Profil HM Sahnan Cabup Sumenep 2015-2020


HM Sahnan calon Bupati Sumenep 2015-2020 dalam sebuah acara silaturrahim dengan masyarakat Sumenep (Foto MediaCenterSahnan)

HM Sahnan calon Bupati Sumenep 2015-2020 dalam sebuah acara silaturrahim dengan masyarakat Sumenep (Foto MediaCenterSahnan)

SUMENEP (WARTAMADURA.COM) – Bermula dari kepergiannya merantau ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tahun 2001 lalu, kisah sukses perjalanan hidup Haji Moh. Sahnan, diukir. Saat ini H. Moh. Sahnan menggeluti dunia usaha yang jarang bagi warga Sumenep.

Usaha pertambangan batu bara. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2000 dan 2001 tersebut, kini seakan sudah menjadi bagian dari karir dan perjalanan bisnisnya. Setidaknya, saat ini tercatat usaha tambang batu bara yang dijalaninya telah beroperasi di tiga kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan.

Dari usaha batu bara yang dijalaninya kini usahanya merambah bidang lain yaitu jasa pelabuhan yang juga ada di Kalimantan Selatan. Atas keberhasilan menjalankan usaha batu bara dan pelabuhan ini, banyak pengusaha dan tokoh di Jakarta yang berniat mengajaknya untuk bermitra dan menjalankan usaha, terutama di bidang jasa pelabuhan.

Bagi H. Moh. Sahnan, apa yang dilakukannya tak sekadar dimaknai semata-mata sebagai bisnis untuk mencari keuntungan. Namun itu juga merupakan bentuk kepercayaan mitra terlebih lagi pihak pemerintah dan swasta kepada dirinya. Sehingga hal itu menjadi poin tersendiri bagi usaha yang digelutinya. H. Moh. Sahnan bersyukur dengan segala nikmat dan kelebihan yang dimilikinya, sehingga ia berupaya untuk memberi manfaat kebaikan dan juga memberdayakan orang lain dari apa yang diberikan kepadanya.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian lain yang begitu besar ditunjukkan oleh H. Moh. Sahnan adalah dengan membeli kapal angkutan penumpang dan barang yang diperuntukkan bagi pelayanan warga Kepulauan Sumenep. Dana pembelian kapal dirogoh dari koceknya sendiri, dan ia tidak mau mengambil keuntungan dari keberadaan kapalnya tersebut. Kapal tersebut ia beli murni untuk melayani warga kepulauan yang masih sangat membutuhkan transportasi laut yang memadai, baik sebagai angkutan penumpang maupun angkutan barang dan kendaraan.

Tak tanggung-tanggung, untuk membeli kapal tersebut H. Moh. Sahnan harus mengeluarkan biaya hingga Rp 15 miliar, mulai dari pembelian kapal, mendesain ulang kapal sehingga betul-betul cocok dan layak bagi warga kepulauan, hingga mendatangkan kapal tersebut dari luar negeri, dan mengoperasikannya.

Dengan begitu, sesungguhnya secara pribadi ia berharap, keberadaan kapal tersebut dilihat sebagai salah satu upaya untuk membantu Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam memberi layanan transportasi bagi warga kepulauan di Kabupaten Sumenep. Sehingga masyarakat akan merasa lebih terlayani dengan baik.

Jauh sebelum membeli kapal untuk melayani warga menuju dan dari kepulauan, H. Moh. Sahnan dikenal warga sebagai salah satu warga yang peduli dan penuh perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat di mana ia berasal. Setiap kali lebaran dan pulang kampung ia selalu menyempatkan diri untuk menyantuni tetangganya yang kurang mampu dan tidak beruntung secara ekonomi.

Tak hanya itu, ia termasuk orang yang peduli terhadap kegiatan remaja, pemuda dan masyarakat. Ia selalu menjadi donatur dari kegiatan olahraga dan budaya yang digelar di daerahnya di Sumenep. Bahkan H. Moh. Sahnan dikenal sebagai donatur tetap dari berbagai kegiatan yang digelar oleh warga maupun pemuda dan pemerintah setempat, baik terkait dengan kegiatan perayaan hari besar nasional maupun keagamaan.

Baginya, semua hal yang dilakukannya merupakan wujud dari rasa cintanya terhadap lingkungan masyarakat, tempat dirinya tumbuh dan dibesarkan sehingga menjadi tokoh yang dapat dibilang berhasil. Dan tentu saja itu merupakan bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Semua Berawal dari Nol

Siapa sangka, di balik prestasi gemilang yang ditorehkannya sebagai seorang pengusaha dan wiraswastawan, ternyata H. Moh. Sahnan menyimpan kisah perjuangan yang cukup pahit dan berliku.

Bahkan, kisah pahit dan jatuh bangun dalam membangun usaha itu yang kemudian menempa dirinya menjadi seorang wiraswasta yang mampu menghadapi segala tantangan dan rintangan dalam meraih cita-cita dan keinginan yang tinggi.

Terlebih lagi latar belakang pendidikan sebagai guru agama yang secara ilmiah tidak terkait secara langsung dengan dunia usaha dan wiraswasta yang digelutinya. Namun ternyata latar belakang pendidikan seseorang terkadang tidak berkorelasi atau berhubungan secara langsung dengan dunia yang digelutinya beberapa waktu kemudian.

Setelah lulus dari Pendidikan Guru Agama (PGA) sekitar tahun 1993, H. Moh. Sahnan mencoba peruntungan dengan berjuang dan bekerja di negeri jiran Malaysia. Disana H. Moh. Sahnan bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia yang membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur negara Malaysia. Mulai dari jalan, gedung, rumah dan berbagai fasilitas pemerintah yang ada. Sebagai tenaga kerja Indonesia yang saat itu sangat dibutuhkan oleh pemerintah Malaysia

H. Moh. Sahnan terbilang warga negara Indonesia yang cukup beruntung dengan penghasilan yang terbilang besar. Namun, H. Moh. Sahnan rupanya tidak mau menikmati manisnya bekerja di Malaysia sendirian. Ia kemudian membantu warga Kepulauan Kangean dan sekitarnya untuk bekerja di Malaysia. Berkat upaya yang dilakukannya banyak warga Kepulauan Kangean dan sekitarnya yang kemudian bisa bekerja di Malaysia dan selanjutnya bisa mengirim uang ke kampung halaman mereka untuk membantu keperluan orang tua, keluarga dan sanak saudara mereka. Selain juga digunakan untuk membangun rumah, dan tempat tinggal yang lebih baik, lebih layak, bahkan untuk ukuran desa, terbilang mewah.

Tak hanya warga Kepulauan Kangean dan sekitarnya yang dibantu oleh H. Moh. Sahnan untuk bisa bekerja di negeri jiran Malaysia, warga Sumenep yang tinggal di daratan banyak juga yang kemudian bekerja di Malaysia sebagai tenaga kerja. Dan untuk selanjutnya mereka dapat menikmati dari hasil jerih payah bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Sebagai orang yang memiliki semangat juang dan wiraswasta yang menyukai tantangan dan berani dalam menghadapi suasana dan dunia baru, H. Moh. Sahnan kemudian hijrah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin H. Moh. Sahnan memasuki dunia yang sama sekali baru baginya. Ia mencoba usaha dan bisnis di bidang pertambangan batu bara, sebuah usaha yang selama ini cukup asing bagi dirinya.

Terbukti, berselang tak begitu lama setelah kejadian tersebut, usaha batu bara yang dijalani H. Moh. Sahnan maju secara drastis. Bagi H. Moh. Sahnan, di balik semua hal yang terjadi pada dirinya pasti ada hikmah begitu besar yang telah disiapkan oleh Allah SWT, sehingga bagi manusia hanya menerima dan sabar dengan segala yang terjadi. Apa yang Allah SWT siapkan untuk hamba-Nya pasti menjadi hal yang terbaik, yang kadang secara tidak mampu ditangkap sejak awal. Namun seiring dengan perjalanan kehidupan manusia, hal tersebut akan dapat dibaca, dianalisis dan direnungkan, sebagai salah satu cara Allah SWT menguji dan untuk selanjutnya, memberi kelebihan bagi hamba-Nya.

Berbakti Kepada Orang Tua dan Sayang Keluarga

Salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan usaha maupun karirnya sebagai wiraswatawan, H. Moh. Sahnan percaya dan yakin dengan apa yang disebut “karomahnya” orang tua, terutama ibu. Bagi H. Moh. Sahnan ibu merupakan kompas yang selalu mengarahkan gerak jarum kehidupannya. Sehingga, seluruh titah dan restu ibunya yang dikenal sebagai wanita yang rajin dan tekun beribadah menjadi penuntun langkah kehidupan dan karirnya.

Malah, bagi H. Moh. Sahnan ibu merupakan sumber energi utama dalam menjalani kehidupan dan usahanya. Salah satu cita-cita yang dulu tertanam dalam jiwanya adalah ingin membanggakan orang tuanya terutama sang ibu, selama orang tuanya masih ada. Baginya, membanggakan orang tua bukanlah persoalan membalas jasa dan kebaikan orang tua kepada anaknya, namun lebih pada bakti anak yang harus selalu ditunjukkan oleh anak kepada orang
tuanya.

Salah satunya adalah dengan cara menghajikan orang tuanya. Hal tersebut yang terus membuat dirinya giat bekerja dan berusaha, hingga kemudian keinginan tersebut terwujud secara nyata. H. Moh. Sahnan mengaku sangat bersyukur bisa mewujudkan mimpi dan keinginannya untuk menghajikan orang tuanya.

Alhasil, H. Moh. Sahnan hampir pasti selalu berkonsultasi kepada ibunya, sekaligus meminta restu dan doa ibunya, saat hendak memutuskan sebuah hal penting dan mendasar dalam kehidupan maupun usaha yang dijalaninya. Jika restu ibu tak diperoleh, berat bagi dirinya untuk memulai melakukan hal tersebut. Namun jika restu ibu sudah diraih, maka itu merupakan sokongan besar yang akan membuat semangatnya semakin kuat.

Selain itu, keluarga yang sangat mendukung terhadap segala usaha dan perjalanan karirnya menjadi kata kunci kedua yang menjadi ujung tombak keberhasilan dan kesuksesannya selama ini. Keluarga yang bahagia, harmonis dan saling mengisi merupakan bagian dari pilar paling penting dalam sebuah perjalanan usaha dan karir seseorang.

Banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya keberadaan isteri dan anak-anak bagi seorang suami dan ayah dalam mengelola dan menjalankan usahanya. Namun tidak begitu bagi H. Moh. Sahnan, ia mengerti dan paham betul posisi penting dan strategis dari seorang isteri dan anak-anak. Sehingga dengan begitu, ia memposisikan isteri dan anak-anaknya sebagai mitra dalam menjalani proses kehidupan.
Isteri misalnya, tak hanya sekadar diminta pendapatnya terhadap sebuah persoalan, namun seringkali H. Moh. Sahnan menerima banyak masukan dari isteri untuk sebuah persoalan atau upaya yang dilakukan. Sehingga, tidak sebagai suami yang selalu dominan dalam menjalankan keluarga maupun usaha.

Santri yang Sukses Berwiraswasta

H. Moh. Sahnan bukanlah orang asing atau baru di Sumenep. Ia merupakan putera daerah asli Kabupaten Sumenep yang lahir di Arjasa, Kabupaten Sumenep. Masa kecilnya dihabiskan di Pulau Kangean. Ia lahir tumbuh dan besar di lingkungan keluarga besar kaum nahdliyyin. Orang tuanya merupakan seorang guru ngaji yang memiliki surau yang banyak dijadikan tempat belajar mengaji oleh anak-anak di sekitar rumahnya.

Pendidikan H. Moh. Sahnan lebih banyak dihabiskan untuk menekumi dan mendalami ilmu-ilmu agama. Sewaktu masih belia, di kampung halamannya ia banyak berguru kepada sejumlah kiai. Sewaktu duduk di bangku madrasah ibtidaiyah, H. Moh. Sahnan menekumi di Pondok Pesantren Al-Hidayah Arjasa.

Salah satu gurunya yang terkenal hingga kini adalah Kiai Abdul Adhim, seorang tokoh agama kharismatik yang memiliki puluhan ribu santri, dan pengasuh pondok pesantren terkenal di Kepulauan Kangean dan sekitarnya.

Lulus dari madrasah ibtidaiyah, H. Moh. Sahnan melanjutkan pendidikan ke madrasah tsanawiyah, masih di pondok pesantren yang sama, dengan menginduk ke Madrasah Tsanawiyah Tarate Sumenep. Di madrasah tsanawiyah, pengetahuan keagamaannya semakin terasah dan kental. Ia seperti mewarisi jiwa orang tuanya yang juga seorang guru agama.

Saat remaja, H. Moh. Sahnan cukup dikenal sebagai siswa yang memiliki otak moncer dan cerdas. Salah satu mata pelajarannya adalah matematika, mata pelajaran yang menjadi momok bagi para siswa pada waktu itu. Namun tidak demikian bagi H. Moh. Sahnan, ia malah lebih menyukai matematika dibanding dengan mata pelajaran lainnya.

Lulus madrasah tsanawiyah, H. Moh. Sahnan mencoba hidup merantau jauh dari orang tua. Ia berangkat ke Sumenep untuk menuntut ilmu. H. Moh. Sahnan mencoba hidup mandiri dan terpisah dari orang tua. Saat itu, anak muda yang pergi merantau ke Sumenep terbilang jarang, hanya kalangan tertentu yang berani merantau ke Sumenep, H. Moh. Sahnan satu di antaranya.

Ia pernah diterima di tiga sekolah lanjutan tingkat atas sekaligus. Ia diterima di Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Sumenep, Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Sumenep, dan Pendidikan Guru Agama (PGA) Sumenep. Meski sangat ingin belajar di SMA 1 Sumenep, namun dorongan dan naluri keagamaannya, di samping karena dorongan keluarga besarnya, akhirnya H. Moh. Sahnan memutuskan untuk melajutkan pendidikan di pendidikan guru agama.

Pendidikan agama sangat kental dan mengalir deras di dalam tubuhnya. Sewaktu belajar di PGA H. Moh. Sahnan juga ikut nyantri dan mengaji kitab kuning di Pondok Raudlatut Thalibin yang diasuh oleh Kiai Mukmin. Di samping belajar formal di PGA, H. Moh. Sahnan juga menghabiskan sebagian waktunya untuk belajar kitab kuning secara nonformal.

H. Moh. Sahnan, SH Ingin Sumenep Maju dan Rakyatnya Sejahtera

Sebagai putera daerah, H. Moh. Sahnan sangat berkeinginan sekali Kabupaten Sumenep maju dan berkembang dengan pesat, melampui kabupaten lain di Madura, bahkan juga kabupaten/ kota lain di Jawa Timur dan di Indonesia. Hal tersebut bukan hal yang mustahil terjadi, sebab Sumenep memiliki beragam potensi yang unggul dan melampaui kabupaten lain di Madura.
Ukuran kemajuan yang diharapkan adalah, terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki daya saing juga skill yang memadai.

Secara ekonomi masyarakat Sumenep berdaya bila setiap warga Sumenep memiliki pendapatan baik bekerja di sektor formal, informal, maupun wiraswasta. Dengan begitu roda perputaran perekonomian warga Sumenep akan semakin dinamis dan hingga akhirnya menciptakan efek domino seperti bola salju yang semakin membesar dan membuat multi efek yang cukup signifikan.

Hal tersebut bisa berbasis pada sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep, seperti sektor pertanian, perikanan, kelautan, minyak dan gas, seni dan budaya, pariwisata dan beragam potensi lain yang dimiliki oleh Sumenep dan tidak dimiliki oleh daerah lain di Madura maupun Jawa Timur.

Pada sisi lain pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana sangat mendesak untuk diselesaikan seiring dengan semakin tinggi kebutuhan warga Sumenep. Seperti sarana transportasi tidak bisa lagi menggunakan paradigma lama dalam menyediakan fasilitas transportasi yang menunggu apa adanya.

Pemerintah harus proaktif dalam menyediakan layanan transportasi bagi warga Sumenep yang berada di wilayah kepulauan. Begitu pula dengan infrastruktur jalan membutuhkan fokus dan keseriusan untuk pemenuhannya, sebab mau tidak mau, Kabupaten Sumenep memiliki wilayah yang sangat luas, bahkan lebih luas dibandingkan dengan tiga kabupaten lain di Madura, bahkan jika digambungkan ketiga kabupaten sekalipun. Tak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah pelayanan publik yang prima menjadi impian H. Moh. Sahnan. Tidak ada lagi warga yang tidak bisa berobat karena persoalan layanan yang masih berbelitbelit, atau tidak cepat ditangani pengobatan karena persoalan administrasi semata.

Penting bagi pemerintah ke depan untuk menyederhanakan pelayanan dan mendekatkan para pelayanan kepada warga yang dilayani. Hal ini bisa dilakukan dengan mengintegrasikan sistem layanan dengan cara online yang di era seperti saat ini sangat mungkin dan tidak sulit untuk dilakukan.

Hal yang menjadi fokus perhatian HM. Sahnan ke depan adalah:
1. Pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana publik.
2. Kesehatan warga.
3. Pendidikan dan keagamaan
4. Pertanian dan perikanan (WM/ http://sahnansumenepsejahtera.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.