabrik dari pada mengadvokasi petani, karena yang diurai selera pabrik dengan dasar hasil LAB kadar chlor, padahal itu hanya alasan klasik pihak pabrik yang sudah berulang ulang disampaikan pada beberapa tahun yang lalu, dan buktinya tembakau sawah tetap dibeli oleh pabrik.

4- Bupati menganjurkan masyarakat menanam tanaman alternatif padahal bupati tidak bisa mencarikan akses pasar bagi komoditi alternatif tersebut.

Kalau masyarakat dianjurkan menanam tanaman alternatif seharusnya pemerintah daerah dalam hal ini Bupati terlebih dahulu harus mencarikan akses pasarnya agar masyarakat tidak jadi kelinci percobaan kayak gerakan tanam tebu pada beberapa tahun yang lalu. [Baca Juga: Pasien Positif Corona di Madura Melarikan Diri]

Kembali lagi pada persoalan tembakau bupati tidak tahu bahwa yang butuh tembakau sawah juga bagian dari keinginan pabrik bahkan dalam daftar gread pabrik ada gread yg khusus untuk menampung tembakau sawah dan tegal.

“Saya membayangkan Surat Edaran Bupati tersebut nantinya akan dijadikan alasan pembenaran bagi pihak pabrik untuk menekan harga tembakau karena bupati telah melarang menanam tembakau sawah, padahal kita tahu bahwa setiap musim tembakau sawahpun tidak di buang ke laut tapi tetap dibeli oleh pabrik,” kata Suli dalam rilis itu.

Selain itu, sambung dia, dampak dari surat edaran tersebut nantinya tembakau Jawa akan semakin banyak yang masuk ke Pamekasan untuk dijadikan bahan campuran tembakau “busayan” (campuran tembakau Madura dan Jawa) untuk menurunkan harga rata-rata pembelian pabrik, karena ada beberapa pabrik yang hakikatnya beli dengan patokan harga rata-rata walaupun dalam praktiknya dia beli harga tinggi untuk yang kualitas istimewa tapi yang berkualitas rendah harganya ditekan hingga jauh dibawah harga standar hingga rata ratanya menjadi rendah bila dihitung persentase harga yang tinggi dan yang rendah. [Baca Juga: Sejarah Pencak Silat Khas Madura, Pamor]

Oleh karena itu saya berharap janganlah yang terhormat Bapak Bupati Pamekasan menjadi corong pabrik dan jangan tunduk pada cara dan strategi pihak pabrik, harkat dan martabat petani mutlak harus dibela dengan cara komunikasi dan koordinasi dengan pihak pabrik agar tembakau petani terbeli semua dengan harga yang layak.

“Demikin tulisan ini. Mohon maaf bila terdapat salah dan khilaf,” demikian Suli Faris, mengakhiri kritiknya atas SE Larangan Menanam Tembakau Bupati Pamekasan Baddrut Tamam itu. (Rilis)

View this post on Instagram

SURAT EDARAN NO. 525/710/432.321/2020 Tanggal 16 Juni 2020 TENTANG PENGENDALIAN LUAS AREAL TANAMAN TEMBAKAU Dalam rangka memasuki musim tanam tembakau tahun 2020 dihimbau untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Tidak menanam tembakau di daerah yang dekat dengan pantai dan sawah irigasi karena berdasarkan penelitian mengandung kadar chlor tinggi (di atas 1,5%). 2. Menanam tanaman alternatif yang lebih menguntungkan baik tanaman holtikultura seperti bawang merah dan sayuran, maupun tanaman alternatif lain seperti kacang-kacangan. 3. Untuk wilayah yang direkomendasi agar melakukan budidaya sesuai anjuran teknis. 4. Kepada para petugas untuk melakukan pembinaan lebih intensif agar tembakau yang dihasilkan lebih berkualitas. 5. Para Camat agar meneruskan Surat Edaran ini sampai kepada jajaran dibawahnya / Kepala Desa untuk disosialisasikan. Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. BUPATI PAMEKASAN H. BADDRUT TAMAM, S.Psi

A post shared by Disperindag Pamekasan (@disperindag_pmk) on

Baca Juga Berita Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.