Serunya Program “Madura United Go To School” di Pamekasan


Permainan game oleh Slamet Nurcahyo pada program “Madura United Go To School” di SMA Negeri 3 Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (3/9/2018).

WARTAMADURA.COM – Program “Madura United Go to School” dimulai Senin (3/9/2018) pagi. Di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sedikitnya ada tiga lembaga pendidikan yang didatangi oleh pemain Laskar Sape Kerrab.

Bukan hanya pemain, jajaran tim pelatih juga ikut blusukan ke sekolah-sekolah didampingi manajemen klub sepak bola berjuluk “Laskar Sape Kerrap” milik Achsanul Qosasi itu.

Pertama, pemain yang beranggotakan, Slamet Nurcahyo, Milad Zeneyedpour, Guntur Ariyadi, Alfath Fatier, Tanjung Sugiarto, dan Pelatih Kiper, Hendro Kartiko menyambangi MAN 2 Pamekasan, pukul 08.30 WIB.

Kemudian, pukul 09.30 WIB, bergerak ke SMAN 3 Pamekasan, terakhir para pemain menyapa siswa di SMK 3 Pamekasan.

Antusiasme para siswa dan juga guru dalam menyambut kedatangan para pemain sangat luar biasa.

Di masing-masing sekolah, satu persatu pemain diberi kesempatan untuk menyapa siswa menggunakan pengeras suara yang telah disiapkan pihak sekolah.

Tak sedikit, dari siswa yang berteriak histeris karena tidak menyangka sekolahnya akan kedatangan para pemain Madura United.

Momen kedatangan para pemain pun diabadikan para siswa bahkan guru dengan melakukan foto bersama.

Yang lebih seru, saat pemain Madura United mengajak para siswa bermain game bersama. Seperti yang dilakukan, Slamet Nurcahyo.

Pemain bernomor punggung 10 itu meminta sejumlah siswa untuk menjalani challenge darinya. Siswa pun berebutan untuk menerima tantangan tersebut.

Challenge dari Slamet Nurcahyo yaitu juggling bola. Para siswa diminta membentuk lingkaran sambil memegang tangan siswa lainnya.

Namun, siswa sering gagal melakukan juggling bola, meski beberapa kali diberi kesempatan untuk mencobanya kembali.

“Kalian harus konsentrasi, kompak, dan bekerjasama dalam melakukan apa pun, termasuk permainan ini, agar bolanya tidak cepat jatuh,” kata Slamet Nurcahyo kepada para siswa.

Game heading bola dari pemain Madura United, Guntur Ariyadi kepada siswa
Tidak hanya Slamet Nurcahyo, game lain juga diberikan oleh pemain Madura United lainnya. Para siswa semangat mengikuti sejumlah game dari pemain karena tertarik dengan hadiahnya.

Voucher belanja di Distro Madura United, kaus hingga tiket gratis adalah di antara hadiah yang diperebutkan oleh siswa.

Sejatinya, program Madura United Go to School tidak hanya diisi dengan permainan-permainan saja, tetapi ada sisi edukatifnya juga.

Hendro Kartiko kebagian tugas memberikan pertanyaan kepada siswa seputar Madura United. Tak disangka, siswa mampu menjawab benar semua pertanyaan-pertanyaan dari mantan kiper timnas tersebut.

Sebelum kegiatan itu berakhir, semua siswa menyerbu para pemain sakadar minta foto dan tanda tangan. Dengan ramah, para pemain melayani setiap permintaan siswa.

Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Ziaul Haq yang mendampingi pemain Madura United ke sekolah-sekolah mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan agar pemain semakin dekat dengan masyarakat, termasuk siswa.

“Madura United Go to School merupakan program yang sudah direncanakan sejak awal tahun, namun baru bisa direalisasikan hari ini. Tunjuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kedekatan antara pemain dengan suporternya, pendukungnya,” katanya, Senin (3/9).

“Tapi tidak kalah penting, kami ingin menjadikan sepak bola ini momen untuk menggali nilai-nilai persaudaraan, persahabatan, sportifitas dan kedisiplinan,” sambung Habib sapaan akrab Ziaul Haq.

Habib mengungkapkan, sasaran program tidak hanya sekolah-sekolah, tetapi juga ke beberapa pondok pesantren di Madura. Dan, hari ini, kunjungan ke pesantren juga tengah dilakukan di kabupaten lain, di antaranya Kabupaten Sumenep dan Sampang.

Menurutnya, dalam program ini, para pemain Madura United dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada yang ke Kabupaten Sumenep, juga ke Kabupaten Sampang. “Pondok pesantren dan sekolah, memang itu adalah target kami,” ungkapnya.

“Karena ini bukan hanya program satu tahun sekali kemungkinan akan ada dalam waktu empat atau enam bulan ke depan, kami ke desa dan ke pasar-pasar. Itu sebagai bentuk realitas bahwa Madura United tidak akan berarti tanpa ada dukungan dan antusias dari masyarakat Madura,” ujarnya. (Wm-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.