Kebakaran Kembali Melanda Pamekasan


Lokasi kebakaran toko di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

WARTAMADURA.COM – Kebakaran kembali terjadi di Pamekasab, Jawa Timur, Senin siang sekitar pukul 11.20 WIB setelah sebelumnya terjadi di tiga lokasi berbeda di wilayah itu.

“Kali ini yang terbakar sebuah toko di Jalan Pangeran Diponegoro Pamekasan,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono dalam keterangan persnya yang diterima wartamadura.com, Senin (10/9/2018) sore.

Toko yang terbakar itu di depan Kafe Sudimampir bagian timur yang terletak di lantai II.

Kebakaran pada posisi selatan toko, sehingga sempat menyukitkan petugas untuk melakukan pemadaman.

Toko Yuliana yang terbakar ini terdempetan dengan toko-toko lain yang ada di sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro, sehingga membuat khawatir para pemilik toko lainnya.

Mereka sempat berhamburan keluar toko dan membantu petugas memutus jaringan listrik dengan menghubungi pihak PLN.

Menurut Budi Cahyono, kebakaran toko itu memang karena terjadi sambungan arus pendek listrik.

“Namun berkat kesigapan petugas dan bantuan warga, kebaran Toko Yuliana di lantai II itu bisa segera teratasi,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut Budi Cahyono, musibah kebakaran toko di Jalan Pangeran Diponegoro Pamekasan, Madura, Jawa Timur itu merupaka kali ke-85 selama kemarau.

“Yang pasti di Pamekasan ini hampir setiap hari selalu ada kebakaran,” katanya, menjelaskan. (WM-3)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.