Ketua Umum Partai Islam Ini Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi


Ketua Umum PPP M Romahurmuziy.

WARTAMADURA.COM – Asas Islam sebagai asas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak menjadi jaminan, bahwa pengurus partai bebas dari tindakan pelanggaran hukum, baik hukum positif maupun hukum agama.

Justru di tubuh partai berasaskan Islam ini, bibit koruptor mulai terendus aparat penegak hukum. Sama sebagaimana partai yang tidak berasaskan Islam. Buktinya, pada 11 Januari 2016, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis bersalah Ketua Partai yang berasaskan Islam, yakni Suryadharma Ali, karena terbukti menyalahgunakan jabatannya selaku menteri dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010-2013 dan dalam penggunaan dana operasional menteri.

Kasus korupsi mantan Ketua Umum PPP ini, ternyata bukan yang pertama, akan tetapi diduga dilanjutkan oleh generasi penerusnya, yakni Ketua Umum PPP saat ini, M Romahurmuziy alias Romi yang pada saat kepemimpinan Suryadharma Ali, si Romi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend), lalu menjadi pengganti Suryadharma Ali.

Pada Kamis (23/8/2018) Romi mulai diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi terkait dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Usai diperiksa, ia mengaku dicecar soal uang Rp1,4 miliar oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama kurang lebih tiga jam.

Uang Rp1,4 miliar yang ditelisik lembaga antirasuah merupakan temuan saat melakukan operasi penggeledahan di kediaman Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono.

“Ya, ditanya soal penyitaan uang di salah satu rumah fungsionaris PPP, dan saya memang tidak tahu, karena yang bersangkutan kan menjalankan bisnis-bisnis yang di luar urusan partai,” kata Romi usai pemeriksaan di Gedung KPK kepada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (23/8/2018).

Tak hanya itu, Romi juga dikonfirmasi seputaran tugas pokok dan fungsinya sebagai orang nomor satu di partainya tersebut. Mengingat, uang Rp1,4 miliar itu ditemukan disalah satu anggotanya.

“Tentu ini ditanyakan, karena ada fungsionaris PPP (Wabendum PPP) yang sebelumnya juga sudah diperiksa, sehingga saya ditanya tentang tugas pokok dan fungsi yang bersangkutan,” tutur Romi.

Dalam pengembangan kasus ini, penyidik sebelumnya melakukan penggeledahan di kediaman Puji Suhartono di Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan pada 31 Juli, penyidik menyita uang senilai Rp1,4 miliar dalam bentuk pecahan Dolar Singapura‎. Barang yang disita tersebut diduga kuat berkaitan dengan perkara suap ini.

KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus korupsi usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN-P 2018. Mereka adalah Anggota Komisi XI DPR RI Amin Santono, Ahmad Ghiast dua lagi adalah PNS Kemenkeu, Yaya Purnomo dan Eka Kamaluddin diduga perantara suap.

Amin Santono diduga telah menerima uang suap ‎sebesar Rp500 juta dari dua proyek di Kabupaten Sumedang dengan nilai total proyek sekira Rp25 miliar. uang Rp500 juta tersebut diduga bagian dari total komitmen fee sebesar Rp1,7 miliar.

Uang tersebut diberikan kepada Amin Santono dari seorang kontraktor di lingkungan Pemkab Sumedang, Ahmad Ghiast. Uang Rp500 juta diberikan kepada Amin dalam dua tahapan.

Pada tahapan pertama, Ahmad Ghiast mentransfer uang Rp100 juta melalui seorang perantara suap Eka Kamaluddin. Kemudian, tahapan kedua, Ahmad Ghiast menyerahkan secara langung di sebuah restoran di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sementara itu Yaya Purnama berperan bersama-sama serta membantu Amin Santono meloloskan dua proyek di Pemkab Sumedang. Dua proyek tersebut yakni, proyek pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan di Kabupaten Sumedang dan proyek di Dinas PUPR Sumedang.

Pemeriksaan Ketua Partai Islam, PPP tersebut, mengingatkan publik pada pernyataan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) di acara ILC TV One bahwa Romi merupakan satu dari beberapa pejabat yang memang terindikasi kasus dugaan korupsi di negeri ini. (WM-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.