DPRD Pamekasan Diminta Tingkatkan Pengawasan Kelembagaan


PAMEKASAN, WARTAMADURA.COM – Kelompok aktivis pemuda Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meminta DPRD setempat meningkatkan pengawasan kelembagaan, khususnya terkait proyek pembangunan di kota itu, menyusul banyaknya proyek yang berkualitas buruk.

Juru bicara pemuda dari Komunitas Gerakan Membangun Pamekasan (Gempa) Eros Putra Dewata dalam dialog rutin antara DPRD dengan aktivis pemuda dan mahasiswa di Kedai Baca Pamekasan, Jumat malam, menyatakan pihaknya perlu mengingatkan wakil rakyat itu karena yang akan menjadi korban nantinya adalah masyarakat luas.

“Kami kira wakil rakyat harus sering meninjau secara langsung kualitas pengerjaan proyek yang ada di lapangan, bukan hanya menerima laporan saja dari tim pemantau,” kata Eros seperti dilangsir antarajatim.com. Sabtu (10/1/2015).

Di Pamekasan, katanya, banyak pengerjaan proyek yang cepat rusak akibat kualitas pekerjaan yang jelek. Ia mencontohkan gedung olahraga (GOR) di Jalan Raya Nyalaran, Pamekasan.

GOR yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu, sambung Eros, kini sudah rusak parah, padahal masih berumur 3 tahun.

“Bayangkan, hanya dalam kurun waktu tiga tahun bangunannya sudah banyak yang retak seperti itu. Apakah ini tidak merugikan negara, kalau pengerjaan proyeknya terkesan asal-asalan,” kata Eros.

Tidak hanya GOR, proyek pembangunan lain yang dibangun oleh pemerintahan sebelumnya juga tidak bertahan lama. Ia mencontohkan seperti infrastruktur jalan, terutama di kecamatan dan desa.

“Inilah alasan kami, mengapa kami meminta agar DPRD turun tangan secara langsung meninjau ke lokasi proyek, bukan hanya menerima laporan semata,” katanya.

Senada dengan Eros, aktivis mahasiswa lain dari Universitas Madura justru meminta DPRD Pamekasan melakukan pengawasan pembangunan proyek tidak hanya saat pembangunan telah selesai, akan tetapi juga pada saat pelaksanaan proyek sedang berlangsung.

“Ini dimaksudkan agar wakil rakyat tahu, apakah pembangunan itu benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan atau tidak,” katanya.

Tidak jarang, kata Mansur, rekanan nakal hanya memoles dengan memperbanyak semen saat pembangunan hendak selesai, agar terlihat sesuai dengan spek yang ditentutan.

“Makanya wajar, jika banyak bangunan gedung yang cepat rusak,” kata mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini menjelaskan.

Proyek pembangunan di Pamekasan yang dinilai fatal dan banyak merugikan uang negara karena rusak saat pengerjaan adalah pembangunan tangkis laut di pantai utara Pamekasan.

Pembangunan yang menelan dana miliaran rupiah itu, hingga kini tidak berfungsi karena tanggul penahan ombak yang dibangun sudah terseret ombak, akibat bahan material bangunan yang digunakan sebagai penangkis laut hanya dari tanah liat yang dibungkus sak.

“Kami tidak ingin hal semacam itu terus terulang lagi di Pamekasan ini,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Iskandar menyambut baik usulan mahasiswa dalam dialog itu. (Ant/WM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.