Kiai Koruptor Ini Akhirnya Dicopot Sebagai Ketua DPRD


Tersangka Korupsi migas dan pencucian uang Raden Kiai Haji Fuad Amin Imron (baju tahanan) didampingi istri mudanya Masnuri Fuad (Foto inilah.com)

Tersangka Korupsi migas dan pencucian uang Raden Kiai Haji Fuad Amin Imron (baju tahanan) didampingi istri mudanya Masnuri Fuad (Foto inilah.com)

WARTAMADURA.COM – Kiai terjerat kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Raden Kiai Haji Fuad Amin Imron akhirnya dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Bangkalan.

Pemecatan kiai ini digelar dalam rapat paripurna DPRD Bangkalan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Fatkurrahman, Kamis (9/6/2016). Demikian seperti dilansir situs tribunnews.com.

Dalam paripurna yang berlangsung tak lebih dari 15 menit itu, hanya dihadiri 33 anggota dari jumlah total Anggota DPRD Bangkalan yang ada. Sementara 17 anggota lainnya tidak hadir.

Sekretaris DPRD Bangkalan Joko Supriyono dalam pidato singkatnya menyampaikan, pergantian Fuad Amin kepada Imron Rosyadi berlaku mulai tanggal ditetapkan sedangkan pelantikan Ketua DPRD pengganti Sang Kiai koruptor ini, masih menunggu SK dari Gubernur Jawa Timur.

Saat ini, Imron Rosyadi masih tercatat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra dan Sekretaris Komisi B DPRD Bangkalan.

Situs Kantor Berita Indonesia Antara pada laman antaranews.com merilis, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron menjadi 13 tahun ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan dan pencabutan hak memilih dan dipilih karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

“Fuad Amin terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan serta dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak memilih dan dipilih selama 5 tahun sejak selesai menjalani pidana penjara,” kata Humas PT DKI Jakarta M Hatta.

Pada 19 Oktober 2015 lalu, pengadilan tingkat pertama memutuskan Fuad Amin divonis 8 tahun dan denda Rp1 miliar subsisder enam bulan penjara.

Vonis itu jauh dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut Fuad untuk divonis selama 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsidair 11 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan pidana korupsi dengan menerima suap Rp15,45 miliar dan melakukan tindak pidana pencucian uang senilai Rp354,448 miliar sehingga KPK menyatakan banding.

“Majelis membuat putusan pada 3 Februari 2016 dengan ketua majelis hakim Elang Prakoso Winowo,” tambah Hatta.

Atas putusan banding tersebut, JPU KPK akan mendiskusikannya dengan pimpinan.

“Saat ini JPU masih menunggu salinan putusannya. Kami mengapresiasi putusan banding termasuk putusan mencabut hak politik, untuk upaya hukum selanjutnya sedang didiskusikan dengan pimpinan,” kata pelaksana harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati.

Dalam perkara ini, Fuad melakukan tiga perbuatan pidana. Pertama, Fuad mendapatkan uang Rp15,65 miliar dari PT Media Karya Sentosa (MKS) sebagai balas jasa atas peran Fuad mengarahkan tercapainya Perjanjian Konsorsium dan Perjanjian Kerjasama antara PT MKS dan Perusahaan Daerah (PD) di Bangkalan PD Sumber Daya. Fuad juga memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Codeco Energy Co. Ltd terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Kedua, Fuad terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang Dalam kurun waktu Oktober 2010-Desember 2014 yaitu menerima uang dari PT MKS sejak bulan Oktober 2010-Desember 2014 Rp 14,45 miliar dan menerima uang dari pemotongan realisasi anggaran SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemkab Bangkalan sekitar 10 persen dari Oktober 2010-2014 yaitu sebesar Rp182,574 miliar.

Jumlah keseluruhan uang berasal dari hasil tindak pidana korupsi yang diterima Fuad baik selaku Bupati Bangkalan maupun selaku Ketua DPRD Bangkalan adalah sejumlah Rp197,224 miliar.

Fuad kemudian menempatkan harta kekayaan di Penyedia Jasa Keuangan, melakukan pembayaran asuransi, membeli kendaraan bermotor, membayar pembelian tanah dan bangunan dengan tujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.

Ketiga, Fuad melakukan pidana pencucian uang pada periode 2003-2010 sebagaimana dakwaan ketiga. (WM/Tribunnews.Com/AntaraNews.Com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.