Pesta Narkoba di Tengah Pandemi COVID-19 Terjadi di Kabupaten Pamekasan Madura


Tim Gabungan Polres Pamekasan saat menggerebek pesta Narkoba di Karaoke dan Resto Wiraraja di Tlanakan, Pamekasan, Madura pada 16 Juni 2020. Sebanyak 10 orang pemandu lagu dan 5 orang pria ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

WARTAMADURA.COM – Aparat kepolisian Polres Pamekasan berhasil mengungkap pesta narkoba yang digelar puluhan orang orang di sebuah Karaoke dan Resto di Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura pada 16 Juni 2020, dan dua orang yang terciduk adalah anggota Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep.

Namun, kedua anggota BNNK Sumenep tersebut akhirnya dilepas, karena yang bersangkutan sedang menjalankan tugas, sedangkan 15 orang dari 23 orang yang ada di Kareoke dan Resto Wiraraja itu ditangkap.

Polres Pamekasan, membenarkan telah melepas anggota Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep yang tertanggap tim gabungan Polres Pamekasan dalam sebuah operasi di tempat hiburan malam Wiraraja di Kecamatan Tlanakan, Pamekasan pada 16 Juni 2020.

“Benar, anggota BNNK Sumenep yang kedapatan berada dalam acara pesta narkoba di Karaoke dan Resto Wiraraja, Tlanakan beberapa hari lalu, kami lepas,” kata Kasat Narkoba Polres Pamekasan AKP Bambang Hermanto sepert dilansir sejumlah media. [Baca Juga: Pamekasan Cegah Pengambilan Jenazah COVID-19 Terjadi Lagi]

Ia menjelaskan, ada dua anggota BNNK Sumenep yang berada di ruang karaoke hiburan malam Wiraraja Sumenep saat tim gabungan Polres Pamekasan melakukan razia penyakit masyarakat pada 16 Juni 2020 itu. Masing-masing berinisial BH dan BS.

Hanya saja, kedua anggota BNNK Sumenep mengaku, sedang menjalankan tugas dan yang bersangkutan menunjukkan surat perintah dari pimpinannya.

“Tapi tim tidak berhenti sampai disitu saja, kedua anggota BNNK dari Sumenep ini, kami lakukan tes urine bersama 21 orang lainnya yang saat itu berada di di lokasi itu,” ujar Bambang. [Baca Juga: KAHMI-PWI Pamekasan Bagi-Bagi Sembako pada Warga Terdampak COVID-19]

Khsus Kedua anggota BNNK asal Kabupaten Sumenep ini, sambung dia, diperiksa oleh Tim Provos Polres Pamekasan dan dilakukan tes urine.

“Saat pengambilan sampel urine, juga disaksikan oleh beberapa anggota Polres Pamekasan dan pimpinan, dan hasilnya negatif,” katanya.

Maka, sambung dia, atas dasar itu, tim penyidik Polres Pamekasan melepas kedua anggota BNNK Sumenep yang saat itu berada di ruang pesta karaoke tempat terjadinya pesta narkoba tersebut berlangsung.

“Jadi, pertama, kedua anggota BNNK asal Kabupaten Sumenep tersebut berada di dalam ruang karaoke hiburan malam di Wiraraja Tlanakan Pamekasan tersebut karena sedang menjalankan tugas, dan kedua, hasil tes urine yang kami lakukan, keduanya negatif,” katanya, menjelaskan.

Kasat Narkoba Polres Pamekasan AKP Bambang Hermanto lebih lanjut menjelaskan, saat tim gabungan Polres Pamekasan melakukan operasi pada 16 Juni 2020, ditemukan ada sebanyak 23 orang yang ada di ruang karaoke Wiraraja, Tlanakan, Pamekasan tempat terjadinya pesta narkoba itu.

Hanya saja, dari 23 orang tersebut, termasuk 2 anggota BNNK itu hasil tes urinenya negatif, sedangkan 15 orang lainnya positif. [Baca Juga: Wanita Madura Jadi Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Sampang]

“Jadi, yang 15 orang yang hasil tes urinenya positif ini yang kami proses dan kami tahan di Mapolres Pamekasan untuk penyidikan lebih lanjut,” katanya, menjelaskan.

Ke-15 tersangka orang itu terdiri dari 10 orang berjenis kelamin perempuan, dan 5 orang lainnya laki-laki. “Yang perempuan merupakan pemandu lagu (LC),” katanya.

Dari 15 orang yang positif mengonsumsi narkoba itu, terdiri dari 2 tersangka berasal dari Kabupaten Sidoarjo, 5 tersangka dari Kabupaten Sumenep, 4 tersangka dari Kabupaten Pamekasan dan 4 tersangka lainnya berasal dari Kabupaten Sampang.

Selain menangkap sebanyak 15 orang tersangka, Polres Pamekasan juga berhasil menyita 11 butir pil ekstasi dari ruang Karaoke dan Resto Wiraraja yang terletak di Jalan Raya Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. [Baca Juga: Seniman Protes Kebijakan Pemkab Pamekasan]

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 112 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Sebelumnya Kepala BNNK Sumenep Bambang Sutrisno membenarkan, bahwa institusinya memang membuat surat perintah kepada dua anggotanya berisial BH dan BS untuk melakukan penyidikan terkait adanya rencana pesta narkoba di Kabupaten Pamekasan berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat ke institusi itu. [Baca Juga: Politikus PDIP Pamekasan Tertangkap Pesta Narkoba]

Surat Perintah kepada dua anggota BNNK Sumenep itu berlaku selama lima hari yakni sejak Senin (15/6) hingga Jumat (19/6/2020).

“Kenapa Pamekasan juga menjadi perhatian kami?, karena wilayah kerja BNNK Sumenep meliputi tiga daerah di Pulau Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, dan Sampang,” katanya, menjelaskan.

Oleh sebab itu, sambung dia, ketika ada masyarakat yang menginformasikan bahwa akan ada pesta narkoba di Pamekasan, pihaknya langsung membuat surat perintah penyelidikan. (WM-211)

Baca Juga Berita Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.