Kajari Hendak Disogok Rp500 Juta Terkait Lisdes Sampang


WARTAMADURA.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang, Madura Setyo Utomo menceritakan tantangan yang pernah dihadapi saat institusi mulai mengusut kasus dugaan korupsi program listrik masuk desa (lisdes) tahun anggaran 2007-2008, yakni hendak disogok Rp500 juta oleh oknum pejabat pemkab setempat.

“Saya sempat mau disogok oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Sampang sebesar Rp500 juta, tapi saya tolak,” kata Kajari Setyo Utomo dalam acara “Coffee Morning” dengan wartawan di kantor Kejari Sampang, Kamis (19/10/2018).

Upaya gratifikasi yang dilakukan oknum pejabat Pemkab Sampang guna menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam program listrik masuk desa itu, karena diduga melibatkan oknum pejabat di lingkungan Pemkab Sampang.

Anggaran yang dialokasikan pemerintah sebesar Rp12 miliar dan dikerjakan oleh rekanan dari CV Karya Putra dengan perincian sebanyak 14 desa pada tahun 2007 dan pada 7 desa pada tahun 2008.

Menurut Kajari, kasus dugaan korupsi program listrik desa itu mulai diselidikan Kejaksaan Negeri Sampang, atas laporan yang disampaikan masyarakat kepada institusi penegak hukum tersebut.

“Atas laporan itu, maka kami menindak lanjutinya dengan melakukan penyidikan pada para pihak yang diduga terlihat,” ujar Kajari.

Sejak tim penyidik Kejari mulai melakukan penyelidikan, lalu ada sebagian oknum pejabat yang berupaya menemui dirinya dan meminta agar penyelidikan kasus dugaan program lisdes fiktif itu dihentikan dengan kompensasi uang Rp500 juta.

“Kepada komunikan yang menemui saya itu, saya sampaikan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah aliran listrik di 21 desa itu harus hidup,” ujar Kajari.

Program Lisdes fiktif 2007 sebagaimana menjadi sorotan masyarakat itu, antara lain di Desa Plampaan, Kecamatan Camplong, dan Desa Madulang, Kecamatan Omben.

Kasus itu dilaporkan oleh LSM Insan Muda Sampang ke Kejati Jatim, lalu penyelidikannya diserahkan kepada Kejari Sampang.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sampang diagendakan tim penyidik Kejari Sampang hendak diperiksa dalam waktu dekat ini, terutama penanggung jawab kegiatan yakni Kepala Badan Pemberdayaaan Masyarakat (Bapemas) Pemkab Sampang, Jawa Timur Malik Amrullah.

Namun, Malik membatah laporan LSM ke institusi penegak hukum itu dan menurutnya, laporan itu sebagai upaya untuk menjelekkan nama baiknya saja.

“Tidak ada program fiktif. Semua program di Bapemas Pemkab Sampang sudah terlaksana sesuai dengan ketentuan,” kata Kepala Bepames Pemkab setempat Malik Amrullah, menjelaskan.

Sementara terkait rencana pemanggilan oleh tim penyidik Kejari Sampang dalam waktu dekat ini, Malik menyatakan, dirinya siap memberikan penjelasan sesuai dengan kejadian yang sebenarnya di lapangan. (WM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.