Said Agil Terpilih Lagi Ketua NU


Pemilihan Ketua Umum PB NU di Jombang Jawa Timur

Pemilihan Ketua Umum PB NU di Jombang Jawa Timur

JOMBANG (WARTAMADURA.COM) – KH Said Aqil Siradj kembali terpilih sebagai Ketua Umum PB NU Periode 2015-2020 mengalahkan dua calon lainnya KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) dan KH Said Ali.

“Pemilihan selesai sekitar pukul 1.51 WIB,” kata Muktamirin asal Pamekasan yang hadir langsung dalam forum Muktamar di alun-alun Kota Jombang itu, Mahrus Miyanto, Kamis dini hari.

Dua Forum
Muktamar di alun kota Jombang yang memenangkan KH Said Aqil Siradj itu merupakan forum pertema, karena sebagian ulama juga menggelar forum di pondok pesantren Tebuireng, Jombang yang diklaim sebagai muktamar lanjutan menyatakan menolak hasil Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin selaku pimpinan pertemuan itu mengungkapkan forum tersebut menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya menolak apapun hasil Muktamar Ke-33 NU.

Selain itu, mereka menggugat PBNU periode 2010-2015, karena dinilai melanggar AD/ART dan melakukan berbagai rekayasa dalam Muktamar ke-33 NU serta mengabaikan “ahlakul karimah” dalam pelaksanaan muktamar.

Forum yang diikuti 401 peserta dari 29 PWNU dan 300 PCNU itu juga menuntut PBNU demisioner untuk membuat muktamar ulang dalam jangka waktu tiga bulan.

“Kalau tidak dilaksanakan, forum lintas wilayah akan menyelenggarakan muktamar sendiri,” kata Syamsul.

Mantan Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi yang sempat hadir dalam forum itu meminta mereka tidak membuat muktamar tandingan, karena akan membelah dan menghancurkan NU.

“Akan sulit kita bertanggung jawab kepada umat, masyarakat Indonesia, dan pergaulan dunia,” katanya.

Hasyim mempersilakan jika forum itu mengkritisi atau mengoreksi Muktamar Ke-33 NU, namun tidak boleh menjadi muktamar tandingan.

Ia pun menolak dicalonkan sebagai Rais Aam melalui forum tersebut karena dirinya tidak mau dibenturkan dengan ulama.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) pun menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan adanya muktamar tandingan, meski turut menolak hasil Muktamar Ke-33 NU yang dinilai cacat hukum, terkait mekanisme ahlul halli wal aqdi (Ahwa) untuk memilih rais aam.

“Kalau AHWA cacat hukum, maka Rais Aam yang dipilih dengan AHWA juga tidak sah, ketua umum juga tidak sah karena harus disetujui Rais Aam,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWNU Jawa Tengah Abu Hafsin mengusulkan untuk membuat berita acara penolakan dan mengajukan gugatan ke pengadilan.

“Kita akan menggugat PBNU sekarang untuk Muktamar ulang, karena muktamar sekarang cacat hukum. Ini kita serahkan ke pengadilan,” katanya.

Sementara itu, mantan Katib Aam PBNU KH Malik Madani juga mengungkapkan keprihatinan atas pelaksanaan Muktamar Ke-33 NU.

Forum ditutup setelah pembacaan kesepakatan para pengurus PWNU dan PCNU yang hadir dan dilanjutkan dengan istighatsah di masjid pesantren setempat. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.