Kiai Koruptor Ini Masih Populer di Bangkalan


Deklarasi dukungan terhadap terpidana kasus korupsi mantan Bupati Bangkalan, Madura Raden Kiai Haji Fuad Amin Imron oleh sebagian masyarakat Bangkalan.

Deklarasi dukungan terhadap terpidana kasus korupsi mantan Bupati Bangkalan, Madura Raden Kiai Haji Fuad Amin Imron oleh sebagian masyarakat Bangkalan.

WARTAMADURA.COM – Raden Kiai Haji Fuad Amin Imron, terpidana kasus korupsi kasus pencucian uang asal Madura, ternyata masih populer di tanah kelahirannya di Kabupaten Bangkalan.

Pendukung setianya masih kompak, kendatipun sang kiai yang juga mantan Bupati Bangkalan itu telah meringkuk dibalik jeruji besi dan telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri.

Buktinya, ribuan pendukung RKH Fuad Amin yang tersebar di 18 kecamatan masih menjadi Fuad sebagai tokoh kuat yang diyakini mampu menjaga keamanan di Kabupaten Bangkalan.

Dalam deklarasi Gerakan Rakyat Bangkalan (Gerbang) yang digelar pada tanggal 30 Desember 2015, mantan bupati Bangkalan dua periode itu bahkan didaulat sebagai pimpinan tertinggi.

Fuad Amin dalam surat amanahnya yang dibacakan Dewan Pembina Gerbang, Abd. Latif Amin Imron menyampaikan, agar jajaran pengurus dan anggota Gerbang melanjutkan perjuangannya. Selain itu, Fuad Amin meminta supaya hasil pembangunan yang telah dilakukan 10 tahun selama masa kepemimpinannya sebagai bupati Bangkalan tetap dijaga.

“Seluruh komponen Gerbang harus mampu menjaga stabilitas politik, mempertahankan kondusifitas Bangkalan dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang ada,” kata Latif seperti dilansir website lokal di Kabupaten Bangkalan, maduracorner.com, 31 Desember 2015.

Politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bangkalan itu mengatakan, tak kalah pentingnya juga menegakan supremasi hukum, yakni taat pada asas-asas aturan perundang-undangan. Terutama tetap berpegang teguh pada prinsip maju pantang mundur.

“Kami meminta kepada keluarga besar Gerbang untuk berperan aktif dalam pembangunan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat,” katanya.

Di masa kepemimpinan bupati Makmun Ibnu Fuad saat ini, peran Gerbang yakni melalui tugas dan kewajiban masing-masing demi kemajuan pembangunan kabupaten Bangkalan.

“Selamat berjuang demi perbaikan Bangkalan,” ucapnya, mengahiri pembacaan surat amanah Fuad Amin itu.

Vonis Fuad Amin
Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis delapan tahun penjara terhadap mantan Bupati Bangkalan, Raden Kiai Haji (RKH) Fuad Amin Imron.

Fuad terbukti menerima suap dari Direktur PT Media Karya Sentosa Antonius Bambang Djatmiko terkait pengurusan izin tambang di Bangkalan, Jawa Timur.

“Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan kesatu primer dan pencucian uang sebagaimana dakwaan kedua dan ketiga,” ujar ketua majelis hakim Mochamad Muchlis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, seperti dilansir kompas.com, Senin (19/10/2015).

Selain itu, Fuad juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider enan bulan kurungan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Jaksa menuntut Fuad hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 3 miliar subsider 11 bulan kurungan.

Adapun pertimbangan hakim yang memberatkan, yaitu Fuad dianggap tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.

“Hal meringankan, terdakwa berlaku sopan dalam persidangan, ada tanggungan keluarga, dan masalah kesehatan dan sakit-sakitan,” kata hakim.

Fuad merupakan terdakwa kasus penerimaan suap dari PT Media Karya Sentosa terkait izin tambang di Bangkalan dan tindak pidana pencucian uang.

Diketahui, selama menjadi Bupati Bangkalan dan Ketua DPRD Bangkalan, Fuad disebut telah menerima uang yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi terkait jabatannya, yaitu menerima dari bos PT MKS Antonius Bambang Djatmiko sebesar Rp 18,05 miliar.

Uang suap diberikan Bambang agar Fuad yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bangkalan memuluskan perjanjian konsorsium kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya, serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Kodeco Energy terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur. (MC/KP/WM)

Baca Juga Berita Lainnya:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.