Mengungkap Rekam Jejak Khairul Kalam dalam Framing Media


Dokumen tribunnews.com, terkait kasus dugaan korupsi raskin yang melibatkan LSM aktivis antikorupsi di Madura.

WARTAMADURA.COM – Nama Khairul Kalam dipolerkan oleh pegiat media berbasis blog di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dalam beberapa bulan terakhir ini.

Namanya menjadi terkenal di dunia maya, sebagai aktivis yang “getol” menyuarakan dugaan penyimpangan di sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Pamekasan. Namun, belum banyak yang mengetahui siapa sebenarnya pria ini.

Hasil penelusuran blogger Madura di sejumlah media menyebutkan, ternyata Khairul Kalam merupakan mantan terpidana kasus korupsi bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin) di Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan belum lama ini. [Baca Juga: Sebagian Aktivis Antikorupsi Madura Jadi Pelaku Korupsi]

Menurut laporan PortalMadura.com pada Sabtu 8 NOVEMBER 2014 yang disiarkan mulai pukul 03:43 WIB, Khairul Kalam merupakan satu dari lima terdakwa lainnya dalam kasus korupsi yang hendak merampas hak warga miskin tersebut.

Media ini memberitakan, lima terdakwa kasus penyelewengan beras untuk masyarakat miskin (raskin) sebanyak 5,040 ton dari Bulog di Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur akhirnya divonis berbeda, dalam sidang yang digelar di PN Tipikor Surabaya.

Terdakwa Musa (35), bagian Satker Bulog Pamekasan, yang mengawal pendistribusian raskin dan terdakwa Takdirul Amin, sebagai tim pemantau raskin Pemkab Pamekasan, divonis masing-masing 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan, dan uang pengganti Rp 6 juta subsider satu bulan penjara.

Kemudian terdakwa Hadi Murtopo, yang mengatur distribusi raskin di lapangan, atas perintah terdakwa Hasan Samsuri, divonis masing-masing 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan dan uang pengganti masing-masing Rp 6 juta.

Dan terdakwa yang terakhir adalah Khairul Kalam (30), eksekutor dan yang menyewa gudang penyimpanan raskin di Desa Lebek, Kecamatan Pakong ini diputus 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta subside 1 bulan uang pengganti Rp 6 juta subside 1 bulan penjara.

“Para terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan telah melanggar UU Tipikor dan negara dirugikan Rp 30 juta, makanya uang penggantinya dibebankan secara rata terhadap semua terpidana,” kata, Samiaji Zakariya, selaku Kasi Pidsus Kejari Pameksan, kala itu, Jumat (7/11/2014).

Menurut Samiaji, sikap para terpidana maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas vonis tersebut masih pikir-pikir. Sebab vonis yang diberikan hakim terhadap para terdakwa masih lebih ringan dari tuntutan JPU. [Baca Juga: Media Officer Madura United Dipukul LSM di Kantor Dewan]

“Semua terdakwa menerima vonis itu, sedangkan jaksa masih pikir-pikir,” jelasnya.

Sebelumnya, Terdakwa Musa (35), Takdirul Amin, dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. Terdakwa Khairul Kalam (30), dituntut 3 tahun penjara. Sedang terdakwa Hadi Murtopo, dan terdakwa Hasan Samsuri, dituntut masing-masing 2 tahun penjara. (WARTAMADURA.COM)

Baca Juga Artikel Lainnya:

Baca Juga Artikel Lainnya:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.