Dandim Paparkan 10 Ancaman Keutuhan NKRI


WARTAMADURA.COM – Komandan Kodim 0826 Pamekasan memaparkan sebanyak 10 ancaman yang terjadi di Indonesia dan berpotensi menggoyahkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apabila tidak disikapi serius oleh semua pihak.

Kesepuluh ancama itu, menurutnya meliputi banyak hal. Antara lain di bidang ekonomoni, sosial budaya, politik, pertahanan dan keamanan, serta ideologi.

Di bidang ekonomi, ancaman yang terjadi, salah satunya karena iri dengan perkembangan ekonomi Indonesia.

Menurut Dandim, pertumbuan ekonomi Indonesia meningkat 5,18 persen dan menempatkan Indonesia di peringkat 8 di Eropa, sedangan negara-negara eropa hanya mengalami kenaikan 1,4 persen.

Cadangan minyak bumi yang menurun maka produktifitas minyak dunia juga turun, dan dari situlah terjadi persaingan ketat antarbangsa untuk mendapatkan minyak. “Sebenar kita sudah 5 tahun keluar dari OPEC karena kita sudah jadi importir minyak walaupun sebenarnya kita juga masih ada yang impor karena ada hitungan-hitungan produksi kita yang salah, jadi kesimpulannya konflik di negara ini karena adanya kekurangan energi,” kata dia.

Kedua, ancaman karena krisis ekonomi, air dan mineral dan lain-lain. Hal ini juga perlu diwaspada karena akan berdampak luas.

Ketiga, perspektif ancaman Indonesia bisa dilihat secara luas juga dari sisi pertahanan dan keamanan. Ia mencontoh Amerika sudah mengirim tentaranya di Darwin (kepulauan Maluku), yakni dekat dengan batas negara Indonesia.

Tujuan Amerika menggeser pasukan tempurnya disekitar negara terdekat dengan negara Indonesia, hanya sebagai pasukan laju apabila ingin menyerang bangsa Indonesia.

Keempat, Indonesia merupakan negara yang pernah dijajah Belanda sedangkan negara lain juga ada yang jajahan Inggris. Sehingga, kalau Indonesia berperang dengan Malaysia itu sama juga kita berperang dengan Singapura karena negara tersebut sudah terikat perjanjian, untuk itu kita harus lebih siap menghadapi itu semua dari berbagai ancaman.

Kelima, menurut dia, yang terjadi saat ini adalah survei yang membuktikan 35 persen orang Islam berpotensi menerima teroris dan bisa dibuktikan dengan banyaknya napidana teroris yang ada di Indonesia.

“Kita tahu negara yang tidak mudah dikalahkan di dunia ini hanya ada dua. Satu Indonesia dan kedua China. Jadi dengan berbagai cara negara lain untuk menghancurkan Indonesia itulah yang perlu kita waspadai,” katanya.

Keenam, menurut dia adanya loast generation di Indonesia dengan merusak melalui narkoba.

“Terbukti di Indonesia keadaan tahanan lapas 60 persen penghuninya adalah kasus narkoba. Bayangkan kalau 100 masalah yang ada maka 40 persen kasus umum dan 60 persen kasus khusus narkoba, dari situ betapa rusaknya regenerasi muda Indonesia nanti,” ucap Dandim.

Ancaman ketujuh, perang melalui pihak ketiga, semisal membuat gaduh diantara sesama rakyat Indonesia, guna melemahkan pertahanan Indonesia.

Selanjutnya pada poin kedelapan, Dandim menyampaikan pesan Presiden RI pertama Soekarno, yang menyatakan bahwa kekayaan Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri bangsa lain di dunia, karena bangsa Indonesia sebenarnya sangat kaya.

“Maka dari itu andai kita tidak bisa menambah kaya atau maju Indonesia minimal kita harus menjaganya, dan begitu majunya Indonesia pada tahun 1955 hingga membuat Malaysia ingin bergabung dengan Indonesia namun presiden kita saat itu menolaknya,” kata Dandim.

Kesembilan, adalah cara satu-satunya untuk mengatasi persoalan disintegrasi bangsa adalah harus kembali ke Pancasila dan Undang-undang 1945.

“Contoh sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dimana disitu kita harus taat pada agama masing-masing tanpa mengganggu agama orang lain, agamaku adalah agamaku agamamu adalah agamamu jangan kita campur adukkan karena apabila semua terjadi kita akan jadi konflik yang mendalam dan berlarut,” katanya.

Agama, kata dia, merupakan problem yang riskan. Oleh karenanya ia meminta semua pihak menghargai agama diatas segalanya. “Dan sila kedua Kemanusian Yang Adil dan Beradap itu mengharuskan dalam implemintasi kita di kehidupan sehari-hari harus adil dan beradap,” katanya, menambahkan.

Kesepuluh, Dandim menjelaskan tentang cara berdemokrasi sesuai dengan sila yang ke empat yaitu, kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Menurutnya, itu sudah jelas agar warga bangsa bisa mendapatkan tujuan bangsa ini yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Di bagian akhir Dandim mengajak kepada semua mahasiswa dan elemen masyarakat, agar bersatu, berinovasi, mempunyai genarasi yang bisa berjuang dan mampu bersaing dengan negara luar.

“TNI selalu siap menjaga NKRI namun dengan kerja sama yang baik dan tidak akan ada korban yang sia-sia apabila bertindak, untuk itu kita harus ada kerja sama yang kuat antara TNI dan rakyat, dukung kami agar negara ini tetap kokoh,” pungkas Dandim. (WM-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.