Kodim Waspadai Ancaman Atheisme dan Komunisme


Dandim Letkol Inf Nuryanto saat menyampaikan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan dan bahaya ideologi Atheisme dan Komunisme di Pondok Pesantren Aram-aram, Pamekasan, Rabu (15/2/2017).

Dandim Letkol Inf Nuryanto saat menyampaikan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan dan bahaya ideologi Atheisme dan Komunisme di Pondok Pesantren Aram-aram, Pamekasan, Rabu (15/2/2017).

WARTAMADURA.COM – Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto mengajak para santri di Pondok Pesantren Aram-aram, Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan memerangi paham Anti-Tuhan (Atheisme) dan Komunisme, karena bertentangan nilai-nilai agama dan ideologi bangsa, yakni Pancasila.

“Paham Komunisme cenderung atheis tidak mengenal atau mengakui adanya Tuhan, tidak sesuai dengan Ideologi Pancasila,” kata Dandim saat menyampaikan penyuluhan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Aram-Aram, Rabu (15/2/2017).

Dalam sosialisasi bertema “Peran Pemuda dalam menghadapi Proxy War” Dandim juga memaparkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, hingga akhirnya mampu meraih kemerdekaan dari tangan penjajah.

Para ulama dan santri, kata dia, ikut berperan aktif dalam upaya merebut kemerdakaan bangsa dari tangan penjajah, dan oleh karenanya, generasi penerus ulama, yakni para santri, harus juga memiliki semangat juang yang kuat.

“Selain itu, santri juga harus tekun melaksanakan ibadah, menjalankan tuntutan agama Islam, hindari perbuatan yang dilarang dalam tuntutan agama Islam termasuk jangan terlibat dengan narkoba,” terang Dandim.

Semua nilai-nilai kebaikan, terutama yang berpotensi merusak dan menghancurkan masa depan bangsa itu, tertuang dalam falsafah hidup bangsa, yakni Pancasila sebagai dasar negara dan landasan ideologis bangsa.

“Apabila kita memahami isi Ke-5 Sila dalam Pancasila dari Sila 1 sampai Sila 5 niscaya akan tercipta Kebihinekaan, rasa kemanusiaan, rasa persatuan dan kesatuan, semangat kekeluargaan dalam musyawarah untuk mencapai mufakat sehingga akan terwujud suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Dandim, Indonesia merupakan negara yang majemuk, memiliki kekayaan alam yang melimpah. Energi yang ada saat ini berasal dari fosil yang tidak dapat diperbaharui dan pada saatnya akan habis, perang yang ada didunia dilatarbelakangi masalah energi.

Dengan kondisi kekayaan alam yang melimpah menjadi incaran negara luar untuk menguasai kekayaan Bangsa Indonesia. Bukti nyata bahwa kekayaan alam, produk-produk yang ada saat ini sudah dikuasai oleh negara asing.

Beragam cara dilakukan, termasuk dengan cara perang modern, yakni jenis perang yang tidak menggunakan kekuatan persenjataan tetapi perang menggunakan politik adu domba, perang dimana suatu negara akan menggunakan pihak ketiga baik melalui negara lain atau kekuatan dari dalam negeri sendiri yang bertujuan untuk melemahkan berbagai aspek yang ia sebut dengan istilah “Proxy War”. Ancamannya melalui banyak yakni Ipoleksosbud.

Untuk itu pihaknya berharap agar para santri memiliki daya tangkal dalam pribadi masing-masing dan tidak mudah dipecah belah dan diadu domba, tetap jaga persatuan dan kesatuan.

“Sebagai Generasi Muda harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas, harus tetap ingat dan jangan sampai melupakan sejarah bangasnya. Pesan, Petuah dan Motivasi dari para pendahulu kita harus dipedomani termasuk para guru dan orang tua kita,” kata Dandim.

Sosialisasi tentang wawasan kebangsaan kepada para santri di pondok pesantren Aram-Aram asuhan Ustat Syaifudin merupakan bagian dari program “Serbuan Teritorial” yang digelar oleh Kodim 0826 Pamekasan.

Selain Dandim hadir juga dalam acara itu, Pasi Intel Kodim 0826/PMK Kapten Inf Darminto SH, Pasiter Kodim 0826/PMK Kapten Arh. Ariman Aditiawan SH, Danramil 0826/13 Pasean Kapten Inf Hariyanto, Camat Pasean Bpk Amirul Yusuf SH, Sekcam Pasean Murahman dan Kades Sotabar Nasuki. (WM-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.