Inilah Barang Bukti Hasil Sitaan Kasus Pungli Sampang


Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman saat menyampaikan rilis barang bukti hasil sitaan operasi tangkap tangan kasus pungli di Pasar Tradisional Srimangunan Sampang yang dilakukan oleh tiga orang tersangka oknum ASN di lingkungan pemkab setempat.

WARTAMADURA.COM – Polres Sampang, Madura, Kamis (30/8/2018) merilis barang bukti hasil dalam operasi tangkap tangan (OTT) praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum Petugas Pasar Tradisional Srimangunan pada pedagang yang terjadi Rabu (29/8/2018).

“Dari hasil operasi yang kami lakukan kemarin, kami berhasil menyita uang sebanyak Rp591 ribu dan 3 bendel kancis polowijo di Pasar Srimangunan,” ujar Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman.

Saat menyampaikan rilis tentang pungli hasil OTT di Pasar Srimangunan Kota Sampang, Madura itu, kapolres didampingi oleh Wakapolres Sampang Kompol Suhartono, serta sejumlah staf Humas Polres Sampang.

Ia menjelaskan, polisi juga telah menetapkan sebanyak tiga orang sebagai tersangka dalam kasus itu. Masing-masing berinisial MS (51), yakni aparatur sipil negera (ASN) di lingkungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Sampang warga Jalan Imam Ghazali sebagai petugas retribusi, MH (28) warga Jalan Kenari sebagai tenaga honorer dan FS (45) warga Jalan Lawu Sampang juga sebagai tenaga honorer.

Menurut kapolres, penetapan ketiga orang tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup, serta berdasarkan hasil keterangan saksi saat dilakukan penyidikan oleh tim penyidik Polres Sampang.

“Dari hasil penyidikan itu terungkap bahwa mereka melakukan tindak pidana korupsi yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang melawan hukum dengan menyalahgunakan kekuasaannya,” ujar kapolres.

Budhi menuturkan, modus yang digunakan tersangka ini dengan cara meminta uang kepada pedagang untuk karcis retribusi.

Akan tetapi, uang dari penarikan retribusi tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan karcis tidak diberikan ke pedagang. “Satu lembar karcis itu sebesar Rp1.500,” ucap kapolres.

Dari tersangka MS, polisi mengamankan 1 bendel karcis berisi 100 lembar yang telah, dan dari jumlah itu sebanyak 56 lembar telah tersobek.

Seharusnya, uang didapat MS dari 56 karcis yang telah tersobek itu sebanyak Rp84.000, mengingat, retribusi yang ditetapkan Pemkab Sampang sebesar Rp1.500 per lembar. Namun faktanya, uang diperoleh MS sebanyak Rp164.500.

“Ini terjadi, karena karcis tidak diberikan dan diberikan kembali kepada pedagang lainnya. Dan uangnya jelas masuk kantong pribadi si petugas pasar itu,” katanya.

Kemudian, dari tersangka MH diketahui karcis tersobek sebanyak 81 lembar dengan uang Rp280.500, dan dari tersangka AF karcis tersobek sebanyak 37 lembar dan uang diterima Rp146 ribu.

ASN lainnya yang juga telah diperiksa tim penyidik Polres Sampang terkait kasus pungli retribusi karcis pasar itu adalah AY (58) warga Jalan Manggis, dan AL (45) tenaga honorer warga asal Jalan Sersan Misrul, Pamekasan. “Keduanya diperiksa sebagai saksi,” ucap kapolres.

Sementara itu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, ketiga tersangka, yakni MS (51), MH (28) dan FS (45) dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara.

Operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan oknum ASN di lingkungan Pemkab Sampang, Madura, Jawa Timur itu pada Rabu (29/8/2018) sekitar pukul 10.00 WIB di Pasar Tradisional Srimangunan Sampang.

Mereka diamankan Tim Saber Pungli Sampang karena diduga melakukan pungli retribusi lapak pedagang. (WM-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.