Kuliah Bela Negara oleh Kodim Pamekasan Terus Berlanjut


WARTAMADURA.COM – Kuliah umum tentang bela negara dan wawasan kebangsaan oleh Kodim 0826 Pamekasan ke berbagai kampus dengan sasaran mahasiswa baru di wilayah itu terus berlanjut.

Menurut Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, kuliah umum wawasan kebangsaan dan bela negara dengan membidik mahasiswa baru sebagai sasaran penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara.

“Penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara perlu terus disosialisasikan untuk meningkatkan semangat patriotisme, dan semangat juang di kalangan pemuda dan mahasiswa, sebagai upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto dalam rilis yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Minggu (18/9/2016) malam.

Ia menjelaskan, ancaman akan keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI akhir-akhir ini semakin kuat, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi, serta komunikasi dan informasi.

Bentuk penjajahan gaya baru perlu diwasapadai dan dipahami semua pihak, baik masyarakat secara umum dan kelompok elit intelektual pada khusus, yakni para pemuda terpelajar dan mahasiswa.

“Ini yang mendasari kami, melakukan sosialisasi kepada mahasiswa baru dengan memberikan kuliah umum tentang bela negara dan wawasan kebangsaan,” katanya.

Dalam sepekan terakhir ini, Kodim menyampaikan kuliah umum di kampus berbeda di Pamekasan, yakni di Universitas Madura (Unira), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bhakti Bangsa.

Pada kuliah umum yang diikuti 527 mahasiswa baru di kampus STAI Al-Khairat Sabtu (17/9) Dandim Nuryanto mengemukakan pentingnya mahasiswa memahami wawasan kebangsaan dan kedaulatan bangsa ini.

“Kemerdekaan bangsa ini diraih dengan taruhan nyawa oleh para pendahulu kita,” katanya.

Maka, sebagai generasi penerus bangsa, mempertahankan kemerdekaan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi keharusan.

Dalam kesempatan itu, Dandim Nuryanto juga memaparkan, Indonesia sebenarnya kaya dengan sumber daya alam dan banyak negara asing yang telah mengincar kekayaan Indonesia.

“Untuk melakukan penjajahan seperti dulu, sudah tidak mungkin lagi dilakukan, karena telah menjadi kesepakatan semua negara di dunia ini, bahwa harus dihapus di muka bumi ini,” katanya.

Maka, salah satu cara yang dilakukan oleh negara asing agar kembali bisa menguasai Indonesia adalah dengan bentuk penjajahan gaya baru.

Caranya dengan menguasai aset-aset sumber daya alam Indonesia yang memiliki potensi untuk kemakmuran rakyat Indonesia, semisal minyak bumi, gas dan lain sebagainya.

Asing bisa masuk dengan mudah di Indonesia, apabila situasi negara tidak kondusif dan rasa kebangsaan warga negara mulai terkikis.

“Oleh karena itu, mari kita semua ini menjadi penguasa di negara kita sendiri, jangan biarkan asing masuk ke negara kita dan mengelola kekayaan alam kita. Caranya tentu kita harus berilmu,” kata Dandim.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto saat menjadi nara sumber di kampus STAI Al-Khairat Pamekasan.
Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto saat menjadi nara sumber di kampus STAI Al-Khairat Pamekasan.

Sementara, kuliah umum yang disampaikan Pasi Intel Kodim 0826 Pamekasan Kapten Inf Darminto di STIE Bhakti Bangsa ditekankan pada pentinga mewaspadai perang gaya baru dengan pemanfaatan dunia informasi dan teknologi atau yang disebut “Proxy War”.

Darminto dalam kesempatan itu menjelaskan, “proxy war” merupakan perang modern dimana salah satu pihak senantiasa menggunakan pihak ketiga, tidak terlihat siapa lawan dan kawan dengan tujuan untuk mengacaukan situasi keamanan dan keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI.

Menurutnya, Indonesia adalah negara subur, dan makmur dengan memiliki potensi bercocok tanam sepanjang tahun yang kaya akan sumber daya alam.

“Tapi karena sumber daya manusia kita belum memadai, maka kita masih tergantung terhadap negara asing,” katanya.

Oleh karenanya, Darminto mengajak, mahasiswa sebagai generasi muda harapan masa depan bangsa hendaknya bisa diharapkan sebagai penerus estafet perjuangan bangsa, dengan cara memberantas berbagai bentuk penjajahan gaya baru, sehingga Indonesia benar-benar menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

“Negara asing selalu menciptakan produk untuk merusak generasi pemuda mahasiswa dan menjadikan generasi yang tidak berkualitas yang disebut ‘lost generation’. Ini harus kita perhatikan,” katanya, menambahkan.

Di bagian akhir pemaparannya, Pasi Intel juga mengajak agar pemuda dan mahasiswa hendaknya harus selalu membangun karakter bangsa, cinta tanah air dan memiliki komitmen tinggi ikut bela negara dan menjaga keutuhan NKRI sebagai wujud tanggung jawab atas komitmen perjuangan yang telah dilakukan para pendahulu dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia. (WM-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.