PT Sampoerna Beli Tembakau Madura Hasil Kemitraan


WARTAMADURA.COM – Perusahaan Rokok Sampoerna tahun ini membeli tembakau Madura hasil kemitraan antara petani dengan perusahaan rokok itu, karena kualitas tembakau yang diinginkan oleh perusahaan itu lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Ini sesuai dengan hasil pertemuan antara pihak pabrikan dengan Pemkab Pamekasan dan perwakilan DPRD Pamekasan beberapa waktu lalu,” kata Wakil Ketua DPRD Pamekasan M Suli Faris seperti dilansir sejumlah media di Pulau Garam itu, Senin (27/8/2018).

Perusahaan Rokok Sampoerna merupakan salah satu perusahaan yang melakukan pembelian tembakau Madura pada musim tanam tembakau tahun ini.

Perusahaan lainnya yang juga melakukan pembelian tembakau Madura adalah PT Djarum, Gudang Garam, PT Sadhana Arifnusa, Bentoel, Nojorono, PR Sukun dan PT Wismilak.

PT Djarum berencana membeli tembakau Madura sebanyak 6.000 ton, PT Gudang Garam 5.000 ton, PT Sadhana Arifnusa 1.500 ton dan PT Bentoel sebanyak 1.500 ton.

Kemudian PT Nojorono membutuhkan tembakau sebanyak 600 ton, PT Sukun 500 ton dan Wismilak berencana membeli tembakau Madura sebanyak 500 ton, sehingga rencana total pembelian sebanyak 10.600 ton.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Pamekasan Bambang Edy Suprapto, rencana pembelian tembakau Madura oleh pihak pabrikan tahun ini jauh lebih rendah dari tahun lalu. Sebab, pada musim tanam tembakau 2017, target pembelian tembakau oleh pihak pabrikan sebanyak 20.800 ton.

Harga jual tembakau Madura pada musim tanam tahun 2018 untuk mencapai titik impas atau break even point (BEP) naik Rp2.953 dari sebelumnya Rp36.978 per kilogram, menjadi Rp39.931 per kilogram.

“Kenaikan harga jual tembakau ini berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan Disperindag bersama Asosiasi Petani Tembakau Pamekasan,” ujar Bambang.

BEP sebesar Rp39.931 per kilogram ini, berdasarkan perhitungan lahan tanpa sewa.

“BEP harga jual tembakau ini perlu diketahui publik agar menjadi pertimbangan bagi pihak pabrikan dalam menetapkan harga beli tembakau kepada para petani,” katanya.

Jika, sambung dia, pihak pabrikan membeli tembakau dibawah harga Rp39.931 per kilogram, maka petani akan mengalami kerugian.

“Ketentuan BEP ini didasarkan pada biaya tanam, perawatan selama satu musim, termasuk harga pupuk,” ujarnya, menjelaskan.

Sementara itu, BEP tembakau Madura di Kabupaten Pamekasan ini setiap tahun meningkat.

Berdasarkan data Disperindag Pamekasan pada 2015, BEP tembakau Madura sebesar Rp30.381 per kilogram.

Ia menilai, pabrikan yang melakukan kemitraan dengan petani tembakau di Pamekasan, dipastikan akan membeli tembakau Madura sesuai dengan BEP yang telah ditetapkan, sebab praktik kemitraan memangkas proses jual beli tembakau dari petani ke pabrikan.

“Kalau tanpa kemitraan kan masih melalui pedagang, lalu dari pedagang kepada pabrikan. Tapi kalau kemitraan, petani langsung menjual tembakau kepada pabrik,” pungkasnya. (WM-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.