Dispora Bohongi Publik Terkait Kapasitas Tampung Stadion


Madura United Vs Semen Padang di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Rabu (8/2/2017).

WARTAMADURA.COM – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Muhammad telah melakukan pembohongan publik dengan menyebutkan kapasitas tampung Stadion Gelora Ratu Pamelingan yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan sebanyak 35.000 orang.

Tim gabungan dari unsur pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan pengelola sepak bola menemukan adanya pemalsuan data kapasitas tampung stadion yang selama ini dijadikan kandang klub sepak bola Madura United FC.

Menurut Sekretaris Corporate Madura United FC dari PT Polana Bola Madura Bersatu Umar Wachdin, temuan itu, saat dilakukan penghitungan manual oleh tim gabungan, yakni dari pihak Madura United, LSM, dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Pamekasan.

“Penghitungan manual itu kami lakukan saat Madura United menjamu Persebaya Surabaya pada 25 Mei 2018 kemarin,” ujarnya seperti dilansir situs antaranews.com, Minggu (2/6/2018).

Penghitungan manual mengenai kapasitas tampung Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan itu, dengan mengambil sampel tribun paling padat suporter kala itu, yakni di curva utara yang ditempati suporter Persebaya Surabaya.

Pada saat yang sama, penghitungan juga dilakukan oleh aktivis LSM dan suporter Madura United dengan menggunakan cheker dan berlangsung hingga sekitar 70 meni pertandingan berjalan. Hasilnya diketahui bahwa kapasitas stadion itu hanya 13.407 orang. [Baca Juga: Mengendus Aroma Korupsi Stadion Pamekasan]

Sebelumnya, Pemkab Pamekasan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengklaim, bahwa kapasitas tampung stadion yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan itu sebanyak 35.000 orang.

“Atas klaim bahwa kapasitas tampung Stadion Pamekasan sebanyak 35.000 orang itu, maka kami sangat dirugikan,” kata Umar.

Kerugian tersebut, antara lain, adanya opini bahwa panitia pelaksana pertandingan Madura United telah melakukan penggelapan pajak hiburan, karena setiap pertandingan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan selalu terlihat penuh, sementara jumlah penontot yang dilaporkan jauh dari kapasitas yang diklaim pihak Dispora Pemkab Pamekasan. [Baca Juga: Kapasitas Stadion Pamekasan Terhanya Hanya 13.400 Orang]

“Dalam pertandingan big match, kami selalu mengalami kesulitan memenuhi permintaan tiket penonton dan menyebabkan adanya ektra pengamanan dan juga komplain dari para suporter yang tidak kebagian tiket,” ucap Umar.

Selama menggunkana Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan itu, Umar mengaku, sudah tiga kali Madura United mengalami serangan-serangan, baik serangan fisik maupun psikis, atas beberapa kejadian.

Antara lain, terdapat penonton yang sudah memegang tiket, namun tidak bisa masuk ke arena stadion karena sudah ful, dan itu terjadi saat Madura United menjamu Persija Jakarta pada ISC 2016.

Kemudian, terdapat penonton yang tidak kebagian tiket karena sudah terjual habis, sementara calon penonton datang dari jauh, yakni dari Bandung karena mereka menduga, stadion Pamekasan bisa menampung mereka.

“Kejadian ini pada Liga 1 Indonesia 2017, saat Madura United menjamu Persib Bandung,” katanya, menjelaskan.

Kejadian berikutnya adalah saat Madura United menjadi Persebaya Surabaya pada Liga 1 Indonesia 2018. Banyak suporter Persebaya yang tidak kebagian tiket dan panitia tidak mencetak lagi. [Baca Juga: Media Officer Madura United Dipukul LSM di Kantor Dewan]

“Pada saat menjamu Persebaya Surabaya itu, kami mencetak 13.500 tiket dan itupun penuh,” katanya, menjelaskan.

Dengan demikian, sambung Umar, maka klaim kapasitas tampung stadion Pamekasan sebanyak 35.000 orang itu adalah bohong, karena berdasarkan perhitungan manual yang dilakukan tim gabungan antara pihak Madura United, BKD Pemkab Pamekasan dan LSM hanya 13.407 orang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkab Pamekasan Muhammad menyatakan, jumlah kapasitas tampung stadion Pamekasan itu, menurut konsultan pelaksana proyek, bukan atas perhitungan manual.

“Jadi, kapasitas tampung itu, dari konsultan proyek stadion itu,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, penghitungan manual mengenai kapasitas tampung stadion Pamekasan oleh tim gabungan itu dilakukan, atas desakan desakan LSM Gempa Samhari, saat audiensi ke Komisi IV DPRD Pamekasan.

Samhari yang juga kader Partai Demokrat ini menuding, Madura United telah melakukan pembohongan publik dengan hanya menyetor pajak hiburan ke Pemkab Pamekasan dalam kisaran antara 13.000 hingga 14.000 saja, dalam situasi penonton penuh sesak.

Padahal menurut dia, kapasitas tampung stadion Pamekasan memang seperti yang dirilis Dispora Pemkab Pamekasan, yakni sekitar 35.000 orang penonton.

Saat audiensi, Samhari sempat memukul Media Officer Madura United FC Tabri Syaifullah Munir, namun, segera dilerai oleh beberapa orang staf dan anggota Komisi IV DPRD Pamekasan kala itu. (WARTAMADURA.COM)

Baca Juga Artikel Lainnya:

Baca Juga Artikel Lainnya:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.