Pengamanan Diperketat Pascaputusan MK di Sampang Madura


Pengamanan objek vital di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur pascaputusan Mahkamah Konstitusi tentang pilkada ulang.

WARTAMADURA.COM – Polres Sampang, Madura, Jawa Timur, kian memperketat pengamanan di sejumlah objek vital di wilayah itu, pascakeputusan Mahkamah Konstitusi tentang pelaksanaan pilkada ulang.

“Saat ini, jumlah personel yang kami terjunkan khusus mengamankan objek vital di Sampang ini sebanyak 350 personel,” kata Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman di Sampang, Rabu (5/9/2018) malam.

Ke-350 personel ini merupakan gabungan dari unsur polisi, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Sampang.

Sejumlah objek vital yang menjadi perhatian khusus aparat, antara lain kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan gudang penyimpanan logistik pemilu.

“Para pasangan calon bupati dan wakil bupati juga kami amankan,” ujar kapolres.

Selain itu, Polres Sampang juga meminta bantuan personel dari Brimob Polda Jatim.

Pasukan bersenjata lengkap dari Brimob Polda Jatim dan pasukan pengurai massa dari Sabhara Polres Sampang, nampak berjaga-jaga di depan kantor KPU Sampang.

Setiap orang hendak masuk ke halaman kantor KPU Sampang diperiksa dengan menggunakan alat pendeteksi logam.

“Upaya memperketat pengamanan ini kami lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kami inginkan,” katanya, menjelaskan.

Menurut kapolres, sejak putusan MK dibacakan hingga kini, tim intelijen memang belum mendeteksi adanya hal-hal yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan.

“Tapi kan prinsip polisi pada antisipasi hal terburuk,” katanya.

Mahkamah Konstitusi (MK), memerintah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang, Jawa Timur menginstruksikan menggelar pilkada ulang, karena ditemukan indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pilkada serentak 27 Juni 2018.

Pelaksanaan pilkada ulang adalah 60 hari sejak putusan diucapkan majelis hakim.

Sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilkada Sampang itu mulai pukul 14.00 WIB, dan diputus dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh sembilan Hakim Konstitusi, yaitu Anwar Usman selaku Ketua merangkap Anggota, Aswanto, Arief Hidayat, Suhartoyo, Enny Nurbaningsih, I Dewa Gede Palguna, Manahan M.P Sitompul, Saldi Isra, dan Wahiduddin Adams, masing-masing
sebagai Anggota.

Sidang selesai diucapkan pada pukul 15.06 WIB, dihadiri oleh Pemohon/kuasa hukumnya, Termohon/kuasa hukumnya, dan para pihak.

MK juga mengisntruksikan KPU Sampang menggelar pelaksanaan pemungutan suara umum dengan mendasarkan pada Daftar Pemilih
Tetap yang telah diperbaiki.

Selanjutnya memerintahkan kepada lembaga penyelenggara dan lembaga pengawas untuk melaporkan secara tertulis kepada Mahkamah hasil pemungutan suara ulang tersebut selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah pemungutan suara ulang.

Sementara aparat keamanan yakni Polres Sampang dan Polda Jatim diinstruksikan untuk mengamankan pelaksanaan pemungutan suara ulang itu.

Sebelumnya hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada Sampang yang dugelar 27 Juni 2018 itu memenangkan pasangan calon nomor urut 1 Haji Slamet Junaidi dan Abdullah Hidayat dengan perolehan 257.121 suara.

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang nomor urut 2 yakni H. Hermanto Subaidi dan Suparto meraih dukungan 252.676 Suara, atau selisih 4.445 suara dibanding nomor urut 1.

Sedangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati dengan perolehan suara terbanyak ialah nomor urut 3 yakni Haji Hisan dan Abdullah Mansur dengan perolehan 166.059 suara. (WM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.