Begini Cara Achsanul Qosasi Berdayakan Seniman Madura


Salah satu lukisan dinding karya seniman Madura dalam lomba melukis pemain Madura United yang digelar Presiden Klub Madura United FC Achsanul Qosasi.

WARTAMADURA.COM – Presiden Klub Madura United FC Achsanul Qosasi memberdayakan para seniman dari empat kabupaten di Pulau Madura untuk ikut proaktif dalam mempromosikan dunia sepak bola dengan cara melukis para pemain klub itu.

“Mural atau lukisan pada dinding tentang pemain sepak bola Madura United ini, sebagai upaya untuk memberdayakan para pegiat seni rupa di Madura,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq kepada wartawan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur Sabtu (15/9/2018).

Sebanyak 40 seniman dari berbagai empat kabupaten di Pulau Madura itu, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep ambil bagian dalam ajang lomba melukis pemain klub sepak bola itu.

Panitia menyediakan sebanyak 22 kotak sebagai objek lukisan dengan satu orang pemain Madura United.

“Sistemnya kelompok. Jadi satu kotak dinding yang hendak dilukis bisa dua atau hingga empat orang pelukis,” kata “Habib” sapaan karib Zaiul Haq.

Lukisan dinding pemain Madura United ini di bagian bekalang kantor Madura United dan telah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

Menurut Habib, target lukisan dinding pemain Madura United selesai pada 20 September 2018, sebelum peresmian kantor klub sepak bola itu.

Panitia menentukan secara langsung pemain yang hendak dilukis, seperti Bayu Gatra Sanggiawan, Fabiano Da Rosa Beltram, Engelberd Sani dan sejumlah pemain lainnya.

“Cara ini kami lakukan, karena kami ingin memberdayakan semuanya. Sepak bola adalah pintu masuk untuk memberdayaan masyarakat Madura,” kata Achsanul Qosasi.

Sementara itu, kalangan seniman di Madura mengaku bangga dengan kebijakan “AQ” sapaan karib Achsanul Qosasi itu yang mau melibatkan seniman untuk ikut ambil bagian dalam memajukan klub sepak bola Madura United FC.

“Melalui lomba melukis di dinding ini saya melihat Pak AQ ingin maju secara bersama-sama, termasuk memberdayakan potensi seniman yang ada di Madura ini,” kata seniman Pamekasan yang juga ikut dalam lomba melukis pemain Madura United itu.

Menurut Media Officer Madura United FC Tabri Syaifullah Munir, awalnya, para seniman yang mendaftar hendak ikut dalam lomba “mural” di kantor Madura United FC banyak dari luar Madura, seperti Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

“Tapi karena Pak AQ ingin mengutakan seniman lukis di Madura ini, maka peserta dari luar Madura terpaksa tertolak, apalagi spacenya memang terbatas, yakni hanya 22 kotak saja,” kata Tabri.

Lomba melukis pemain di dinding markas klub Madura United di Kabupaten Pamekasan memperebutkan hadiah total Rp15 juta.

Panitia juga menyediakan uang makan dan uang selama pelaksanaan berlangsung, yakni masing-masing kotak Rp700 ribu, termasuk cat dan berbagai kelengkapan melukis lainnya.

Achsanul Qosasi awalnya merupakan manajer klub sepak bola Persepam Madura United. Namun, keberadaan “AQ” diklub ini dikudeta dan Persepam diminta dikembalikan ke Pemkab Pamekasan.

AQ kemudian membeli klub sendiri dan diberinama Madura United FC, sedangkan Persepam diubah menjadi “Persepam Madura Utama” dan kini telah terdegradasi ke Liga 3 Indonesia.

Orang-orang yang dulu mengkudeta “AQ” tidak bertanggung jawab dengan kondisi Persepam saat ini, malah klub ini terpaksa meminta-meminta di jalan raya untuk biaya kompetisi klub. (WM-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.