Mantan Anggota Dewan PDIP Sampang Jadi Bandar Narkoba


Mantan Anggota DPRD Sampang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ditangkap BNN Jawa Timur karena menjadi bandar narkoba. (Foto: LensaIndonesia.Com)

Namanya Jumal M Dari. Ia menjabat sebagai anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPRD Kabupaten Sampang pada periode 1999-2014.

Pria berusia 41 tahun ini juga berstatus sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi uang pesangon anggota DPRD Sampang periode 1999-2014 bersama 44 anggota DPRD lainnya.

Pada 29 Mei 2016 tim Brantas Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP) menangkap politkus PDI Perjuangan tersebut ditangkap saat bertransaksi narkoban dengan seorang pelanggannya bernama Hanafi (29) dan Badrus Samsi (31) di Dusun Kristal Desa Torjun Kecamatan Torjun, Sampang.

“Penangkapan bandar narkoba ini terjadi pada Minggu 29 Mei 2016 sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Subagijo Hadi Purnijanto seperti dilansir LensaIndonesia.Com, 3 Juni 2016.

Saat hendak ditangkap, mantan anggota DPRD dari partai berlambang banteng dengan moncong putih itu, sempat berusaha kabur. Namun karena sudah tekepung, pria yang sudah empat tahun menjalani bisnis narkoba tersebut pun tidak bisa berkutik.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan sabu sabu seberat 30 gram, senjata tajam dan alat hisap beserta timbangan.

“Tersangka akan dijerat pasal 112 undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” ucap Subagijo Hadi.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ditangkap TNI karena pesta narkoba.

Politikus PDIP Pamekasan
Polikus PDIP yang terlibat kasus narkoba bukan yang pertama kali di Madura. Sebelumnya pada April 2015, Kodim 0826/Pamekasan menangkap seorang oknum politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena ketahuan pesta narkoba jenis sabu.

“Tersangka bernama Juanda Cahyono (42) warga Dusun Umbul II, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan,” kata Komandan Kodim 0826/Pamekasan Letkol Arm Mawardi di Pamekasan, seperti dilansir situs AntaraJatim.Com, 26 April 2015.

Juanda Cahyono merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan pada pemilu legislatif 2015. Juanda tercatat sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Pamekasan periode 2014-2019 nomor urut 1.

Pria ini mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Pamekasan dari daerah pemilihan (dapil) I, yakni Kecamatan Kota Pamekasan dan Kecamatan Tlanakan.

Menurut Dandim Mawardi, Juanda ditangkap tim unit Intel Kodim 0826/Pamekasan di rumahnya, di Bandaran, Kecamatan Tlanakan, usai menggelar pesta narkoba jenis sabu dengan seorang temannya.

Selain menangkap tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 bong, seperangkat alat hisap, 1 botol alkohol, 1 pocket plastik bungkus sabu bekas pakai, 1 bendel plastik klip dan 1 unit telepon seluler milik tersangka.

“Petugas baru berhasil menangkap si Juanda ini, sedangkan temannya yang ikut dalam pesta narkoba itu kabur,” katanya dalam keterangan persnya.

Teman Juanda yang berhasil kabur dalam penggerebekan pesta narkoba yang dilakukan politikus PDI Perjuangan itu, menurut Dandim, masing-masing diketahui bernama Edy, Donny, Agus dan Nur Hasan.

Kepada petugas, Juanda mengaku, sebelum ditangkap ia memang memenuhi pesanan sejumlah temannya untuk mendapatkan barang haram tersebut.

Kala itu, temannya memesan agar disediakan 1 pocket narkoba jenis sabu seharga Rp200 ribu. “Saya beli dari teman di Desa Sejati yang bernama Sugik,” katanya.

Desa Sejati, merupakan salah satu desa di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang yang berbatasan dengan Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan.
Pengedar
Dari hasil penangkapan itu, petugas mengendus bahwa politikus PDI Perjuangan yang tertangkap pesta narkoba di rumahnya di Desa Bandaran itu, bukan hanya pemakai, akan tetapi juga pengedar.

Menurut Dandim, bukti peran Juanda sebagai pengedar itu, berdasarkan pengakuan tersangka, bahwa yang bersangkutan mendapat pesanan dari temannya untuk membeli narkoba.

“Jadi dia ini bukan sekadar sebagai pemakai, akan tetapi juga selaku pengedar,” terang Dandim.

Sementara, Juanda juga meminta agar petugas tidak hanya menangkap dirinya, akan tetapi juga temannya yang bernama Nanang yang telah memesan narkoba jenis sabu itu untuk pesta di rumahnya di Desa Bandaran. (Catatan Media)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.