Skandal Pejabat Publik di Madura (2)


Kasus skandal yang menimpa Bupati Sumenep KH Busyro Karim, Bupati Pamekasan Periode  2008-2014 serta Bupati Bangkalan Moh Makmun Ibnu Fuad itu, ternyata hanya sebagian dari kasus beberapa kasus yang terjadi di Pulau Garam Madura.

Beberapa pejabat penting di lingkungan pemerintah, baik di eksekutif maupun di legislatif, juga ada yang terjerat kasus. Sebut saja, anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sampang M. Hasan Ahmad.

Dewan PPP Sampang Cabul
ppp sampang cabulSitus merdeka.com pada pada Senin 15 April 2013 melangsir, Anggota Komisi A DPRD Sampang, Madura, M Hasan Ahmad alias Ihsan (44) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Ihsan diduga terlibat kasus pencabulan anak di bawah umur dengan alasan akan menikahinya secara siri.

Awal mula pengungkapan kasus ini, ketika pihak Unit Jatanum Satreskrim Polrestabes Surabaya tengah membidik kasus trafficking yang dilakukan oleh dua orang tersangka, yaitu Dea Ayu alias Lia (20), warga Jalan Banyu Urip Wetan, Surabaya dan Dini Rahmawati alias Ira (22), warga Jalan Putat Jaya, Surabaya. Keduanya merupakan penyedia gadis-gadis di bawah umur untuk diperjual belikan kepada lelaki hidung belang.

Dari pengembangannya, polisi berhasil mengamankan Ihsan, warga Jalan Orboh, Ds Samaran, Kecamatan Tambelang, Sampang, Madura. Ihsan, tak lain adalah anggota Komisi A DPRD Sampang.

Selanjutnya, usai mengamankan tersangka, pihak Unit Jatanum Polrestabes Surabaya yang dikomandoi Iptu M Solikin Ferri menyerahkan kasusnya ke Polda Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Hilman Thayib mengatakan, dari hasil ungkap kasus ini, pihak Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan tiga orang tersangka tersebut.

“Untuk pelaku pria (Ihsan), dalam kesehariannya berprofesi sebagai anggota DPRD di Kabupaten Sampang, Madura. Dia mengaku sudah beberapa kali melakukan praktik ini,” terang Hilman Thayib di Mapolda Jawa Timur, Senin (15/4).

Hilman juga menerangkan, modus dari aksi pelaku ini, setelah mendapatkan gadis yang diinginkan, tersangka mengaku akan menikahinya secara siri. “Sebelum melakukan persetubuhan, pelaku mengajak korban untuk menikahi siri terlebih dahulu, dengan alasan agar hubungan intim yang mereka lakukan halal dan tidak berdosa,” terang mantan Kapolrestabes Banjarmasin tersebut.

Setelah melakukan hubungan layaknya suami istri, pelaku memberi uang Rp 2 juta kepada korban. “Yang menjadi korban dari pelaku, sudah ada sembilan orang. Tiga di antaranya masih di bawah umur, yaitu sekitar 16 tahun dan masih sekolah,” kata dia lagi.

Tiga korban yang masih di bawah umur itu adalah, ASR, warga Jalan Banyu Urip Kidul, Surabaya, NTC, warga Simo Gunung Timur, Surabaya, SDH, warga Banyu Urip Wetan, Surabaya. Ketiganya masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

“Untuk dua tersangka perempuan yang menyediakan gadis-gadis di bawah umur ini, mendapatkan keuntungan dari transaksi penjualan perempuan,” tandas Hilman.

Selanjutnya, para tersangka di jerat dengan UU RI No 23 Tahun 2002 pasal 81, 82 Tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 2 Jo.17 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang PTPO (Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang) serta pasal 81, 88 UU RI No 23 Tahun 2002.

Akibat perbuatan bejatnya ini pula, wakil dari dari partai Islam ini, terpaksa dipecat dari anggota partai, dan secara otomatis pula dari wakil rakyat di DPRD Sampang.

Kepala BPBD SampangWISNO HARTONO
Kasus asusila pejabat, tidak hanya terjadi di lembaga legislatif, seperti anggota DPRD dari PPP itu, namun juga dilakukan oknum pejabat di eksekutif Pemkab Sampang, yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang Wisnu Hortono.

Situs globalindo.co pada 7 Januari 2014 melangsir, Wisnu Hartono, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang yang tersangdung kasus asusila, membooking PSK dibawah umur, akhirnya dicopot. Pemerintah Kabupaten Sampang memberikan surat pemberhentian sementara tertanggal 2 Januari 2015.

Sekertaris Daerah (Sekda) Sampang, Puthut Budi Santoso saat ditemui menjelaskan, Kepala BPBD Wisnu Hartono di berhentikan sementara.”Saudara Wisnu diberhentikan sementara sampai proses hukumnya selesai,” kata mantan kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sampang, Rabu (7/1).

Sementara ketika ditanya siapakah yang akan mengantikan Wisnu ?. Puthut belum bisa memberikan jawaban. “Maaf untuk sementara kepala BPBD masih kosong,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Wisnu Hartono Kepala BPBD Sanpang, Sabtu pukul 19.30 Wib (20/12/14) lalu, telah di amankan oleh anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya karena terlibat pencabulan anak dibawah umur dengan memakai jasa PSK yang masih belia, dan Kemudian keluarganya mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan jaminan istrinya.

Dengan dasar itulah Polrestabes Surabaya mengabulkan permohonan tersebut. Selama enam hari Wisnu Hartono di tahan Polrestabes Surabaya dan akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, Jum’at (26/12/14). Selanjutnya proses hukumnya terus berjalan.

Pemkab Sampang akhirnya memecat Wisno Hartono dari jabatannya sebagai Kepala BPBD Pemkab Sampang, karena perbuatannya itu telah menciderai nama baik institusi pemerintah, dan dinilai sangat tidak pantas dilakukan oleh abdi negara yang seharusnya menjadi teladan bagi rakyat Sampang.

Selain persoalan perempuan, kasus pejabat di Kota Bahari ini, juga sempat diramaikan oleh kasus narkoba yang menjerat mantan anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB), Muaffan, seperti yang dilangsir sirus siaganarkoba.com pada 28 Januari 2015.

Anggota DPRD Sampang periode 2009-2014 itu tertangkap anggota Kodim 0828 Sampang yang membantu polisi memberantas peredaran narkoba di Kota Bahari ini. Sang mantan Wakil Rakyat ini tertangkap sedang pesta narkoba jenis sabu-sabu bersama dua orang temannya yang bernama Holis dan Salim.

Ketua Komisi A DPRD Bangkalan

KASMO BANGKALAN
Polisi menangkap Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Kasmo, karena yang bersangkutan diduga melakukan pencabulan anak dibawah umur.

Situs antaranews.com pada 3 Februari 2015 melangsir, Kasus asusila yang dilakukan oleh Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur Kasmo, mengejutkan semua anggota DPRD setempat.

Mereka tidak menyangka Kasmo yang memiliki nama lain Aldi Alfarisi itu bisa terlibat kasus asusila sebab setiap harinya tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

“Justru ketua Komisi A Pak Kasmo itu yang menyetujui agenda sidak ke tempat usaha galangan kapal di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, Bangkalan,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi, Selasa.

Mahmudi mengaku, pada malam harinya, yakni Senin (2/1) dirinya menghubungi Kasmo melalui saluran telepon menanyakan rencananya agenda sidak ke lokasi galangan kapal itu.

Saat itu, Kasmo menjawab bahwa sidak tetap dilakukan dan ia meminta semua anggota komisi sudah berada di DPRD Bangkalan, sebelum pukul 09.00 WIB, karena sidak diagendakan pukul 09.00 WIB.

“Tepat pukul 09.00 WIB tadi pagi, saya telepon lagi Pak Ketua, tapi telepon selulernya sudah off. Kami tidak tahu kalau ia sudah ditangkap polisi,” katanya.

Meski tanpa Ketua Komisi A, sidak tetap dilakukan bersama 14 anggota komisi A DPRD Bangkalan lainnya.

Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Kasmo ditangkap tim Jatanras dan Cobra Polda Jatim karena kasus pencabulan terhadap gadis di bawah umur. Gadis yang dicabuli wakil rakyat dari Partai Gerindra ini masih berusia 16 tahun.

“Selain Kasmo, kita juga menangkap rekannya itu,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, dalam keterangan persnya di ruang lobi Polres Bangkalan, Selasa.

Selain terjerat kasus pencabulan, Kasmo, juga terindikasi melakukan pemalsuan dokumen negara, dalam hal ini, administrasi kependudukan.

Indikasi pemalsuan dokumen ini terungkap, setelah petugas melakukan penggeledahan saat menangkap Ketua Komisi A DPRD Bangkalan itu.

Saat itu, petugas menemukan dua buah kartu tanda penduduk (KTP) dari orang yang sama dengan nama berbeda. “Satunya atas nama Kasmo, dan lainya atas nama Aldi Alfarisi,” ungkapnya.

Situs tribunnews.com melangsir, Saat disergap polisi, Ardi Alfarisi alias Kasmu (42), Ketua Komisi A DPRD Bangkalan sedang tidur bersama LCD (16) di sebuah hotel di Surabaya.

“Iya, gadis itu adalah anak mantan istri AA alias Kasmu. Dalam perkara pencabulan ini, Kasmu telah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap ujar jubir Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono.

Menurut Awi, selama ini LCD memang akrab dengan pelaku, karena sering curhat. Lama-kelamaan, dia beberapa kali diajak jalan-jalan ke Surabaya, termasuk ke rumah karaoke.

Sempat juga diajak menginap di hotel. Pada 2 Februari 2015 kemarin, LCD dua kali dicabuli oleh Kasmo. Pukul 03.00 WIB setelah karaoke dan pukul 07.00 WIB di lokasi yang sama.

Kasmu sering berjanji membelikan rumah buat LCD. Janji inilah yang membuat remaja ini menuruti ajakan Kasmu. “Pelaku digerebek petugas pada Senin (2/2/2015) sekitar pukul 22.00 WIB.

Di hotel itu, Kasmu membooking dua kamar sejak 1 Februari pukul 08.00 WIB.

Satu kamar dihuni Reza, anak buah Kasmu dan satu kamar lagi dipakai Kasmu bersama korban.

Menurut Awi, dalam kasus ini, tersangka akan dijerat Pasal 81 dan 82 UU 35/2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun maksimal 15 tahun.

Usai penggerebekan, ternyata keluarga LCD tidak terima. Selasa (3/2/2015) siang, gadis ini bersama keluarga melapor ke SPKT Polda Jatim.

Remaja ini mengenakan gaun ungu dengan jaket jeans biru.

“Selain hasil visum, barang bukti lain dalam perkara ini adalah bill hotel, celana dalam korban, ponsel dan dua KTP atas nama pelaku,” imbuh Awi.

Kasmo dikenal sebagai orang dekat mantan Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin Imron yang kini ditahan KPK karena dugaan suap suplai gas. Polisi juga menyelidiki kemungkinan Kasmo terlibat dalam kasus penembakan aktivis LSM Anti-Korupsi Bangkalan Mathur Husairi beberapa waktu lalu.

Dari berbagai catatan media ini, menunjukkan bahwa, pejabat asusila, masih ada bahkan banyak di bumi Madura yang konon dikenal agamis. Para pelaku umumnya orang-orang yang “mengerti” dalam banyak hal, baik dari sisi pendidikan umum, maupun dari bidang agama. (Tim Blogger Madura, dirangkum dari berbagai media online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.