Antara Kholil dan Badrut Tamam dalam Kasus P2SEM


WARTAMADURA.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kembali mengusut kasus dugaan korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) tahun anggaran 2008 senilai Rp1,4 triliun yang diduga melibatkan sejumlah anggota DPRD Jatim kala itu.

KH Kholilurrahman dan Badrut Tamam, merupakan anggota DPRD Jatim. Sejak menjadi bupati terpilih pada 27 Juni 2018, Badrut Tamam santer dikabarkan terlibat dalam kasus ini, karena merupakan anggota DPRD Jatim, namun tidak demikian halnya dengan KH Kholilurrahman.

Berdasarkan data wikipedia, KH Kholilurrahman adalah mantan Bupati Pamekasan (2008-2013) dan legislator senior di DPRD Provinsi Jawa Timur (1999-2004 dan 2004-2008). Sedangkan Badrut Tamam, terpilih menjadi anggota DPRD Jatim setelah Kholilurrahman.

Kejati Jatim telah memeriksa 15 orang anggota DPRD Jatim baik aktif maupun nonaktif terkait kasus itu.

Diantara mereka yang diperiksa itu ialah, Sudono Sueb (PAN), Achmad Subhan (PKS), Suhandoyo (PDIP), Mochamad Arif Junaidi (PKNU), Gatot Sudjito (Partai Golkar) serta Harbiah Salahudin (Golkar). Kemudian Ahmad Sufiyaji (PKB), Lambortus Lovis Wajong (Partai Golkar), Masjkur Hasjim (PPP), Islan Gatot Inbata (PDIP), Musyafa’ Noer (PPP), Ja’Far Sodiq (PKB), Farid Alfauzi, dan Afif Subekti staf DPRD Jatim.

Sedangkan dua orang saksi, yakni Suhartono Wijaya (Partai Demokrat) dan Cholili Mugi (PKB) telah meninggal dunia. Pemeriksaan terakhir oleh Kejati jatim dilakukan terhadap Farid Alfauzi, anggota DPR RI yang pernah bertarung di Pilkada Bangkalan 2018 dan Afif Subekti, staf DPRD Jatim. Sejumlah saksi yang dipanggil itu merupakan hasil pengembangan pascatertangkapnya saksi kunci, yakni Bagoes Soetjipto.

Bagoes merupakan dokter spesialis jantung di RSUD dr Soetomo Surabaya. Dia merupakan saksi kunci kasus mega korupsi dana hibah senilai Rp277 miliar dari Pemprov Jatim tahun 2008 yang disalurkan melalui 100 anggota DPRD Jatim.

Sejumlah media menyebutkan, skandal mega korupsi itu akhirnya terbongkar dan 25 orang menjadi terpidana. Bahkan, Ketua DPRD Jatim periode 2004-2009 Fathorrasjid (almarhum) juga dijatuhi hukuman enam tahun penjara oleh PN Surabaya. Jika melihat masa periode ketua DPRD Jatim yang ditetapkan sebagai tersangka dan telah diproses di PN Surabaya itu, KH Kholilurrahman masuk dalam 100 anggota DPRD Jatim yang ikut menerima penyaluran dana P2SEM.

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Jatim Fathor kepada media menyebutkan, semua anggota DPRD Jatim mengajukan proposal untuk mencairkan dana yang bersumber dari APBD 2008 itu. Nilai dana hibah sebesar Rp202 miliar dari total Rp1,4 triliun.

Ia juga menyebut ada 99 anggota DPRD Jatim yang menerima dana P2SEM. Para anggota dewan itu menerima dana P2SEM secara terpisah mulai dari Rp500 juta hingga mencapai Rp31 miliar.

Kini publik di Madura masih menunggu, siapa sebenarnya yang terlibat dalam kasus P2SEM diantara dua tokoh asal Kabupaten Pamekasan itu, apakah KH Kholilurrahman atau Badrut Tamam?. (WM-2)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.