Kodim Pamekasan Koordinasikan Ketahanan Pangan


Rapat Koordinasi antara Kodim 0826 Pamekasan dengan Dinas Pertanian, Bulog, dan Distributor Pupuk terkait ketahanan pangan, Selasa (7/2/2017)

Rapat Koordinasi antara Kodim 0826 Pamekasan dengan Dinas Pertanian, Bulog, dan Distributor Pupuk terkait ketahanan pangan, Selasa (7/2/2017)

WARTAMADURA.COM – Kodim 0826 Pamekasan, Jawa Timur menggelar rapat koordinasi swasembada pangan di Aula Makodim setempat, Selasa (7/2/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf Nuryanto mengatakan, rapat kordinasi swasembada pangan tentang percepatan tanaman padi, serapan gabah petani, dan penyuluhan pupuk bersubsidi.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Pamekasan, Isye, Kepala Bulog Sub Divre Pamekasan, David Susanto, perwakilan Produsen Pupuk Kaltim, Dion, perwakilan Produsen Pupuk Petrokimia Gresik, Ucup. Kemudian seluruh Danramil Kodim 0826/Pamekasan, distributor pupuk se Kabupaten Pamekasan, dan para mantri tani se Kabupaten Pamekasan.

“Rapat koordinasi swasembada pangan diikuti 75 orang undangan,” kata Dandim dalam rilisnya.

Nuryanto mengatakan, mengingat curah hujan masih tinggi untuk tiga bulan ke depan berdasarkan prediksi dari BMKG Jawa Timur, maka pihaknya meminta Babinsa lebih sering turun ke lapangan guna memberikan motivasi kepada petani untuk segera tanam padi.

Kepada pihak Bulog Pamekasan, Dandim meminta untuk menyerap sebanyak-banyaknya gabah petani. Sedangkan kepada petani, diimbau agar menjual gabahnya ke pihak bulog sebagai stok beras nasional.

“Seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah untuk tidak Impor beras, terbukti di tahun 2016 Indonesia sudah tidak Impor beras,” tegasnya.

Terkait pendistrinbusian pupuk ke setiap kelompok tani, meminta anggotanya mengawal ketat hingga ke petani. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kebutuhan pupuk di Pamekasan untuk petani masih tercukupi. Tapi menekankan jajaran Koramil jangan pernah kendor untuk melaksanakan pengawasan pendistribusian pupuk ke petani,” imbuhnya.

“Mengharapkan kepada semua pihak yang hadir untuk bersinergi mensukseskan program swasembada pangan demi harga diri bangsa,” paparnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Pamekaaan Isye Windarti menuturkan, upaya untuk mencapai target luas tmbah tanam pada bulan Februari mendatang, mengharapkan kepada mantri tani dengan memaksimalkan lahan sawah irigrasi teknis dan diimbau setelah panen pertama untuk tanam padi kembali.

“Alokasi pupuk di tahun 2017 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016, dengan adanya penurunan alokasi pupuk, alokasi yang ada betul-betul dimanfaatkan seefisien mungkin dengan tidak memakai pupuk secara berlebihan,” terangnya.

Terkait gabah petani sebagaimana diungkapkan Kepala Bulog Sub Divre Pamekasan, David Susanto, bahwa bulog memiliki persyaratan standar gabah petani yang dapat diserap bulog.

“Dengan adanya curah hujan yang masih tinggi hasil panen petani gabah cenderung basah HPP GKP terendah Rp 3.200, sedangkan untuk kadar air 25 % harga tertinggi Rp 3.700, untuk GKG kadar air 14 % dan hampa kotoran 3 % HPP Rp. 4.600,” katanya.

Bulog, katanya, sudah mulai menerima serapan gabah petani pada 10 Februari mendatang. “Target serapan gabah petani untuk wilayah Madura sebanyak 15.000 ton,” terangnya.

Perwakilan Produsen Pupuk Petrokimia Gresik, Ucup menyampaikan yang berhak menerima pupuk bersubsidi ada yaitu petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan). Poktan, menurutnya harus mengajukan RDKK dan pembelian pupuk pada kios pengecer pupuk resmi yang terdaftar di masing- masing wilayah.

Ditegaskan, kios pengecer pupuk dilarang menjual pupuk di luar petani yang menjadi tanggung jawab wilayahnya, kios pengecer tidak boleh menjual pupuk bersubsidi di luar RDKK, kios pengecer menjual dalam bentuk kemasan sesuai standar dari produsen pupuk.

Perwakilan Produsen Pupuk Kaltim Dion mengatakan, pendampingan yang dilakukan Danramil dan Babinsa dalam pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi sangat terbukti manfaatnya untuk mengatur ketersediaan pupuk yang ada.

“Alokasi pupuk Urea tahun 2016 sebanyak 27.100 ton, dan pada 2017 sebayak 22.000 ton. Dengan penurunan alokasi pupuk mengatur pendistribusian pupuk ke petani yang ada di kios-kios pupuk jangan alokasi pupuk dimanfaatkan oleh daerah lain,” ungkapnya.

Pendistribusian pupuk dari distributor ke kios pengecer rentan penyimpangan. Ketentuan pendistribusian pupuk dari Distributor ke kios harus ada Stiker dan Faktur pengiriman atau surat jalan. Hal ini untuk menghindari penyimpangan pupuk jangan sampai alokasi pupuk Pamekasan dikirim ke kabupaten lain.

Pasiter Kodim 0826 Pamekasan, Kapten Arh Ariman menguraikan, target serapan gabah petani diharapkan 5% dari hasil panen petani dapat dijual ke bulog.

Target LTT pada bulan Februari agar dimaksimalkan, lahan sawah pada Oktober tanam padi diharapkan pada bulan Februari sudah mulai panen. Setelah panen mengimbau kepada para petani untuk tanam padi kembali dengan memanfaakan bantuan Alasintan yang telah diterima untuk mempercepat tambah tanam.

“Anomali Iklim di Pamekasan untuk 3 bulan ke depan masih memungkinkan untuk tanam padi kembali,” pungkasnya. (WM-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.