Pamekasan Cegah Kasus Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19 Terjadi Lagi


Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat meninjau pelaksanaan protokol COVID-19 di Kabupaten Pamekasan.

WARTAMADURA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kini terus menggecarkan edukasi kepada masyarakat guna mencegah kasus pengambilan jenazah positif COVID-19 terulang lagi.

“Kami menggencarkan upaya promotif dan preventif serta menggandeng aparat kepolisian dan TNI,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam kepada media, Minggu (21/6/2020) menjelaskan langkah yang telah dan akan dilakukan pemkab terkait kasus pengambilan paksa jenazah positif COVID-19 yang terjadi di Kecamatan Waru pada 12 Juni 2020.

Bupati menjelaskan, kasus pengambilan paksa jenazah positif COVID-19 itu terjadi, salah satunya karena banyaknya kabar bohong yang beredar di media sosial tentang COVID-19 tersebut. [Baca Juga: Pria Yang Meninggal Dunia di Masjid Agung Sampang tidak Terpapar Corona]

Bupati muda ini menjelaskan, saat ini ada empat pemahaman di kalangan masyarakat tentang COVID-19.

Pertama, ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa COVID-19 tersebut adalah konspirasi. Penyakit ini dipahami oleh sebagian orang sebagai bentuk konspirasi global dalam mensukseskan missi tertentu.

“Kedua, COVID-19 ini oleh sebagian masyarakat juga dianggap sebagai proyek,” katanya.

Pandangan ini berkembang seolah, semakin banyak orang yang terpapar COVID-19, maka akan semakin banyak proyek dari pemerintah yang akan digelontorkan untuk menangani kasus ini.

“Ketiga, sudut pandang ekonomi,” kata Baddrut. [Baca Juga: Wanita Madura Ditemukan Tewas Mengenaskan di Pantai Kalianget]

Mantan anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan ini menjelaskan, sebagian warga yang berpandangan COVID-19 dari sisi ekonomi beranggapan bahwa jenis penyakit ini akan membentuk dan memformulasi pola ekonomi baru.

Ada pihak yang diuntungkan dengan adanya musibah ini, tapi juga tidak sedikit yang dirugikan.

Keempat, sudut pandang kesehatan, yakni COVID-19 memang murni merupakan jenis penyakit baru yang membutuhkan perhatian serius dari tenaga medis.

Akibatnya beragamnya pemahaman yang berkembang di kalangan masyarakat, apalagi didukung melalui informasi atau kabar bohong yang berkembang di media sosial, seperti melalui facebook dan whatshapp, maka di sebagian daerah terjadi tindakan yang merugikan.

Baddrut Tamam menduga, terjadinya kasus pengambilan paksa jenazah positif COVID-19 yang terjadi di Kecamatan Waru, Pamekasan beberapa hari lalu tersebut, karena terpengaruh kabar bohong yang banyak beredar di media sosial tersebut.

“Oleh karenanya, kami bersama aparat kepolisian dan TNI saat ini bekerja sama, memberikan edukasi kepada publik tentang COVID-19 ini, agar hal serupa tidak terulang lagi,” katanya.

Berkat upaya terpadu antara Pemkab Pamekasan dengan aparat kepolisian dan TNI dibantu oleh pihak kejaksaan, maka kini di sebagian masyarakat sudah tercipta kesadaran baru tentang COVID-19.

“Pemkab Pamekasan akan terus mendorong aparat keamanan untuk mendirikan ‘Kampung Tangguh’ sebagaimana telah dilakukan Polres Pamekasan karena kesadaran yang benar tentang sebuah persoalan memang membutuhkan upaya serius,” katanya, menjelaskan.

Kasus yang terjadi di Kecamatan Waru, Pamekasan pada 12 Juni 2020 tersebut, bukan yang pertama kali di Pamekasan.

Kasus serupa juga dialami tim medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Pamekasan saat menjemput salah seorang pasien positif corona di Kecamatan Proppo dan Kecamatan Palengaan. (WM-316)

Baca Juga Berita Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.