Siswa SD Hamili Siswa SMP, Kiai di Probolinggo Cabuli Santrinya


Dua santri yang diduga menjadi korban pencabulan kiai pondok pesantren di Probolinggo, Jawa Timur.

WARTAMADURA.COM – Seorang siswa kelas 5 SD kelas di Tulungagung, Jawa Timur diketahui menghamili siswa kelas 8 SMP, dan seorang kiai pondok pesantren di Probolinggu dilaporkan ke polisi mencabuli 2 orang santriwatinya.

Dua berita berbeda ini dilaporkan oleh dua media berbeda, yakni tribunnews.com, Selasa (22/5/2018) dan kumparan.com, Selasa (22/5/2018).

Media Tribunnews melaporkan, remaja berusia 13 tahun itu positif hamil saat diperiksa di Puskesmas, Sabtu (19/5/2018). [Baca Juga: Fakta Unik Kiai Madura]

Ia pun mengakui kehamilan itu berkaitan dengan hubungan asmaranya bersama sang kekasih setelah didesak keluarga.

Kandungannya yang telah berusia 6 bulan itu rupanya hasil dari hubungannya dengan seorang siswa kelas 5 SD.

Keluarga Venus lantas mendatangi rumah kekasih Venus, sebut saja Koko. [Baca Juga: Kiai-Kiai Cabul Dalam Sorotan Media]

“Saat itu pihak keluarga langsung mendatangi rumah yang laki-laki,” tutur seorang warga. “Koko” demikian nama samaran siswa yang menghamili siswa SMP kelas 8 itu, ternyata dua kali tak naik kelas dan telah berusia 13 tahun.

Setelah dibicarakan secara kekeluargaan, kedua pihak keluarga sepakat menikahkan sejoli yang baru beranjak remaja itu.

Venus dan Koko telah siap menikah di KUA pada Senin (21/5/2018). Demikian laporan situs online tersebut, namun, pihak KUA menolak karena kedua calon mempelai dianggap masih terlalu muda.

Anang, tokoh desa di rumah Koko, lantas membantu untuk mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama (PA) Tulungagung.

“Saya membantu mengurus proses pernikahan keduanya. Kini, tinggal menunggu hasil sidang seperti apa. Kalau mendapatkan dispensasi langsung dinikahkan,” ujar Anang. [Baca Juga: Seorang Kiai Cabuli Santrinya di Nganjuk]

Sementara dari Probolinggo, Jawa Timur juga dilaporkan, seorang oknum pengasuh salah satu pondok pesantren di Desa Wangkal, Kecamatan Gading dilaporkan oleh dua santriwatinya ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo, Selasa (22/5/2018).

Pasalnya sang kiai telah melakukan perbuatan asusila kepada dua santri tersebut. Mereka itu SW (16), warga Desa Wangkal, Kecamatan Gading, dan LW (20), warga Desa Pandan Laras, Kecamatan Krucil. Keduanya mendatangi unit PPA Selasa siang (22/5/2018) dengan diampingi oleh kerabatnya. Kedua pelapor saat ini masih duduk di bangku kelas 11 Madrasah Aliyah (MA) yang dikelola oleh terlapor. [Baca Juga: Skandal Pejabat Publik di Madura ]

Menurut Sunarko Maulud, kerabat SW, sebenarnya dugaan pencabulan sudah terjadi cukup lama. “Namun para korban tidak berani melapor karena mendapatkan ancaman dari kiai ponpes setempat. Sehingga hanya bisa pasrah diperlakukan tidak senonoh oleh kiai tersebut,” ujarnya, menjelaskan.

Upaya cabul itu dilakukan oleh ZA, dengan modus meminta korban untuk dipijat di kamar terlapor. Saat memijat itulah kiai, melancarkan aksinya dengan meraba beberapa bagian tubuh SW. Modus yang sama juga dilakukan untuk menjerat korban LW.

“Baru sekarang melapor karena cucu keponakan saya (SW) baru bercerita. Sebab mendapat ancaman agar merahasiakan hal ini. Sehingga mereka tidak berani melapor. Sempat dari keluarga mereka minta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, kami tetap melapor agar ada efek jera,” ujar Sunarko.

Sementara itu, penyidik unit PPA Satreskrim Bripka Isana Reny Antasari, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil terlapor dan memanggil saksi-saksi.

“Dari keterangan sementara, terlapor melancarkan aksinya dengan modus meminta dipijat. Saat tengah dipijat, tangan terlapor menggerayangi tubuh korbannya. Untuk itu kami akan segera memanggil terlapor,” ujarnya. (WARTAMADURA.COM)

Baca Juga Artikel Lainnya:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.