Kiai Pesantren di Jember Cabuli 11 Santrinya


Ilustrasi santri korban pencabulan Kiai di Jember, Jawa Timur.

Ilustrasi santri korban pencabulan Kiai di Jember, Jawa Timur.

JEMBER, WARTAMADURA.COM – Kiai salah satu pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terungkap mencabuli 11 orang yang merupakan santrinya santrinya.

Kiai cabul itu bernama M. Ibrahim Kholil (38), pengasuh pondok pesantren di Desa Karanganyar, Ambulu, Jember. Demikian seperti yang dilansir situs www.jpnn.com pada Jumat, 19 September 2014.

Kiai itu diduga telah melakukan tindakan biadab dengan menyetubuhi beberapa santri perempuannya.

Bahkan, informasinya, santriwati yang disetubuhi kiai cabul itu mencapai sekitar sebelas orang. Namun, media ini juga melaporkan, hingga saat itu, korban yang melapor secara resmi ke polisi baru tiga orang.

Sisanya, memilih diam karena masih takut melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Kiai Ibrahim akhirnya harus berurusan dengan polisi dan terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolres Jember setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka. Yang membuat sejumlah kalangan mengelus dada, persetubuhan itu dilakukan tersangka saat memimpin acara istighotsah atau pengajian.

Berdasar informasi dari polisi, aksi bejat tersebut sebenarnya sudah cukup lama. Bahkan, ada korban yang lebih dari setahun diperlakukan seperti itu oleh kiai mesum itu.

Dia menjelaskan, perilaku bobrok tersangka terbongkar setelah keponakan tersangka, Yasid, berniat menikahi salah seorang korban yang berinisial EN.

Meski menyatakan menjadi korban, EN tidak melaporkan kejadian itu ke polisi. Saat Yasid mengutarakan niatnya, EN menuturkan sudah tidak perawan. Tentu saja, Yasid penasaran dan menanyakan siapa pria yang telah merenggut kesuciannya.

Akhirnya, EN menceritakan sudah disetubuhi tersangka. Bahkan, bukan hanya dirinya yang menjadi pelampiasan nafsu bejat tersangka. Beberapa temannya juga mengalami nasib serupa.

Semenjak itu, kabar tersebut beredar luas hingga akhirnya beberapa perempuan yang merasa menjadi korban dikumpulkan di desa.

Akhirnya, tiga santrinya yang masing-masing berinisial Mon (15), warga asal Sulawesi; Tk (16), warga salah satu desa di Ambulu, dan LA (17), warga asal Lampung, melaporkan kejadian itu secara resmi ke polisi.

Setelah menerima laporan dari korban, Polres Jember yang melalui unit PPA Polres Jember langsung melakukan visum terhadap ketiganya. Berdasar hasil visum tersebut, diketahui bahwa selaput dara korban sudah rusak. Akhirnya, penyidik segera memanggil tersangka untuk dimintai keterangan.

Namun, tersangka tidak memenuhi panggilan polisi. Bahkan, panggilan kedua tidak digubris. Akhirnya, Rabu malam (17/9/2014), tersangka menyerahkan diri ke Polres Jember. Setelah diperiksa, tersangka dijebloskan ke dalam sel tahanan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Jember AKBP Awang Joko Rumitro yang diwakili Kasubaghumas AKP Edy Sudarto membenarkan adanya hal itu. “Tersangka ada di sini (ruang tahanan Polres Jember). Semalam dia menyerahkan diri,” katanya.

Sejauh ini, pihaknya terus mengembangkan. Sebab, ada indikasi masih ada korban lain yang belum melapor.

Seperti yang dilansir situs suarasahabat.com pada 26 Januari 2015, dalam proses persidangan kiai cabul yang bernama M. Ibrahim Kholil itu dituntut hukuman 15 tahun penjara.

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum, Budi Hartono, Jaksa Penuntut Umum bisa membuktikan pengasuh pesantren di Kecamatan Ambulu itu telah melanggar Pasar 81 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, namun demikian yang bersangkutan dinilai tidak terbukti melanggar Ayat 1 tentang pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Dengan demikian, terdakwa dituntut maksimal hukuman 15 tahun penjara, dengan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. (Blogger/Dirangkum dari Berbagai Media Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.