KH Hamid Ajak TNI Teladani Nabi Muhammad


KH Hamid Mannan Munif menyampaikan tausiyah kegamaan di Makodim 0826 Pamekasan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

KH Hamid Mannan Munif menyampaikan tausiyah kegamaan di Makodim 0826 Pamekasan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

WARTAMADURA.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Ikhsan KH Hamid Mannan Munif mengajak prajurit TNI di Makodim Pamekasan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam banyak hal.

Ajakan itu disampaikan mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Pamekasan saat menyampaikan tausiyah keagamaan dalam rangka merayakan kelahiran Nabi Muhammad yang digelar Kodim 0826 Pamekasan, Rabu (21/12/2016).

“Suri tauladan Nabi Muhammad SAW menjadi Inspirasi yang perlu ditauladani dalam setiap kegiatan kita sehari-hari baik dalam kehidupan keluarga dan dalam pelaksanaan tugas yang kita emban,” kata Kiai Hamid.

Maulid Nabi yang digelar di Makodim 0826 Pamekasan itu mulai pukul 08.30 WIB bertempat di Aula Makodim 0826/Pamekasan.

Sekitar 200 orang yang terdiri dari Personel Militer, PNS dan Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 45 Kodim 0826/Pamekasan ikut dalam kegiatan itu. Dandim 0826/Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, Kasdim 0826/Pamekasan Mayor Inf Atjep Hindarsjah, Para Danramil dan Pa Staf Kodim 0826/Pamekasan, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 45 beserta pengurus juga ikut acara maulid nabi itu.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dibawakan oleh Serda Muhammad Maddin, serta sambutan Dandim 0826/Pamekasan Letkol Inf Nuryanto.

Dandim menyampaikan ucapan syukur dan shalawat serta salam dihaturkan kepada junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW, dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada KH Hamid Mannan Munif karena ia telah sudi menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kodim 0826/Pamekasan.

Menurut Dandim, Kepemimpinan di Nusantara yang sering kita kenal dan hampir 80 persen telah dianut yaitu Kepemimpinan Santri. Para ulama sering menyampaikan intisari dari dakwah yang mengajarkan kita tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar

“Maka dari itu, kamu mengharapkan kepada seluruh Anggota Militer, PNS dan Ibu-Ibu Persit untuk mencermati apa yang disampaikan oleh Penceramah dalam hal ini Bapak KH Hamid Mannan Munif, ambil intisari sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT demi mendapatkan kualitas Iman dalam kehidupan kita,” kata Dandim.

Selain mengajak meneladani kepemimpinan Rasulullah, penceramah KH Hamid Mannan Munif, juag menjelaskan tentang arti Barokah (Ziadatul Qodri) yakni bertambahnya kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Allah SWT, kata dia, mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan agama sebagai jalan menuju kemashalatan hidup di dunia dan di akhirat.

“Agama menganjurkan untuk mengikuti aturan-aturan agar tertib dan tidak kacau , orang yang beragama menghendaki kehidupan yang tidak kacau, kehidupan yang aman dan nyaman,” terang Kiai Hamid.

Mengutip pernyataan Imam Al-Ghosali, Kiai Hamid Mannan menjelaskan, agama itu berisi peraturan-peraturan menuju pintu gerbang untuk bertemu Allah SWT.

“Agama itu artinya pembalasan, orang yang beragama menyakini apa yang kita lakukan didunia ini pasti ada balasan baik berupa sanksi maupun pahala yang pernah kita perbuat,” terang dia.

Kondisi di dunia ini, sambung Kiai Hamid, akan aman dan teratur ada 6 faktor yang mempengaruhi.

Keenam faktor itu, antara lain 1). harus ada agama yang menjadi panutan dan dianut oleh masyarakat suatu Negara. Negara Indonesia berdasarkan Ideologi Pancasila yang sudah barang tentu bahwa Masyarakat Indonesia yakin ada Tuhan sesuai Sila Ke 1 dalam Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Es bahwa Masyarakat Indonesia yakin beragama.

Di Akhirat terdapat 2 Golongan yaitu Golongan Ambror ( baik ) dan Golongan Fijal (jahat). Diakhirat tidak ada manusia yang dapat menghindar terhadap balasan yang kita perbuat selama hidup dunia. Di Akhirat ada 6 saksi untuk mengisap perbuatan manusia di dunia, yakni tempat melakukan perbuatan, Waktu melakukan perbuatan, anggota badan akan menjadi saksi atas perbuatan yang diperbuat, dan teman akan menjadi saksi untuk itu cari yang baik.

Selanjutnya buku catatan amal perbuatan, malaikat pencatat amal perbuatan selama yang di dunia.

Faktor kedua, ada penguasa yang berwibawa, ciri penguasa berwibawa antara lain: Keteladanan, Kesederhanaan dan Ketegasan.

Lalu Keamanan Umum menjadi faktor ketiga, Keadilan yang merata, Kesejahteraan yang merata dan keenam ada pikiran-Pikiran yang jernih yang bisa menjadi pedoman majunya suatu daerah.

Dalam kesempatan itu, KH Hamid Mannan juga menjelaskan tentang hal penting yang perlu diwaspadai adalah orang-orang yang percaya pada faham Animisme, orang yang tidak memiliki agama dan tidak yakin dengan Adanya Tuhan.

Kiai ini selanjutnya mendoakan kepada seluruh hadirin yang hadir mudah-mudahan pada saatnya dipetik oleh Allah SWT masuk Golongan Ambror (baik) tidak masuk pada Golongan Fijal. (WM-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.