Kiai di Mojokerto Mencabuli Santrinya Sendiri


WARTAMADURA.COM – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Safinatun Najah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dicabut. Para orang tua santri yang sebelumnya disebut sebagai korban pencabulan sepakat mengambil langkah damai dan mencabut laporannya.

Pencabutan ini diduga setelah salah satu orang tua korban yang mengalami sakit keras dan menginginkan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

AKP Muhammad Solikhin Fery, Kasat Reskrim Polres Mojokerto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kesepakatan damai tersebut. Namun terkait pemberntian kasusnya masih menunggu gelar perkara. “Surat perdamaiannya sudah kami terima. Namun soal pemberhentian kasusnya akan kami putuskan melalui gelar perkara,” ungkapnya.

Kasus pencabulan ini awalnya dilaporkan oleh orang tua santriwati bernisiial AN (17) asal Sodoarjo. Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian ditemukan empat korban lainnya yang diduga dicabuli kiai berinisial SL (55), pengasuh salah satu Pondok Pesantren Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Polres Mojokerto hingga kini belum menetapkan kiai tersebut sebagai tersangka, hingga akhirnya empat orang tua santriwati sepakat untuk mencabut laporan dan memyelesaikan secar kekeluargaan.(WARTAMADURA.COM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.