Persaudaraan Ulama Maroko-Indonesia Sejak Abad Ke-16


Ngaji sejarah di pekan ngaji ke-5 Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata, Pamekasan.

WARTAMADURA.COM – Ulama Maroko Sayyid Syarif Adnan Talidy El-Hasany menyatakan, hubungan persaudaraan antara ulama Maroko dengan ulama Indonesia sudah terjadi sejak abad ke-16.

“Ini berdasarkan hasil penelitian sejarah yang dilakukan oleh seorang ilmuan Maroko Ibnu Bathuta dulu,” kata Syarif Adnan saat menjadi pembicara di Pekan Ngaji Ke-5 yang digelar Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (11/1/2020).

Ia menjelaskan, ulama di Indonesia yang memiliki peran sangat besar dalam penyebaran dakwah Islam di Indonesia khususnya di Madura adalah Walisongo.

Bahkan, sambung dia, nasab Walisongo tersambung dengan Rasulullah berdasarkan beberapa dalil yang dikaji oleh tim Nasab Kerajaan Maroko dan tidak ada yang menentang ketersambungan nasab tersebut.

“Dan runtutan nasab ini telah diriwayatkan oleh para syarif yang telah dipercaya periwayatannya,” kata Syaikh Adnan.

Dalam kesempatan itu, Syaikh Adnan juga berpesan kepada santri agar senantiasa bersemangat dalam mencari ilmu dengan meneladani Rasulullah dan para ulama Islam.

Ulama Maroko, Sayyid Syarif Adnan Talidy El-Hasany ini merupakan seorang ulama dari Maroko yang menjadi narasumber tentang “Ngaji Sejarah Islam” di Pekan Ngaji Ke-5 Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Pamekasan.

Ia mengaku senang bisa bersilaturahmi dengan umat Islam di Madura, dan merasa bertemu dengan saudara-saudaranya yang diikat dengan satu keyakinan.

“Kami bertemu dengan saudara-saudara disini seperti bertemu dengan saudara-saudara sepupu saya,” ujarnya ulama ini.

Ngaji Sejarah Islam merupakan salah satu jenis kegiatan kajian keilmuan yang digelar panitia Pekan Ngaji Ke-5 di pondok pesantren yang digelar sejak tanggal 7 dan akan berlangsung hingga 18 Januari 2020 ini.

Jenis kegiatan lainnya adalah ngaji kewirausahaan, pemikiran Islam, peternakan, pertanian, budaya, sejarah dan lain sebagainya.

Ilmuan dari delapan negara diundang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing, termasuk dari negara Maroko yang menjadi narasumber sejarah Islam pengembangan ajaran agama Islam di Indonesia.

Selain tokoh dan ilmuan dari delapan negara itu, sejumlah tokoh nasional seperti Fahri Hamzah, Anis Matta, Sandiaga Salahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak dan tokoh-tokoh lainnya juga diundang hadir sebagai narasumber di Pekan Ngaji Ke-5 pondok pesantren yang diasuh oleh RKH M Tohir Abdul Hamid ini. (WM-12)

Baca Juga Berita Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.