Machfud MD Temui Tokoh Perantau Madura di Makassar


WARTAMADURA.COM – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Prof Dr M Mahfud MD (61 tahun), Rabu (19/9/2018) siang, bersilaturahim dengan tokoh masyarakat dan pendekar asal Pulau Madura, Jawa Timur, di Makassar, Gowa dan Takalar.

Pria kelahiran Sampang, Madura 13 Mei 1957 ini, bertemu dengan 20-an tokoh perantau asal Pulau Garam itu di Rumah Makan Lae-Lae, Jl Datu Museng, Kelurahan Losari, Kecamatan Ujungpandang, Makassar.

“Kita bisa bersilaturahim di sini atas jasa Pak Aksa Mahmud, jadi seringlah silaturahim dan merapat ke Pak Aksa, jadikan beliau orangtua di perantauan,” kata Mahfud, yang datang ke Makassar untuk memberi kuliah umum di Universitas Bosowa (Unibos) dan Keluarga Alumni HMI (KAHMI) Sulsel, kemarin.

Paguyuban keluarga perantau Madura yang terabung dalam Perhimpunan Keluarga Indonesia Madura (Perkim) Sulsel yang hadiri antara lain, Haji Hasan Nimas (ketua), Drs Wahid Effendy (wakil ketua), Hasanuddin SE ( sekretaris), Alwi Alfian (bendahara), Hasan Basri (wakil bendahara), dan pengurus lain Haji Heru Edianto, Nasir Hasan, M Usman, Hajjah Sri Rahmaniah, dan diperkenalkan juga pelatih bela diri anak-anak Madura di Makassar,

“Ini ada pendekar silat asal Sampang, Cak Slamet,” ujar Alwi.

Di hadapan Mahmud MD, Ketua Perkim Sulsel, menyebutkan perantau Madura di Sulsel sudah ada sejak dekade 1950-an. Mereka sudah beranak pinak dengan warga Bugis-Makassar, dan Mandar.

“Ada sekitar 1.000 kepala keluarga, sebagian besar pedagang, tukang cukur, dosen, PNS, tukang sate dan aparat,” ujar Haji Hasan.

Wakil Ketua Perkim Wahid Effendi menyebut ini bukan kali pertama bertemu dengan Mahfud MD.
“Beberapa tahun lalu, kita sudah bertemu dan minta nasihat. Kita juga laporkan Perkim sudah terdaftar di Kemenkum HAM tahun ini, sering komunikasi dengan gubernur, wali kota dan ulama, termasuk Puang Makka yang kami jadikan penasihat,” ujarnya.

Kepada perantau Madura, Mahfud yang juga mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan (20 Juli 2001 – 23 Juli 2001), Menteri Pertahanan RI (26 Agustus 2000 – 20 Juli 2001) ini berpesan agar perantau Madura untuk tidak larut dalam politik prakDidu

Salah seorang pengurus Perkim Sulsel, Alwi Alfian mengutip pesan tokoh akademisi dan mantan Ketua Umum DPP PKB itu, “Jangan main politik dulu. Nanti kalau mau Pilpres, tunggu arahan saya,” ujar Mahfud yang sempat jadi figur kuat Wakil Presiden RI pendamping Joko Widodo di Pilpres April 2019 nanti.

Usai acara, pengurus Perkim foto bersama dengan Mahfud MD dan Aksa Mahmud.
Kebetulan, di ruangan lain juga bergabung tiga kader senior HMI dan KAHMI, Ferry Mursidan Baldan, Sudirman Said, dan M Said Didu. (WM).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.