Koruptor Tebu Sampang Dituntut 13 Tahun Penjara


WARTAMADURA.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang, Jawa Timur, menuntut 13 tahun penjara terdakwa kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial pengembangan tebu di Dinas Kehutanan dan Perkebunan pemkab setempat 2013, Gada Rahamatullah.

Selain menuntut hukuman penjara 13 tahun, jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda Rp600 juta, kata Kasi Intel Kejari Sampang Joko Suharyanto di Sampang, Selasa (30/8/2016).

“Tuntutan 13 tahun hukuman penjara ini, sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan selama ini serta pelanggaran hukum yang dilakukan terdakwa yang mengakibatkan adanya kerugian negara,” katanya.

Ia menjelaskan, sidang pembacaan tuntutan itu digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (29/8). Selain dituntut 13 tahun penjara, Bendahara Koperasi Usaha Makmur itu juga dituntut membayar denda Rp600 juta dan subsider 6 bulan kurungan.

Menurut Suharyanto, hal itu sesuai dengan isi pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial pengembangan tebu 2013 yang ditangani Kejari Sampang ini telah menyeret enam orang sebagai tersangka. Masing-masing Kasi Bina Manfaat Dishutbun Sampang Syaikhul Anwar dan Ketua Koperasi Usaha Makmur Edy Junaidi.

“Keduanya divonis lebih dahulu, masing-masing lima tahun penjara, tapi saat ini melakukan upaya banding,” katanya.

Tersangka berikutnya ialah Ketua Koperasi Serba Usaha Abdul Aziz (masih DPO) dan Gada Rahmatullah selaku bendahara Koperasi Usaha Makmur.

Tiga tersangka lainnya, yaitu Ketua Kelompok Tani (Poktan) Pajjar Laggu Imam H Ainul Ridho, Ketua Poktan Cempaka Abdul Majid, dan Ketua Poktan Karya Bersama Slamet Riyadi.

Kasus dugaan korupsi pengembangan tanaman tebu yang terjadi di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemkab Sampang itu dengan nilai total Rp27 miliar.

Kasus ini terungkap berdasarkan laporan yang disampaikan masyarakat, bahwa program pengembangan tanaman tebu di Sampang tidak terlaksana dengan baik, karena dana bantuan hanya diberikan sebagian oleh oknum dinas.

Dari laporan itu, Kejari Sampang lalu melakukan pengembangan, meneliti dan kemudian melakukan penyidikan berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan kelompok tani penerima bantuan. (WM-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.