Sebagian Orang Madura Menyelesaikan Persoalan dengan Kekerasan


WARTAMDURA.COM – Sebagian orang Madura hingga kini masih menyelesaikan persoalan dengan cara kekerasan, bahkan dengan cara membunuh atau yang dikenal dengan carok.

Carok bagi sebagian orang Madura dianggap sebagai cara penyelesaikan persoalan, disamping untuk mempertahankan harga diri. Umumnya, orang Madura yang melakukan carok, terkait dengan persoalan perselingkuhan, atau mengganggu istri orang lain.

Namun, framing dari sejumlah media yang kini beredar luas di internet, persoalan carok ternyata bukan hanya masalah perselingkuran saja, akan tetapi persoalan sepela juga menjadi carok bagi orang Madura. Salah satunya seperti carok massa yang beritakan okezone.com pada 21 Juli 2015.

Carok yang menewaskan dua orang di Dusun Pakaan Tengah, Desa Pakaan Laok, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Senin 20 Juli 2015 itu terjadi, hanya dipicu saling tatap antara warga ketika sedang asyik menikmati orkes dalam resepsi pernikahan di desa setempat.

Saat keramaian dalam acara resepsi pernikahan berlangsung pada malam itu, terdapat dua warga berinisial K dan D yang sedang berbicara. Di tempat tersebut ada warga lain berinisial MR. Kemudian MR melihat K dan D dengan mata melotot. Lalu MR ditanya oleh K kenapa melihatnya dengan tatapan yang menantang.

Kesal, MR pulang dan kembali lagi dengan membawa kelompoknya. Setelah berada di lokasi, MR tidak menemukan K dan D. MR dan rekan-rekannya lantas menanyakan keberadaan K dan D yang disambut warga lain berinisial MTD. Melihat kedatangan MR dan kawan-kawannya membawa celurit, MTD lantas mengeluarkan senjata tajam.

Cekcok mulut tak terelakan, MTD kemudian dibacok oleh orang tak dikenal dari belakang dan mengenai lehernya. Mendengar situasi gaduh, paman MTD yang berinisial WJ keluar dari rumahnya untuk melihat apa yang terjadi di luar.

Mendapati MTD bersimpah darah, WJ mencoba membantu tetapi malah dibacok hingga tewas oleh orang tak dikenal dari kubu MR. Melihat WJ dan MTD roboh, selanjutnya MR dicarok orang tak dikenal dari kubu yang berbeda. MR tewas di lokasi yang sama. Mendapatkan informasi saling carok di desa tersebut, selanjutnya empat anggota Polsek Galis turun ke lokasi dan menyelamatkan MTD yang mengalami luka berat.

“MTD dilarikan ke rumah sakit yang ada di Surabaya untuk diselamatkan jiwanya. Untuk motifnya karena salah paham, sedangkan tersangkanya masih kami lidik,” ujar Kapolsek Galis AKP Hari Akrianto kala itu.

Hingga era milenial ini, peristiwa pembunuhan atau yang dikenal dengan sebutan carok, masih sering terjadi di Madura, meski penduduk di Madura ini dikenal sebagai penduduk yang agamis dan taat beragama.

Sejumlah media nasional juga memberitakan, carok tidak hanya terjadi di lingkungan umum, akan tetapi juga pernah terjadi di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan, seperti dilansir situs suara.com, 29 April 2018. (WM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.