Persepam dari “Madura” ke “Said Abdullah”


Nama "Madura" tertulis di jersey Persepam (dulu)

Nama “Madura” tertulis di jersey Persepam (dulu)

WARTAMADURA.COM – Nama “Madura” terpampang di dada pemain klub sepak bola Persepam Madura United, sebagai bentuk promosi kepada publik, bahwa klub ini berasal dari Pulau Madura.

Tulisan tebal Madura di dada para pemain sepak bola itu, seolah mengumumkan bahwa “Inilah kami, klub sepak bola dari Pulau Madura”. Madura tidak hanya dikenal sebagai kelompok masyarakat yang memiliki “budaya carok” akan tetapi juga memiliki klub sepak yang patut dibanggakan.

“Itulah sebabnya nama Madura saya tulis besar-besar di dada mereka,” kata mantan Manajer Persepam Madura United Achsanul Qosasi dalam sebuah kesempatan, seperti dilansir sejumlah situs online.

Profesionalisme klub sangat dijaga, sehingga miss klub sepak bola ini tidak mau ditempatkan di lingkungan Pendopo Pemkab Pamekasan. Sebab, sepak bola profesional, memang harus mandiri dan tidak boleh menggunakan fasilitas negara.

Kalaupun harus menggunakan tempat penginapan di pekarangan pendopo, Pemkab Pamekasan, tentunya sistem profesional, harus tetap terjaga, semisal membayar uang sewa penginapan yang pendapatannya masuk ke kas daerah.

Tulisan "Madura" terpanjang di jersey kandang dan tandang Persepam. (dulu)

Tulisan “Madura” terpajang di jersey kandang dan tandang Persepam. (dulu)

Profesionalisme “AQ” sapaan akrab Achsanul Qosasi juga dibuktikan dengan tetap berupaya menjaga independensi. Kepentingan politik dan kepentingan dunia sepak bola dia jaga betul, dan berprinsip, bahwa pecinta bola, memiliki dunianya sendiri dan tidak akan bisa digiring ke ranah politik.

Itu sebabnya, AQ tidak memanfaatkan promosi dirinya di dunia sepak bola, menonjolkan kediriannya dan identitas politik pribadinya.

Kini Persepam sudah tidak ia kelola lagi, setelah desakan semakin menguat, akibat klub itu terdegradasi dari ISL ke divisi utama. Persepam Madura United pindah tangan, berganti nama menjadi Persepam Madura Utama dengan perusahaan pengelola, PT Jempol Madura Utama. Sebelumnya PT Pojur Madura United.

Jersey Persepam saat ini. Tulisan "Madura" di dada, diganti "Said Abdullah". Pakem kaos loreng ke Sampang yang merupakan identitas Madura juga diubah.

Jersey Persepam saat ini. Tulisan “Madura” di dada, diganti “Said Abdullah”. Pakem kaos loreng ke Samping yang merupakan identitas Madura juga diubah.

Said Abdullah merupakan Manajer Persepam Madura Utama, dan juga anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dibawah naungan PT Jempol Madura Utama inilah, sebutan klub dengan “Laskar Sapeh Kerrap” juga diubah menjadi “Laskar Sapeh Ngamok”. Nama yang terkesan lebih ganas, seolah lebih keren dan berbeda dengan nama sebelumnya.

Tidak hanya nama, jersey klub sepak bola ini juga diubah total. Nama “Madura” yang terpajang di dada para pemain sudah dihapus, berganti menjadi “Said Abdullah” untuk musim kompetisi 2017. Sebelumnya “Kaisar”.

Perubahan tulisan nama “Madura” di dada menjadi Said Abdullah di dada (sebelumnya Kaisar), seolah mengumumkan kepada publik, Persepam bukan lagi milik publik Madura.

“Perubahan itu karena kontrak dengan Kaisar sudah habis,” kata Asisten Manajer Persepam Madura Utama, Nadi Mulyadi, seperti dilansir situs bolamadura.com, 21 Januari 2017.

Untuk Jersey tandang, Persepam menggunakan warna merah hitam pada bagian lengan dengan warna putih pada nama dan nomor punggung.

Jersey tandang Persepam juga diubah. Tulisan "Madura" diganti "Said Abdullah".

Jersey tandang Persepam juga diubah. Tulisan “Madura” diganti “Said Abdullah” (sebelumnya bertuliskan “Kaisar”).

Entah karena kebetulan, sejak adanya perubahan mendasar nama dari “Madura” di jersey klub sepak bola itu, menjadi nama perseorangan “Kaisar” dan kini menjadi “Said Abdullah” dukungan kepada klub sepak bola ini dari publik Madura terus merosot.

Suporter klub yang dulu tersebar di empat kabupaten di Madura, terus merosok. Kondisi itu diperparah lagi dengan pola permainan yang kurang sehat dan sering diwarnai kericuhan, termasuk saat uji coba dengan klub sepak bola sesama dari Pulau Madura, yakni Perssu Kaisar Madura.

Kasus tunggakan pemain klub sepak bola ini, bahkan sempat menghiasi pemberitaan sejumlah media, salah satunya seperti dilansir situs goal.com, 2 Januari 2017. Situs ini bahkan memberitakan nama-nama pemain yang gajinya tidak dibayar oleh manajemen klub hingga 2 Januari 2017.

Mereka itu masing-masing Faris Aditama, Qischil Gandrum Mini, Miftahul Huda, Feri Eko Prasetyo, Rizky Dwi Febrianto, Boy Jati Asmara, Guntur Pranata, Chairul Rifan, Dibyo Previan Caesario, dan Fandi Edi. (WM-1/Dirangkum dari Berbagai Media)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.