Empat Kepala Sekolah Diturunkan Jadi Guru Biasa


MUTASI KEPALA SEKOLAHPamekasan, 29/8 (Warta Madura) – Sebanyak empat kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Madura, diturunkan jabatannya oleh Bupati Achmad Syafii menjadi guru biasa.

Keempat orang kepala sekolah yang jabatannya diturunkan sebagai guru biasa itu, merupakan sebagian dari 21 orang guru dari berbagai tingkatan, mulai guru SD, SMP hingga SMA dan yang sederajat yang dimutasi, Jumat (29/8/2014).

Diantara kepala sekolah yang jabatanya diturunkan sebagai guru biasa itu, Muyanto, yang sebelumnya menjabat Kepala SMA Negeri 2 Pamekasan, diturunkan menjadi guru bimbingan konseling di sekolah yang sama. Penggantinya Karuddin

Sedang Basyo’ir, sebelumnya Kepala SMA 1 Pamekasan, naik menjadi Pengawas Sekolah Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan SMA. Dan jabatan Kepala SMA 1 sekarang dipegang Faridah, yang sebelumnya Kepala SMA 5, Pamekasan.

Nur Ali, sebelumnya Kepala SMP 1 Pamekasan, diturunkan menjadi guru biasa mata pelajaran IPA pada SMP Al Maarif IV, Tlanakan, Pamekasan.

Sedang jabatan Kepala SMP 1, kini digantikan pada Udik Joko Wahyono, yang sebelumnya menjabat Kepala SMP Tlanakan, Pamekasan.

Kemudian Abdullah, sebelumnya Kepala SMP 2 Pamekasan, diturunkan menjadi guru pelajaran matematika di SMP 2 Pamekasan.

Dan Mardai, sebelumnya Kepala SD Satu Atap Bujur Barat, diturunkan menjadi guru kelas di SDN Gro’om, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Selanjutnya Akh Mansyur, sebelumnya Kepala SMP 4 Pamekasan, kini diturunkan menjadi guru bimingan konseling pada SMP 3 Pamekasan.

Sedang Sulistiawatiyawati, sebelumnya guru mata pelajaran matematika di SMP 1 Pamekasan, dimutasi menjadi Kepala SMP Tlanakan, menggantikan Udik Joko Wahyono.

Menurut Bupati Achmad Syafii, mutasi dan penurunan kasek menjadi guru biasa ini, menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) tahun 2010.

Dalam Permendiknas itu, kata Syafii, diuraikan masa tambahan sebagai kasek dibatasi maksimal 4 tahun. Setelah 4 tahun, kinerja kepala sekolah dievaluasi oleh bupati, dan kalau kinerjanya baik, bisa diperpanjang 4 tahun lagi, menjadi 8 tahun.

Setelah 8 tahun menjadi kepala sekolah, maka harus turun, sebagai guru biasa. Bisa di sekolah asal atau di sekolah lain.

Tapi meski sudah menjabat kepala selama 8 tahun, di antara kepala sekolah itu masih bisa diangkat lagi menjadi kasek di sekolah lain, asal memiliki prestasi istimewa tingkat nasional.

“Atau kalau tidak seperti itu, paling tidak kepala sekolah yang bersangkutan, mendapatkan guru terbaik di tingkat nasional,” ujar Syafii.

Ia mengatakan, mutasi dan penurunan jabatan yang pertamakali dilakukan tidak akan menimbulkan gejolak. Mereka sudah menerima, karena jauh sebelumnya telah dilakukan sosialisasi. Hanya saja, untuk penyesuaian itu, butuh pengkondisian.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Yusuf Suhartono, menambahkan, di antara kepala sekolah yang diturunkan jabatannya dan menjadi guru biasa di tempat asal sekolah, bukan kehendak diknas, namun atas permintaan kasek yang bersangkutan. (Ismail/WM)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.