Unibraw Uji 4 Genotype Jagung di Pulau Madura


Marking sample genotype jagung UB-D dengan Olah Tanah

Marking sample genotype jagung UB-D dengan Olah Tanah

SUMENEP (WARTAWAMADURA.COM)  – Universitas Brawijaya melakukan uji 4 genotype jagung di kecamatan Guluk-guluk kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ujicoba ini dilakukan dalam rangka pendampingan Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan khususnya komoditas padi jagung kedelai (Pajale).
Keempat genotype tersebut disebut sebagai UB-A, UB-B, UB-C, dan UB-D dan uji coba ini dimulai Juli 2015 sampai masa panen Oktober 2015 di lahan seluas 0,1 hektare.

Genotype yang diuji adalah hasil persilangan beberapa tetua jagung unggul hasil penelitian Maize Research Centre Universitas Brawijaya yang diketuai oleh Ir. Arifin Noor Sugiharto, MSc, PhD.

“Ini adalah uji pertama kali di wilayah Madura. Sebelumnya genotype-genotype tersebut pernah diuji di beberapa wilayah, diantaranya Malang dan Kediri,” katanya seperti yang dirilis kepada wartawan di Pulau Madura, Minggu (26/7/2015)

Produktifitas keempat genotype di daerah uji coba itu 7-8 ton per hektare. Sementara varietas jagung yang biasa digunakan petani di Guluk-guluk produktifitasnya 5-6 ton per hektare.

Perlakuan terhadap 4 genotype yang belum dipasarkan secara bebas ini menyesuaikan kebiasaan petani lokal. Meski demikian beberapa dosen Fakultas Pertanian Brawijaya tetap memberikan rekomendasi penting terhadap perlakuan yang akan diterapkan petani. Misalnya dalam hal penggunaan pupuk dan pembasmi hama.

Harapan utama dari uji coba ini adalah produktifitas keempat genotype stabil atau menunjukkan angka produktifitas setara dengan hasil uji coba di daerah lainnya.

Keberhasilan uji coba akan menjadi bahan rekomendasi kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat untuk pengembangan lebih lanjut 4 genotype tersebut di Madura khususnya.

Uji teknologi lainnya juga akan dilakukan yaitu untuk komoditas padi. Kegiatan tersebut akan dilakukan di wilayah kecamatan Lenteng kabupaten Sumenep pada bulan Agustus 2015.

Kegiatan pendampingan Upsus “Pajale/Padi Jagung dan Kedelai” di Sumenep berlangsung sejak Mei 2015 dengan melibatkan 10 tenaga pendamping mahasiswa dan alumni dari berbagai perguruan tinggi yang dikoordinir oleh Universitas Brawijaya Malang.

Sepuluh wilayah yang menjadi lokasi pendampingan yaitu kecamatan Ambunten, Dasuk, Manding, Rubaru, Guluk-guluk, Ganding, Lenteng, Pragaan, Batuan-Kalianget, Batang-batang-Dungkek-Batu Putih. Kesepuluh tenaga pendamping tersebut berada dibawah bimbingan dosen pembimbing dari Universitas Brawijaya Afifudin Latif Adiredjo, SP., MSc., PhD.

Masing-masing Dian Ekawati Suryaman (Ambunten), Rina Ditalina (Manding) M. Zainal Arifin (DASUK), Ummul Kamila (Rubaru), Rumratul Karimah (Guluk-Guluk), Febrianto (Ganding), Ali Akbar Ifandi (Lenteng), Hasaniyah (Batuan-Kalianget), Wawan Sucipto (Pragaan) dan Nurul Qhomariyah untuk wilayah Batang-batang, Dungkek dan Batu Putih. (Rilis Unibraw)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.