Mutasi Guru Sebabkan Gejolak di Pamekasan


DEMO SISWAPamekasan, 29/8 (Warta Madura) – Mutasi guru yang dilakukan oleh Bupati Pamekasan, Madura Achmad Syafii, menyebabkan gejolah di dunia pendidikan, berupa unjuk rasa menentang kebijakan itu itu.

Mutasi yang menimbulkan gejolak itu terjadi di SDN Ponteh 2, Kecamatan Galis, Pamekasan. Puluhan siswa dan siswi SDN Ponteh 2 Kecamatan Galis, Jumat (29/8/2014) berunjuk rasa menolak mutasi yang dilakukan Bupati Achmad Syafii terhadap guru kelas IV bernama Abu Hasan.

Unjuk rasa menolak mutasi yang dugelar murid-murid di sekolah itu dimulai pukul 08.00 WIB, semua siswa dari kelas I sampai kelas IV berkumpul di halaman sekolah sambil membentangkan poster penolakan terhadap rencana mutasi terhadap gurunya yang bakal dimutasi ke SDN Batu Bintang 2 Kecamatan Batumarmar.

“Kami butuh jasa-jasanya pak abu (Abu Hasan.Red). Jadi jangan dipindah pak abu, saya mohon jangan dipindah pak abu. ” kata siswi kelas IV, Zaskia Ulfi Damayanti, seperti yang dilangsir sejumlah media online Pamekasan.

Menurut Ulfi, selama Abu Hasan mengajar di sekolahnya itu. Abu hasan selalu sabar membimbing dirinya dan temannya-temannya. Bahkan Abu Hasan selalu disiplin mengajar sehingga dia . Sehingga dia tetap akan melakukan mogok belajar jika mutasi tetap dilakukan.

Sementara itu Ketua Komite SDN Ponteh, Sunarto menganggap mutasi tersebut tidak wajar dan ada unsur politik karena selama ini Abu Hasan dikenal baik oleh masyarakat. Bahkan Abu Hasan turut berjuang untuk menjaring siswa baru.

“Karena sangat tidak wajar kalau bapak abu hasan dimutasi tanpa alasan yang jelas. Sedangkan disini sangat membutuhkan bapak Abu Hasan,” katanya.

Mereka tidak menerima mutasi itu karena Abu Hasan terkenal berprestasi bahkan menjadi mentor guru se kecamatan Galis. Apalagi dia dimutasi ke sekolah yang berada di pantura Pamekasan dengan jabatan yang sama.

“Baru kalau dia dimutasi dan menjadi kepala sekolah, kami menerima. Karena Pak Abu Hasan berprestasi,” tambahnya.

Tidak jelas motif mutasi yang dilakukan bupati itu, namun rumor yang berkembang di sebagian masyarakat di Desa Ponteh, karena yang bersangkutan diketahui tidak mendukung dirinya saat pilkada 9 Januari 2013. Sehingga guru itu akhirnya dipindah ke tempat yang jauh, yakni di wilayah utara Pamekasan. (Ismail/WM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.