Sisi lain Hettik Selfia dari Klarifikasi Hadari


Anggota DPRD Pamekasan Muhammad Hadari dan istri keduanya Hettik Selfia asal Kalianget, Kabupaten Sumenep Madura.

WARTAMADURA.COM – Nama Hettik Selfia (29) warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura menjadi perhatian publik setelah yang bersangkutan pada 9 April 2019 mendatangi Mapolres Pamekasan melaporkan kasus dugaan kekerasan yang dilakukan suaminya Muhammad Hadari.

Perempuan berjilbab yang saat itu datang ke kantor polisi di Jalan Stadion Pamekasan itu menggunakan penutup wajah, meminta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan Muhammad Hadari yang tak lain merupakan anggota DPRD Kabupaten Pamekasan.

Berita soal Hettik sebagai korban kekerasan suaminya itupun menjadi viral dan menggugah perhatian publik, karena sebagian media memilih kata “istri simpanan”, yakni istri Hadari yang perkawinannya tidak diketahui oleh istri pertamanya.

Selama berita tentang Hettik ini muncul, sang suami Muhammad Hadari tidak memberikan klarifikasi penyeimbang, sehingga menimbulkan persepsi publik tentang Hadari adalah tidak berani, atau malu.

Rilis yang disampaikan Hettik Sefia bersama penasihat hukumnya telah menguatkan asumsi, bahwa perempuan berjilbab dengan penutup muka ini memang menginginkan agar kasus keluarga itu mencuat dipublik dibaca banyak orang.

Publik figur Hadari sebagai anggota DPRD Pamekasan, disatu sisi menjadi nilai lebih bagi awak media, dalam mengendus berita konflik keluarga antara Hettik dan Muhammad Hadari ini.

Konflik dua insan ini masuk dalam ranah publik, ketika dikaitkan dengan pelanggaran kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Namun Muhammad Hadari rupanya tidak menerima begitu saja tudingan sang istri kedua terkait dirinya.

Di hari kedua pascaberedarnya pemberitaan terkait dugaan kasus kekerasan yang dilaporkan ke institusi Polres Pamekasan, Hadari bersama penasihat hukumnya Sulaisi Abdurrazak menyampaikan hak jawab pada media.

“Klarifikasi ini penting untuk disampaikan agar publik berimbang dalam mengambil informasi dan menangkap pesan siapa yang sebenarnya memiliki niat jahat,” kata Sulaisi, Kamis (11/4/2019).

Satu persatu, Sulaisi mengurai hal ikhwal perkawinan kliennya Muhammad Hadari dengan perempuan asal Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura itu, mulai dari pertemuan kedua, kesepakan untuk menikah, hingga kasus dugaan kekerasan yang dilaporkan ke Mapolres Pamekasan, serta keterlibatan orang ketiga yang juga politisi dibalik kasus itu.

Dari sisi pertemuan antara kedua, Sulaisi membantah pengakuan Hettik. Ia menegaskan, pertemuan hal ikhwal pertemuan Hettik dengan Hadari bukan di Pamekasan, tapi di Sidoarjo, Jawa Timur saat Hettik bekerja di salah satu bank swasta disana.

Sebelum menikah dengan Hadari secara agama, Hettik telah mengetahui bahwa Hadari sudah beristri, sedangkan dalam kasus dugaan kekerasan, berasal dari kecemburuan Hettik ketika melihat kecupan di leher Hadari. Hettik lalu memukuli Hadari, bahkan pernah menusuk dengan kunci motor hingga Hadari sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Pademawu.

Sisi lain Hettik-Hadari
Sisi lain yang juga diungkap oleh Hadari bersama penasihat hukumnya saat menyampaikan hak jawab kepada media adalah tentang keterlibatan salah seorang calon legislatif berinisial MM untuk DPR RI dari daerah pemilihan Madura.

Pernah pada suatu hari, saat Hettik dan Hadari bersantai di rumah kosnya di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan Hettik langsung mengajak Hadari lari karena melihat ada MM dan QM. “MM ini adalah Caleg DPR RI dari PAN Dapil Madura,” kata Sulaisi, menjelaskan.

Kala itu, tanpa berpikira panjang, Hadari langsung mengikuti keinginan sang istri dan membawa Hettik ke rumah salah seorang temannya. Setelah sampai dirumah teman Hadari itu, ternyata Hettik mengaku telah bertunangan dengan salah satu anggota DPRRI dari Dapil Jawa Barat berinisial ANQ.

Padahal dirinya pada saat itu masih sebagai istri sah Muhammad Hadari secara secara agama. Bahkan kepada Hadari Hettik mengaku telah dibelikan rumah oleh “ANQ” dan telah diberi pekerjaan.

“Tapi si Hettik ini bilang tidak akan melepaskan Hadari. Ini kan suatu cara berpikir yang aneh,” ucap Sulaisi yang dibenarkan oleh Muhammad Hadari saat bersama penasihat hukumnya Sulaisi yang menyampaikan hak jawab atas pemberitaan Hadari di media.

Hal lain yang juga menjadi titik klarifikasi pihak Hadari tentang pernyataan penasihat hukum Hettik Selfia yang menyebutkan bahwa sebelum melapor Muhammad Hadari pihaknya telah menyampaikan somasi kepada Hadari.

Padahal, kata Sulaisi, selama ini tidak pernah ada somasi kepada Muhammad Hadari, kecuali seseorang yang mengaku sebagai pengacara Hettik Selfia mengirim pesan melalui aplikasi whatshapp (WA), dan seolah-olah berharap dapat mengambil keuntungan dari hubungan antara Muhammad Hadari dan Hattik Selfia dengan membawa-bawa pasal dan sedikit tekanan bahasa berharap ada sinyal/respon dari Muhammad Hadari.

“Jadi, tidak pernah ada somasi, kalau mengirim WA kepada klien kami memang benar,” kata Sulaisi, menjelaskan. (PENAWARTA.COM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.