Wisata Api Abadi di Pulau Madura


Api Tak Kunjung Padam di Pamekasan pada malam hari (Foto: MediaMadura.Com)

“Api Tak Kunjung Padam”, demikian sebutan lain dari “Api Abadi” yang terletak di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur ini.

Lokasinya di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, sekitar empat kilometer kearah selatan Kota Pamekasan, atau sekitar 1 kilometer dari kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan.

Lokasi Api Abadi ini, terletak sekitar 800 meter dari jalur lalu lintas nasional di Jalan Raya Tlanakan, Pamekasan. Sesuai namanya, api yang terletak di Desa Larangan Tokol, menang tidak pernah mati, meski turun hujan.

Meski lokasi wisata ini menyangkut hajat hidup orang banyak, namun lahan di sekitar Api Abadi rupanya merupakan milik pribadi, dan tidak dikelola oleh Pemkab Pamekasan.

Asal muasal nama Api Tak Kunjung Padam
Dahulu kala, ada seseorang pemuda bernama Hadaqi, ia pandai dalam pengetahuan agama Islam. Oleh warga sekitar Hadaqi mendapat julukan Kia Moko.

Konon, Waktu ia mempersunting seorang gadis Palembang ber-maskawinkan mata ikan yang lalu diceritakan berubah mutiara, Ki Moko menancapkan pedangnya ketanah hingga nampaklah api tak kunjung padam atau api kekal ini.

Hal ini dilakukan Kia Moko, lantaran saat pernikahannya dengan seseorang putri asal Palembang itu hari telah sangatlah gelap.

Timbulnya api dari sisa tancapan tongkat itu jadi titik-titik api yang saat ini masih tetap selalu menyala.

Kiai Moko dikenal juga sebagai seseorang laki-laki yang sangatlah pintar, bahkan termasuk juga pemuda yang turut andil dalam menebarkan Agama Islam di desa itu, yang saat ini telah jadi pusat perhatian masayarakat seputar karenanya ada tempat wisata yang mengagumkan.

Sejumlah stasiun televisi sudah pernah mempublikasikan tempat wisata unik di Kabupaten Pamekasan. Salah satunya Trans7.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan kini menjadikan lokasi perkemahan di sekitar Api Tidak Kunjung Padam ini. Selain pemandangannya terkesan sangat alami dan menakjubkan, di Api Tak Kunjung Padam ini, pengunjung bisa membakar jagung dan ikan yang dijual masyarakat di sekitar lokasi wisata.

Sofenir khas Madura banyak dijual warga di sekitar lokasi Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Beragam sofener, cinderamata khas Madura, seperti pecut, celurit dan baju khas di Pulau Garam, juga banyak dijual di sekitar lokasi wisata unik ini.

Warga membakar jagung di lokasi wisata Api Tak Kunjung Padam (Foto: antarajatim.com)

Masyarakat sekitar, termasuk para pengunjung, juga biasa membakar jagung di lokasi wisata ini, bahkan mereka juga sering memasak nasi di lokasi tersebut.

Bagi yang belum pernah datang ke lokasi ini, tentu saja terdengar aneh, dan tak masuk akal, lantaran dengan cara logika api yang bila diguyur hujan atau air apa pun juga bakal padam.

Sayangnya, infrastruktur pembangunan, terutama akses jalan masuk menuju lokasi wisata ini, belum dibangun dengan baik. Jalan menuju tempat wisata masih sangat memprihatinkan.

Nama Api Tak Kunjung Padam, memang sudah dikenal banyak orang. Bahkan artis papan atas Charly Van Houten juga pernah mengunjungi lokasi wisata unik di Pamekasan.

Hanya saja, Charly kecewa, karena infrastruktur jalan masuk menuju lokasi tidak dirawat dengan baik. Padahal Api Tak Kunjung Padam ini merupakan aset daerah yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata di Pulau Madura. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.