Madura FC Meroket, Persepam Kian Terpuruk


Persepam Pamekasan

WARTAMADURA.COM – Mayoritas kontestan Grup 7 Liga 2 2017 ditopang manajemen baru. Madura FC terekstrem. Pantang kepalang tanggung, semua sektor dibikin baru. Target tinggi dikobarkan, dana Rp10 miliar siap dihabiskan. Mereka bernafsu ke Liga 1.

Tak percuma PT Sepakbola Madura Bangkit (SMB) membeli Persebo Musim Raya yang semulabernama Persebo Bondowoso. Markas dipindahkan dari Sumatera Selatan ke Sumenep, nama klub diubah jadi Madura FC, skuat didandani, pelatih bagus digaet, prestasi tinggi pun dirintis.

Tengok pencapaian skuat besutan Salahudin sebelum memasuki jeda panjang terkait puasa Ramadan. Dari lima laga, Madura FC merajut delapan poin. Dua kali menang, dua kali imbang, sekali tumbang, mereka bukukan surplus 3 gol (8-5). Mereka kuasai takhta klasemen Grup 7.

Cuma, posisi Madura FC belum aman. Celebest FC Palu dan Persigo Semeru FC yang baru empat kali main menguntit dengan jarak satu angka. Mereka pun hanya unggul dua angka atas Persekam Metro FC di urutan empat. Ketiga rival mereka juga disuntik darah segar.

Jelas, manajemen PT SMB belum puas dan belum bisa bernapas lega. Madura FC memimpin dalam situasi rawan, bos minta Salahudin dan skuadnya berbenah di tengah liburan panjang. Saat laga kembali digulir selepas Lebaran, mereka harus tampil lebih solid dan rakus menang.

MH Said Abdullah, Presiden Madura FC, menjamin komitmen manajemen buat dapatkan tiket promosi ke Liga 1 2018. “Jika ada pemain minta digaji Rp 25-30 juta sebulan, itu pun tak masalah. Terpenting ia bagus dan mampu membawa Madura FC ke Liga 1. Ayo buktikan!” tegas MH Said, seperti dilansir situs Viva.Co.Id, 31 Mei 2017.

Ini tantangan berkelas bagi Salahudin dan skuatnya. Demi finis tiga besar di Liga 2 2017, manajemen menyiapkan Rp10 miliar. Itu jumlah yang terbilang memadai dan aman di level Liga 2. Kini, tinggal Salahudin memantapkan derap skuat guna mewujudkan obsesi besar manajemen. [Baca Juga: Persepam dari “Madura” ke “Said Abdullah”]

Korbankan Persepam..?
Ambisi Said Abdullah untuk memasukkan Madura FC ke liga 1 ini tentu sangat berasalan, karena klub yang baru ia beli ini merupakan milik pribadinya. Tidak seperti Persepam Madura Utama.

Klub ini merupakan milik Pemkab Pamekasan, dan Said bersama perusahaan yang mengelola klub yakni PT Jempol Madura Utama hanya sebatas pengelola. Maka wajar jika Persepam kemudian dianak tirikan, dan tak terkesan tidak diurus meski kini terancam pada jurang degradasi.

Tak ada pernyataan dari pihak manajemen kendatipun klub ini sudah terancam dalam jurang kehancuran. Padahal Persepam kini berada di urusan nomor dua dari paling bawah di grup 5 dengan raihan 7 poin dari delapan kali pertandingan, selisih 2 poin dari PSBI Blitar yang mengantongi 5 poin. (Lihat Peringkat Persepam di Liga 2)

Ada kemungkinan klub ini akan terdegradasi ke liga Nusantara apabila tidak segera berbenah. Sekarang tinggal langkah kongkrit dari manajemen apakah klub ini memang akan sengaja dikorbankan agar terdegradasi, atau tidak? (WM-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.