Hermanto Minta Pendukungnya Tenang Menyikapi Putusan MK


Cabup Sampang Haji Hermanto Subaidi

WARTAMADURA.COM – Calon Bupati Sampang Haji Hermanto Subaidi dan Suparto (Mantap) meminta pendukungnya bersikap tenang dalam menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil perolehan suara pada pilkada 27 Juni 2018.

Mantan Sekda Pemkab Sampang, Madura, Jawa Timur itu meminta agar mereka tidak menyampaikan kata-kata yang bisa memancing emosi massa.

“Baru saja Mahkamah Konstitusi (MK) telah membacakan putusannya, dan memerintahkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang menggelar pilkada ulang. Kami meminta mari kita jaga situasi kondusif di Sampang ini,” kata Hermanto saat menyampaikan keterangan pers terkait putusan MK itu, Rabu (5/9/2018).

Hermanto mengajak kepada semua pendukungnya agar bersikap santun dan ikut bertanggung jawab tentang keamanan di Kabupaten Sampang.

Menurut dia, hal itu bisa diwujudkan, apabila segenap lapisan masyarakat punya rasa memiliki dan tanggung jawab akan keamanan di Kabupaten Sampang.

“Mari kita jaga ucapan dan kita laksanakan proses demokrasi di Sampang ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya, menjelaskan.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi memerintah Komisi Pemilihan Umum Sampang, Madura, Jawa Timur, agar menggelar pilkada ulang, karena ditemukan indikasi kecurangan dalam pelaksanaan pilkada serentak 27 Juni 2018.

Dalam amar putusannya, pelaksanaan pilkada ulang adalah 60 hari sejak putusan tersebut diucapkan oleh majelis hakim.

Sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilkada Sampang itu mulai pukul 14.00 WIB, dan diputus dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh sembilan hakim konstitusi.

Mereka adalah Anwar Usman selaku ketua merangkap anggota, Aswanto, Arief Hidayat, Suhartoyo, Enny Nurbaningsih, I Dewa Gede Palguna, Manahan M.P Sitompul, Saldi Isra, dan Wahiduddin Adams, masing-masing sebagai anggota.

Sidang selesai diucapkan pada pukul 15.06 WIB, dihadiri pemohon/kuasa hukumnya, termohon/kuasa hukumnya, dan para pihak.

MK juga menginstruksikan KPU Sampang menggelar pelaksanaan pemungutan suara umum dengan mendasarkan pada Daftar Pemilih Tetap yang telah diperbaiki.

Selanjutnya memerintahkan kepada lembaga penyelenggara dan lembaga pengawas untuk melaporkan secara tertulis kepada Mahkamah hasil pemungutan suara ulang tersebut selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah pemungutan suara ulang.

Sementara aparat keamanan yakni Polres Sampang dan Polda Jatim diinstruksikan untuk mengamankan pelaksanaan pemungutan suara ulang itu.

Kuasa Hukum pihak tergugat, yakni Pasangan Calon Bupati Hermanto Subaidi – Suparto, Bahri mengatakan putusan MK itu final dan mengingat dan memang sesuai fakta di persidangan.

Sebelumnya hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada Sampang 27 Juni 2018 itu memenangkan pasangan calon nomor urut 1 Haji Slamet Junaidi dan Abdullah Hidayat dengan perolehan 257.121 suara.

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang nomor urut 2 yakni H. Hermanto Subaidi dan Suparto meraih dukungan 252.676 suara, atau selisih 4.445 suara dibanding nomor urut 1.

Sedangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3 yakni Haji Hisan dan Abdullah Mansur dengan perolehan 166.059 suara.(WM)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.