Polisi Bentuk Tim Khusus Tangani Kecelakaan Laut di Madura


Ilustrasi

WARTAMADURA.COM – Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur membentuk tim untuk mempercepat penyelidikan kecelakaan laut di Pulau Payangan, Kecamatan/Pulau Sapudi.

“Membentuk Tim untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kapal tunda yang menabrak perahu tersebut,” kata IPDA Agus Sepenu kepada wartawan, Selasa (11/9/2018).

Tidak hanya itu polisi juga akan mendatangi rumah Mis nelayan asal Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek. Mis merupakan salah satu korban yang selamat .

“Berkoordinasi dengann Dit Pol Airud, Basarnas dan TNI AL utk melakukan pencarian terhadap 3 orangg nelayan yg hilang,” tegasnya.

Sebelumnya Senin, 03 September 2018, sekira pukul 00.00 wib, telah terjadi laka laut di Perairan Pulau Sapudi. Lokasi kejadian itu terjadi sekitar 15 mil dari Pulau Sapudi.

Terungkapnya peristiwa tersebut diketahui setelah Mis melaporkan kejadian itu kepada Polsek Dungkek pada Senin, 10 September 2018. Akibat insiden tersebut tiga nelayan yakni Dahyu, Encing dan Musa dinyatakan hilang.

Sebelumnya, kapal nelayan dikabarkan mengalami kecelakaan di periaran Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kapal berpenumpang empat nelayan ditabrak kapal takbut atau kapal muatan kosong batu bara.

Versi Kepolisian, kecelakaan tersebut terjadi pada hari Senin, 3 Sepetember 2018 lalu. Bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat nelayan bernama Mis bersama Dahyu, Encing dan Musa berangkat memancing ke Pulau Kangean.

Pukul 15.00 WIB, empat nelayan yang sama-sama warga Desa Bancamara, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek itu sampai di Pulau Payangan, kurang lebih 15 mil dari Pulau Sapudi.

“Niatnya mereka hendak mencari ikan di sebelah utara perairan Pulau Payangan,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, Ipda Agus Suparno dalam keterangan persnya kepada wartawan di Sumenep Selasa (11/9/2018).

Lalu, pada pukul 00.00 WIB, ketika mereka sedang memancing tiba-tiba perahu mereka tertabrak kapal takbut (muatan kosong) tujuan ke kalimantan. Akibatnya, mereka terpental dari perahu, namun mereka masih sempat memegang tali tampar kapal.

Tetapi, selang waktu beberapa menit ketiga teman Mis yaitu Dahyu, Encing dan Musa terlepas dari tali dan kembali terpental serta langsung hilang, hanya tersisa Mis saja yang masih bertahan memegang tali tampar kapal takbut sampai ke Kalimantan.

“Sesampainya di Kalimantan, bapak Mis ini ditolong dan dinaikan ke atas takbut, dan oleh nakhoda takbut dia diberi uang sebesar 1 juta rupiah untuk pulang ke Sumenep,” paparnya.

Selanjutnya, Mis diantarkan ke bandara di Balikpapan untuk menuju Surabaya. Pada hari Minggu, 9 September 2018 sekitar pukul 03.00 WIB, korban selamat ini tiba di Surabya dengan selamat.

“Dari Surabaya, bapak Mis ikut travel jurusan Sumenep. Ia sempat mampir ke rumah saudaranya di Kecamatan Lenteng sebelum akhirnya ke rumahnya di Desa Bancamara, Pulau Giliyang,” kisahnya.

Setelah itu, Mis melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa setempat, dan baru pukul sekitar 22.30 WIB, laporan dilanjutkan ke Mapolsek Dungkek.

Menurut Agus Suparno, dari laporan itu, polisi sudah mendatangi rumah Mis untuk diambil keterangan lebih mendalam. Kemudian, pihaknya membentuk tim untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kapal takbut yg menabrak perahu tersebut.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dit Pol Airud, Basarnas dan TNI AL untuk melakukan pencarian terhadap tiga orang rekan korban selamat yang masih hilang,” pungkasnya. (WM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.