Anak Fuad Amin Belum Mengembalikan Mobil Dinas


Moh Makmun Ibnu Fuad, mantan Bupati Bangkalan yang merupakan anak terpidana kasus korupsi migas, Fuad Amin Imron.

WARTAMADURA.COM – Moh Makmun Ibnu Fuad, yakni anak terpidana kasus korupsi migas Bangkalan, Fuad Amin Imron, tidak mengembalikan mobil dinas yang digunakan yang bersangkutan saat menjadi sebagai Bupati Bangkalan.

Muh Makmun Ibnu Fuad sudah tidak menjadi bupati Bangkalan. Namun, mobil dinas dengan nomor polisi (nopol) M 330 HP belum kembali ke bagian aset. Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) juga belum menarik kendaraan jenis Toyota Land Cruiser tersebut hingga Rabu (23/5/2018). [Baca Juga; Kiai Koruptor Ini Akhirnya Dicopot Sebagai Ketua DPRD Bangkalan]

Kepala BPKAD Bangkalan Syamsul Arifin membenarkan bahwa mobdin M 330 HP itu masih di mantan bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad. Namun, pihaknya tidak bisa melangkah. Sebab, dasar untuk bertindak dan melakukan eksekusi tidak ada. ”Kemarin kan BPK melakukan pemeriksaan semua kendaraan roda empat milik aset pemkab. Tapi, punya Pak Bupati Momon tidak diperiksa,” katanya, seperti dilansir Jawapos.com.

Syamsul mengungkapkan, saat ada pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kendaraan dinas itu tidak ada. ”Katanya mengalami kecelakaan. Nah, sekarang masih diperbaiki. Informasinya begitu,” ujarnya. [Baca Juga: Fuad “Korbankan” Istri Muda Demi Putra Mahkota]

Dengan demikian, langkah selanjutnya adalah menunggu hasil rekomendasi laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK. Misalnya, dalam rekomendasi itu pihaknya diminta untuk berkirim surat atau langsung ditarik kepada yang bersangkutan. Apa pun hasil rekomendasinya akan ditindaklanjuti.

”Jadi itu pasti menjadi catatan BPK. Kalau sekarang, keberadaan mobil itu ada di mantan bupati Momon,” jelasnya. [Baca Juga: Kiai Koruptor Ini Masih Populer di Bangkalan]

Syamsul menambahkan, untuk sementara Pj Bupati Bangkalan I Gusti Ngurah Indra Setiabudi Ranuh menggunakan mobdin wakil bupati (Wabup). Dulu kendaraan ini dipakai mantan Wabup Mondir A. Rofii. ”Jenis mobilnya sama, yakni Toyota Land Cruiser,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Khotib Ibnu Marzuki mengatakan, mantan bupati Momon tidak punya hak untuk memakai mobdin milik pemerintah. Sebab, yang bersangkutan sudah tidak menjabat bupati. ”Secara legawa mestinya dikembalikan karena Momon sudah bukan bupati,” katanya.

Jika tetap tidak dikembalikan dan dipakai secara pribadi, itu bisa masuk unsur penggelapan. Sebab, kendaraan itu merupakan aset pemerintah, bukan milik pribadi.

Politikus PKB itu menyatakan, pemkab harus tegas. Tidak boleh aset pemkab itu dikuasai secara pribadi. ”Masa pemerintah kalah sama person? Kan lucu. Mestinya segera ditarik,” tandasnya.

Mantan Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad belum bisa dimintai keterangan. Sebab, nomor telepon yang biasa dipakai tidak aktif. (WARTAMADURA.COM)

Baca Juga Artikel Lainnya:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.